TVRINews – Dakar, Senegal

Etos yang dikembangkan Pape Thiaw membuat Timnas Senegal mempertahankan soliditas pertahanan dan fluiditas serangan.

Hanya sedikit orang yang mampu membantu Senegal membangkitkan semangat tim hingga melaju ke perempat final Piala Dunia Jepang-Korea 2002 – kendati akhirnya menyerah 0-1 dari Turki lewat gol emas (golden goal) – selain Pape Thiaw. 

Sebelumnya, Thiaw pula yang memberikan umpan untuk gol kedua Henri Camara yang krusial dalam kemenangan 2-1 atas Swedia lewat golden goal di babak 16 besar. 

Penyerang tengah ini juga merupakan anggota skuad yang melaju hingga final di Piala Afrika (AFCON) tahun itu, sekaligus memberikan landasan sempurna untuk aksi heroik di Piala Dunia berikutnya.

Pria asal Dakar ini pensiun pada tahun 2009 dan memasuki bangku pelatih Tim Nasional Senegal beberapa dekade kemudian. 

Selain melatih tim cadangan yang berkompetisi di CAF African Nations Championship (CHAN)/Kejuaraan Afrika CAF – hanya boleh diikuti pemain yang berkompetisi di dalam negeri), ia juga menjabat sebagai asisten mantan rekan setimnya, Aliou Cisse, di tim utama. 

Setelah kepergian Cisse dari posisi pelatih utama, Pape Thiaw awalnya diminta sebagai pelatih sementara untuk kemudian pengangkatannya sebagai pelatih Timnas Senegal dipermanenkan pada Desember 2024.

Saat menjadi pelatih sementara Senegal, Thiaw berhasil mengantar negaranya memenangi Kejuaraan Afrika 2022-2023. Thiaw kemudian membawa Senegal ke final Piala Afrika (AFCON) melawan tuan rumah Maroko. 

Senegal dinyatakan kalah 0-3 karena dinilai meninggalkan lapangan tanpa persetujuan wasit sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan kepada lawan di masa injury time

Kendati gagal juara di Piala Afrika, di usianya yang baru 45 tahun, Thiaw telah menorehkan namanya sebagai salah satu pelatih paling menjanjikan di Afrika. 

Saat resmi dipilih, mantan striker tersebut mengemban tanggung jawab untuk mempertahankan dominasi Teranga Lions (Singa-Singa Teranga) di panggung kontinental.

Dikenal karena filosofi menyerangnya dan pendekatan dinamisnya, Thiaw telah membawa taktik sepak bola modern ke Timnas Senegal, membangun tim yang menyeimbangkan bakat dan disiplin.

Filosofi dan Gaya Bermain Senegal di Bawah Pape Thiaw

Sebagai mantan striker, filosofi kepelatihan Pape Thiaw berakar pada sepak bola menyerang yang proaktif. Ia lebih menyukai sistem seperti 4-3-3 dan 4-2-3-1, yang memungkinkan transisi cepat dan tekanan tinggi.

Di bawah Thiaw, Singa-Singa Teranga dikenal unggul dalam merebut kembali penguasaan bola dengan cepat dan mengubah pertahanan menjadi serangan dengan presisi.

Thiaw telah menekankan pentingnya agresivitas, intensitas, dan kreativitas. Ia sering berkata, “Saya bermain ofensif, dan setelah setiap kehilangan penguasaan bola, kita harus segera merebutnya kembali.” Etos ini mencerminkan komitmennya untuk mempertahankan soliditas pertahanan dan fluiditas serangan. 

Keputusan taktisnya telah mendapatkan pujian luas. Setelah kemenangan telak 4-0 melawan Malawi, para analis memuji kemampuannya untuk mengeksekusi rencana permainan menyerang, dengan menyatakan, “Thiaw sekali lagi berhasil dengan ide-idenya.”

Statistik Impresif

Meskipun terbilang belum lama menangani Senegal, statistik yang ditorehkan Thiaw terbilang impresif. Dari 19 pertandingan semua ajang, bersama Thiaw, Senegal baru dua kali menelan kekalahan. 

