Timnas Iran bersiap untuk tampil di Piala Dunia 2026 Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Teheran, Iran
Tim nasional Iran dipastikan berpartisipasi di Piala Dunia 2026, namun ada sejumlah syarat yang diajukan.
Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) memastikan tim nasional akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Namun, mereka menuntut agar seluruh pemain dan ofisial mendapatkan visa dan diperlakukan sama seperti tim peserta lainnya.
Iran yang tergabung ke dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru akan memainkan seluruh pertandingan di wilayah Amerika Serikat (AS). Situasi geopolitik yang melibatkan kedua negara dinilai sebagai ancaman keikutsertaan Team Melli, julukan Iran, di Piala Dunia 2026.
Seiring berjalannya waktu, ketegangan sedikit mereda. FIFA berhasil mengajak kedua belah pihak untuk menepikan permasalahan demi berlangsungnya turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut sesuai rencana awal.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menekankan pentingnya AS sebagai tuan rumah untuk menerbitkan visa bagi pemain dan ofisial tanpa terkecuali. Riwayat hubungan mereka dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak boleh dianggap sebagai ancaman.
Tuntutan ini hadir karena Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sempat berbicara soal seleksi ketat yang akan diberlakukan kepada anggota tim Iran. Tujuannya untuk mencegah mereka yang terkait dengan IRGC masuk ke negaranya.
"Seluruh pemain dan staf teknis, terutama mereka yang pernah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam, harus mendapatkan visa tanpa masalah," kata Mehdi Taj, dikutip dari ISNA, Minggu (10/5/2026).
Diskusi soal visa bagi tim Iran semakin intensif setelah otoritas Kanada melarang Mehdi Taj masuk ke negaranya untuk menghadiri Kongres Tahunan FIFA bulan lalu. Ia diduga masih memiliki keterkaitan dengan IRGC yang telah ditetapkan oleh AS dan Kanada sebagai organisasi terlarang.
Jika perlakuan yang sama diterapkan kepada anggota tim Iran untuk Piala Dunia 2026, yang berpotensi terdampak adalah Mehdi Taremi. Penyerang berusia 33 tahun tersebut pernah menjalani wajib militer di bawah struktur IRGC.
Jaminan keamanan terhadap seluruh anggota tim Iran juga menjadi syarat yang diajukan FFIRI kepada FIFA. Hal ini sempat jadi kekhawatiran karena Presiden AS, Donald Trump, pernah menyarankan Team Melli tidak datang dengan alasan keamanan.
Tuntutan lain dari FFIRI adalah memastikan tidak adanya larangan bagi bendera nasional dan lagu kebangsaan Iran selama Piala Dunia 2026. "Republik Islam akan berpartisipasi tanpa mundur dari keyakinan, budaya, dan pendiriannya," ujar Mehdi Taj.