Lisa Blackpink akan konser di kota Los Angeles dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2026 wilayah Amerika Serikat di SoFi Stadium, 12 Juni 2026, jelang laga Amerika Serikat vs Paraguai. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Seoul, Korea Selatan
Perdebatan memanas usai sejumlah fans merasa posisi BTS lebih bergengsi karena dalam pengumuman disebut sebagai “headliner” untuk konser halftime show di final Piala Dunia 2026.
Pengumuman resmi terkait hiburan di ajang Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi momen perayaan bagi penggemar sepak bola dan musik, justru berubah menjadi perang besar di media sosial.
FIFA sukses menghebohkan publik setelah mengonfirmasi bahwa Lalisa Manobal atau lebih dikenal dengan Lisa Blackpink akan tampil di upacara pembukaan, sementara BTS dipercaya menjadi penampil utama dalam konser halftime show pertama sepanjang sejarah Piala Dunia.
Namun, alih-alih disambut dengan antusiasme bersama, pengumuman tersebut malah memicu pertikaian sengit antara fandom BTS dan pendukung Lisa Blackpink di berbagai platform media sosial seperti X, TikTok, hingga forum online.
Dikutip dari Times, perdebatan mulai memanas setelah sejumlah penggemar menganggap BTS memperoleh posisi yang lebih bergengsi karena dalam pengumuman resmi mereka disebut sebagai “headliner” untuk konser halftime show.
Banyak pengguna media sosial juga menilai istilah tersebut memiliki bobot prestise yang tinggi, karena selama ini dikaitkan dengan penampilan artis-artis kelas dunia seperti Madonna dan Shakira.
Salah satu unggahan viral bahkan mengejek situasi tersebut dengan menulis:
“Blink (sebutan untuk fans Blackpink) benar-benar sangat percaya diri saat tahu Lisa jadi pembuka Piala Dunia, tapi kemudian BTS datang sebagai HEADLINER. Kalau itu bukan karma BTS, aku tidak tahu lagi apa namanya.”
Unggahan itu langsung menuai reaksi keras dari penggemar Blackpink, grup idol girls tempat Lisa bernaung. Mereka kemudian membagikan tangkapan layar dan informasi dari berbagai situs yang menunjukkan bahwa Lisa juga tercatat secara resmi sebagai artis “headlining” untuk upacara pembukaan.
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi perang gengsi yang lebih besar mengenai pengaruh global, status, dan pengakuan internasional kedua artis K-pop tersebut.
Beberapa pengguna media sosial bahkan berpendapat pencapaian Lisa lebih besar karena BTS disebut sebagai “co-headliner”, bukan satu-satunya headliner utama.
Seorang penggemar lain menulis secara sarkastik: “Jadi sekarang co-headliner lebih besar daripada headliner ya?”
Perdebatan itu dengan cepat menyebar luas dan kembali memperlihatkan betapa intensnya rivalitas fandom K-pop di internet. Momen yang awalnya diharapkan menjadi kebanggaan bersama bagi industri musik Korea Selatan justru berubah menjadi ajang saling serang antar penggemar.
Meski banyak penggemar biasa menganggap perdebatan ini berlebihan, sebagian lainnya menilai pemilihan kata seperti “headliner”, “co-headliner”, dan “opening performer” memang memiliki makna penting dalam budaya K-pop.
Istilah-istilah tersebut sering dianggap sebagai simbol pengaruh, popularitas, dan posisi seorang artis di panggung global, terlebih dalam acara sebesar Piala Dunia 2026.
Baik BTS maupun Lisa sendiri memang sudah lama dikenal sebagai salah satu ikon musik Korea paling mendunia saat ini. Hal itulah yang membuat emosi para penggemar begitu cepat memanas.
Kedua fandom sama-sama ingin artis favorit mereka memperoleh pengakuan yang dianggap layak untuk perform dalam salah satu ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.
Terlepas dari pertikaian di media sosial, antusiasme terhadap penampilan BTS dan Lisa Blackpink di Piala Dunia 2026 tetap sangat tinggi. Keputusan FIFA menghadirkan dua nama besar K-pop itu dinilai berhasil meningkatkan perhatian publik terhadap sisi hiburan turnamen mendatang.
Namun bahkan sebelum turnamen dimulai, internet sekali lagi membuktikan bahwa rivalitas fandom terkadang mampu mengalahkan sorotan terhadap acara utamanya sendiri.