Sebelum kekalahan “nonteknis” dari Maroko di final Piala Afrika 2025 pada 18 Januari 2026, Senegal baru sekali “benar-benar kalah” di lapangan saat menyerah 0-2 dari Brasil di pertandingan persahabatan pada 15 November 2025.

Di kualifikasi Piala Dunia 2026, dari 10 pertandingan yang dijalani Senegal di Grup B, Thiaw hanya bertanggung jawab dalam enam laga di antaranya. Namun, taktik jitunya telah membuat Senegal tidak terkalahkan. 

Di enam pertandingan di bawah Thiaw itu, Senegal merebut lima kemenangan dan sekali imbang, untuk menjadikan mereka penguasa Grup B dengan rekor tujuh kemenangan dan tiga kali imbang dari 10 pertandingan.

Thiaw sejauh ini juga berhasil menyeimbangkan gaya menyerangnya dengan pertahanan. Terbukti, dari 10 pertandingan di kualifikasi, mereka berhasil mencetak 22 gol dan hanya kemasukan tiga. 

Untuk total gol ini, Senegal hanya kalah dari Pantai Gading (25) dan Aljazair (24), dua tim Afrika lainnya yang juga lolos langsung ke Piala Dunia 2026.

Di sela-sela menangani Senegal di kualifikasi Piala Dunia, Thiaw juga sukses di sejumlah pertandingan persahabatan dengan menahan Irlandia (1-1), menang atas Inggris (3-1) pada Juni 2025, mengatasi Kenya (8-0), serta menaklukkan masing-masing Peru (2-0) dan Gambia (3-1) pada uji coba akhir Maret lalu. 

Total, di bawah Thiaw, Senegal sudah menjalani 19 pertandingan dengan mencatat 14 kemenangan, tiga imbang, dan dua kekalahan. Mereka mampu mencetak 45 gol (2,3 per laga) dan kebobolan 12 (0,6 per laga) dengan rata-rata merebut 2,3 poin per pertandingan.

Grup Neraka

Hasil undian menempatkan Senegal di grup neraka bersama Prancis, Norwegia, dan Irak pada Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni mendatang. 

Senegal akan menjalani pertandingan pertamanya di Piala Dunia 2026 dengan melawan Prancis, juara dunia 1998 dan 2018, pada 16 Juni di New York New Jersey Stadium, AS. Enam hari kemudian, mereka akan menghadapi Norwegia di tempat yang sama. 

Adapun pertandingan terakhir grup, melawan Irak, akan berlangsung pada 26 Juni di Toronto Stadium, Kanada. 

Mengingat Piala Dunia 2026 diikuti 48 tim – pertama dalam sejarah – praktis babak gugur dimulai dari 32 besar. Dari setiap grup, pemenang dan posisi kedua (total 24 tim) otomatis lolos ke babak gugur pertama. Sedangkan sisanya, delapan, diambil dari peringkat ketiga terbaik dari 12 grup. 

Dengan format baru ini, ditambah progres Timnas Senegal di bawah Pape Thiaw, rasanya mereka tetap akan lolos minimal dari fase grup di Piala Dunia keempatnya (setelah 2002, 2018, dan 2022). 

Bukan mustahil pula tim yang kini bertengger di peringkat ke-14 dunia itu melangkah lebih jauh dibanding torehan terbaik mereka di Piala Dunia sejauh ini (perempat final pada 2002).

Biodata Pape Thiaw  
Nama lengkap: Pape Bouna Thiaw
Tempat, tanggal lahir: Dakar, 5 Februari 1981 (usia 45 tahun)
Kewarganegaraan: Senegal

Karier Melatih: 

  • ASC Niarry (Desember 2018 – Februari 2021)
  • Pelatih sementara Timnas Senegal (Januari 2023 – Februari 2023)
  • Asisten pelatih Timnas Senegal (Agustus 2024 – Oktober 2024)
  • Pelatih sementara Timnas Senegal (Oktober 2024 – November 2024)
  • Timnas Senegal (Desember 2025 – sekarang)

Prestasi sebagai Pelatih:

Senegal

  • Kejuaraan Afrika (African Nations Championship/CHAN): 2023
  • Piala Afrika (Africa Cup of Nations/AFCON): Runner-up 2025