Panini masih akan menemani penggemar kartu koleksi dan striker di Piala Dunia 2026 dan 2030. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Buenos Aires, Argentina
Pemburu stiker Panini membludak di Argentina.
Pergelaran tinggal sebulan lagi, demam Piala Dunia 2026 semakin terasa di Argentina. Masyarakat negara juara bertahan ini tidak hanya berdebar-debar menanti aksi timnas kesayangan mereka, termasuk kepastian legenda hidup, Lionel Messi, tampil di Amerika Utara di turnamen yang dimulai pada 11 Juni nanti. Persoalan gambar tempel menunjukkan melonjaknya hasrat menyambut Piala Dunia 2026.
Ribuan orang memadatkan alun-alun di Argentina. Di benak mereka tidak hanya diisi potensi Albiceleste nanti, tapi juga strategi-strategi untuk menang. "Pertarungan" yang mereka hadapi bukan permainan sepak bola, melainkan barter atau pertukaran stiker yang lama mendampingi semarak perhelatan Piala Dunia. Niat utama mereka adalah melengkapi album koleksi stiker Panini mereka.
Selama lebih dari setengah abad, tepatnya sejak Piala Dunia 1970, album stiker Panini menambah kesenangan mengikuti turnamen empat tahunan ini. Gambar tempel dari produsen asal Italia itu membuat banyak orang berburu.
Sekolah-sekolah, alun-alun, hingga bahkan kantor-kantor menjadi lokasi barter gambar tempel Panini edisi Piala Dunia terdekat. Stiker-stiker langka, biasanya bintang-bintang papan atas seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Cristiano Ronaldo, menjadi sasaran utama perburuan.
Di Amerika Selatan, bertukar stiker bahkan lebih penting daripada mengoleksi. Tak mengherankan bila grup-grup Whatsapp, aplikasi, dan situs web bermunculan untuk memfasilitasi barter.
Pada Ahad (10/5/2026), ribuan orang berhimpun di pusat kota Buenos Aires. Barter pun tergelar, bentuknya sampai pertaruhan menebak stiker yang dibalik.
Anak-anak yang berhati-hati melekatkan stiker di album menjadi pemandangan yang jamak di alun-alun ibu kota. Bagi para bocah, melengkapi album Panini boleh jadi lebih menyenangkan daripada timnas mereka jadi juara dunia. Para orang tua yang sayang anak sering ikut campur untuk memenuhi sasaran buah hati mereka.
Psikolog anak, Agustina Zerbinatti, menilai bahwa kegiatan itu lebih dari sekadar tantangan menyenangkan. Aktivitas berburu stiker dapat membantu anak-anak mengembangkan skill motorik sambil belajar. "Mereka dapat belajar banyak hal, dari geografi, mengetahui bahasa-bahasa di setiap negara, urutan angka, serta gagasan mengenai keunikan dan kualitas," ucap Zerbinatti dikutip dari AP.
Seiring bertambahnya tim peserta Piala Dunia pada musim panas nanti, dari 32 menjadi 48 tim, Panini meluncurkan koleksi gambar tempel Piala Dunia terbesar.
Para pemburu dapat membeli satu pak berisi tujuh stiker. Harganya sekitar 1,5 dolar AS. Koleksi lengkap konon bisa dijual sampai ribuan dolar.
Sejumlah kolektor menghindari barter dengan membeli satu kotak berisi sampai 104 stiker dikemas dengan album. Harga paket tersebut 180 dolar, dan pembayarannya bisa dicicil. "Ini kiat menghindari lebih banyak uang keluar untuk melengkapi album," kata Matias Inglesi, seorang pengembang perangkat lunak dan ayah Lucas yang berusia 9 tahun. Inglesi menghabiskan 20 dolar per minggu untuk kegiatan hobi ini.
Album stiker Panini masih akan terlihat di Piala Dunia 2030. Setelah edisi mendatang tersebut, Panini tidak lagi menjadi rekanan FIFA. Otoritas sepak bola dunia mengikat kerja sama dengan Fanatics.