Kegagalan pada Piala Afrika 2025 dinilai menjadi pelecut Gana untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Accra, Gana
Kini publik menanti kesiapan teknis para pemain dan dukungan dana besar diharapkan berbanding lurus dengan prestasi dunia.
Miliarder asal Gana, Ibrahim Mahama, memperkuat perannya sebagai penyokong utama tim nasional negaranya dengan memberikan donasi awal sebesar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp32,1 miliar dari total komitmen 5 juta dolar AS atau setara Rp86,8 miliar. Dana ini dikucurkan khusus untuk mendukung kampanye Black Stars dalam menyongsong Piala Dunia 2026.
Kontribusi yang disalurkan melalui perusahaan milik Mahama, Engineers & Planners (E&P), secara resmi diserahkan kepada Ketua Komite Penggalangan Dana Black Stars sekaligus Wakil Menteri Keuangan Gana, Thomas Nyarko Ampem, pada 30 April lalu. Meski seremoni penyerahan cek simbolis baru dilakukan pekan ini, otoritas terkait mengonfirmasi dana tersebut telah didepositokan ke rekening khusus Piala Dunia di Bank of Gana.
Langkah ini diambil guna menjamin transparansi serta memastikan dana dapat segera digunakan untuk keperluan persiapan tim nasional Gana. Berdasarkan laporan Business Insider Africa, sumbangan tersebut tercatat sebagai donasi individu maupun korporasi terbesar sejauh ini dalam gerakan penggalangan dana nasional.
Target total penggalangan dana yang dicanangkan oleh Presiden Gana John Dramani Mahama, mencapai angka 30 juta dolar AS atau sekitar Rp521 miliar. Alokasi dana tersebut telah ditetapkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan krusial mengingat Gana akan berlaga di turnamen yang kini diikuti oleh 48 tim di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Prioritas utama penggunaan dana mencakup sektor logistik termasuk biaya perjalanan internasional yang membengkak. Selain itu, sebagian dana akan dialokasikan untuk peningkatan fasilitas pusat latihan nasional agar pemain dapat berlatih dengan standar kelas dunia.
Gana sendiri tergabung dalam Grup L yang terhitung berat karena harus bersaing dengan lawan-lawan tangguh seperti Inggris, Kroasia, dan Panama. Urgensi penggalangan dana ini mencerminkan tingginya biaya kompetisi di panggung dunia serta ambisi untuk memaksimalkan kehadiran Black Stars di Amerika Utara.
Laporan dari Pulse menyebutkan setoran awal dari Mahama telah menetapkan standar tinggi bagi sektor korporasi di Gana. Aksi nyata ini memicu gelombang komitmen serupa dari berbagai sektor swasta lainnya serta pelaku industri hiburan yang ingin ikut berkontribusi.
Beberapa komitmen besar lainnya datang dari Gold Fields Gana yang menjanjikan dana sebesar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp32,1 miliar untuk mendukung tim nasional. Christian Salamony Game Technology juga tidak ketinggalan dengan menyatakan komitmen donasi pada angka yang sama, yakni sebesar 2 juta dolar AS atau setara Rp32,1 miliar.
Sektor perbankan pun turut menunjukkan taringnya dalam mendukung prestasi olahraga negara di kancah internasional. Gabungan kontribusi dari lembaga keuangan seperti GT Bank, First Atlantic Bank, dan First National Bank telah melampaui total angka 3,8 juta cedi Gana atau sekitar Rp5,9 miliar.
Dukungan tidak hanya datang dari kalangan pengusaha, tetapi juga mengalir deras dari para pesohor dan musisi ternama Gana. Musisi Shatta Wale dan Stonebwoy secara kolektif menyumbangkan 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,2 miliar, sebuah langkah yang menekankan betapa pentingnya kesuksesan tim nasional dari sudut pandang budaya.
Bagi Mahama, donasi bernilai fantastis ini bukan sekadar bantuan finansial biasa ke organisasi sepak bola. Ia mendeskripsikan sumbangan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaannya terhadap kemajuan bangsa dan negara.
Mahama meyakini prestasi di lapangan hijau memiliki kekuatan magis untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat. Ia mencatat bahwa kesuksesan Black Stars di mata dunia akan mampu menumbuhkan persatuan dan kebanggaan nasional yang sangat kuat bagi rakyat Gana.