Gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Milan, Italia
Adrien Rabiot optimistis Prancis memiliki peluang meraih juara di Piala Dunia 2026.
Adrien Rabiot pemain yang berhasil membawa Prancis ke final Piala Dunia 2022. Gelandang yang kini berusia 31 tahun tersebut selalu diturunkan sebagai pemain inti sepanjang performa Les Bleus di Piala Dunia yang digelar di Qatar itu.
Kecuali menghadapi Maroko di semifinal, pemain yang kini bermain untuk AC Milan itu selalu mendapatkan kepercayaan pelatih Didier Deschamps. Bahkan, Adrien Rabiot yang mencetak gol pertama Prancis di laga pertama timnya dalam fase grup.
Golnya di menit ke-27 ke gawang Australia, membuat Prancis menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut menginspirasi rekan setimnya. Apalagi, Adrien Rabiot kemudian memberikan asis bagi terciptanya gol kedua Prancis di laga yang berakhir dengan 4-1 untuk kemenangan timnya.
Peran seperti itulah yang diharapkan Didier Deschamps dari Adrien Rabiot dalam Piala Dunia 2026 nanti. Kali ini, tentu saja Adrien Rabiot berharapkan ending yang berbeda dibandingkan dengan Piala Dunia empat tahun silam itu.
Prancis juara Piala Dunia 2026 adalah harapan yang jika terwujud, tentu mengobati dari kekecewaan yang dia rasakan di final Piala Dunia 2022, saat Les Bleus kalah adu penalti dari Prancis.
Peluangnya untuk Kembali masuk skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026 sangat terbuka. Pemain yang telah tampil dalam 57 laga Timnas Prancis ini salah satu pemain yang memang mendapatkan kepercayaan dari Didier Deschamps.
Dalam laga uji coba Prancis pada akhir Maret 2026 lalu lawan Brasil, Adrien Rabiot pun diturunkan sebagai starter di laga yang berakhir untuk kemenangan Prancis, 2-1. Kini dia berharap dapat membawa Prancis kembali melangkah ke final dan tampil sebagai juara.
Kepada FIFA, Adrien Rabiot mengenang kembali momen final Piala Dunia 2022 dan tentang harapannya untuk membawa Prancis meraih bintang yang ketiga di Piala Dunia 2026 setelah dua bintang sebelumnya diraih Prancis saat juara di Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2018. Berikut ini petikan wawancaranya:
Anda terlibat sepanjang final Piala Dunia 2022, final yang disebut-sebuat sebagai salah satu final terbaik. Apa yang Anda ingat tentang final malam itu?
Perasaan yang sulit untuk digambarkan dengan kata-kata. Emosi yang bercampur. Walau kami mengalami kekalahan itu adalah kenangan penting bagi saya, momen yang bersejarah. Khususnya jika dikaitkan dengan perjalanan saya sebagai pemain. Dari Adrien muda yang mulai suka sepak bola di usia enam tahun hingga final malam itu.
Bagi saya, final itulah yang paling saya impikan sebagai pemain. Itu adalah momen yang sangat emosional. Meskipun kami kalah, itu adalah momen yang menyenangkan karena bisa bermain di final Piala Dunia tetap menjadi kenangan yang indah. Tidak terjadi setiap hari dan tidak semua pemain bisa mengalaminya.
Apakah kekalahan di final bisa sebagai motivasi menghadapi tantangan selanjutnya?
Ya, saya menggunakannya sebagai motivasi. Saya menggunakannya untuk beberapa pertandingan berikutnya, baik dengan klub saya maupun tim nasional. Itu jelas membuat saya ingin menang lebih banyak lagi, membuat saya selalu berambisi untuk mengamankan kemenangan. Tepat setelah final, saya berkata pada diri sendiri, "Oke, sampai jumpa empat tahun lagi, dan kali ini kami akan menang."
Prancis salah satu favorit juara Piala Dunia 2026. Anda merasakan ada tekanan tentang penilaian tersebut?
Itu tidak menambah tekanan, karena pada akhirnya kami memiliki status yang sama empat tahun lalu sebagai juara bertahan. Saya ingat, menjelang Piala 2022 itu, orang-orang jelas melihat kami sebagai salah satu favorit. Mereka melihat kami seperti itu dan memang kami adalah skuad yang kuat. Namun, kami juga bukan tim yang arogan atau sombong.
Ada tim lain yang juga punya peluang untuk juara di Piala Dunia 2026 iniā¦.
Karena itulah, pentingnya memiliki gagasan yang jelas tentang ke mana kami ingin pergi. Salah satu contohnya, performa kami saat menghadapi Brasil (laga uji coba akhir Maret 2026 lalu) di babak pertama. Saya merasa itu adalah penampilan terbaik kami saat ini. Dengan bermain seperi itu, kami adalah tim yang Tangguh bagi tim mana pun yang menjadi lawan kami. Kami juga tahu bahwa kami akan menghadapi tim-tim yang hampir bermain di level yang sama, dan detail kecil akan membuat perbedaan.
Menurut Anda, apa skenario impian untuk Piala Dunia ini?
Menjadi juara akan menjadi skenario ideal, terutama mengingat hasil di tahun 2022. Namun, tujuannya tetap tidak berubah yaitu untuk tampil bagus, menikmati persaingannya, permainan kami masing-masing. Kami juga harus selalu mengingat besarnya turnamen ini. Memahami momen saat ini dan menikmatinya, sambil berusaha memberikan yang terbaik untuk jersei ini dan timnas Prancis.
Punya penilaian spesifik tentang langkah yang dapat diraih Prancis?
Mengingat hasil terakhir kami di kompetisi besar, dan khususnya di Piala Dunia, adalah mencapai semifinal seperti yang diharapkan semua orang. Itulah tujuan kami. Kami tidak akan menyembunyikannya karena jika kami tampil buruk, itu jelas akan dianggap sebagai kegagalan.
Kami memiliki pemain dengan semangat dan tekad yang besar, dengan keinginan untuk menang. Kami juga memiliki pemikiran yang sangat baik di dalam skuad. Jika semua dari kami tetap fokus pada tujuan lalu memiliki semangat untuk memberikan segalanya, saya pikir kami dapat tampil sangat baik. Di Piala Dunia 2026 ini, kami memiliki peluang untuk meraih bintang ketiga.
Kylian Mbappe bisa menjadi kunci untuk mendapatkan bintang ketiga itu. Apa yang Anda lihat dari dirinya?
Dia adalah pemain kunci. Saya pertama kali bertemu Kylian ketika dia bergabung dengan Paris Saint-Germain. Itu pada 2017, saya bertemu dengannya ketika dia masih sangat muda, dan dalam jangka panjang dia adalah pemain yang selalu menjadi kunci bagi semua tim yang pernah dia bela.
Dia juga semakin dewasa. Di luar apa yang bisa dia tunjukkan di luar lapangan atau kepemimpinannya di dalam skuad, yang terpenting adalah apa yang bisa dia lakukan di lapangan, dan memberikannya untuk Timnas Prancis.