Desain patch untuk pemain debutan di Piala Dunia 2026 seperti Erling Haaland (Norwegia) memang belum jadi. Namun di media sosial dan berita sudah banyak yang memperkirakan bentuknya seperti di atas. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Zurich, Swis
FIFA sudah berencana memasangkan patch khusus untuk para pemain pada pertandingan pertama mereka di Piala Dunia.
Untuk Piala Dunia FIFA 2026, pemain yang melakukan penampilan pertama mereka di turnamen tersebut akan mengenakan “patch debut ” (emblem atau stiker penanda debut) khusus di kaus mereka selama pertandingan debut mereka.
Sejumlah pemain muda top seperti Erling Haaland (Norwegia) dan Lamine Yamal (Spanyol) diketahui akan menjalani Piala Dunia pertama mereka di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni sampai 19 Juli mendatang.
Rencana pemasangan emblem untuk pemain debutan di Piala Dunia 2026 ini merupakan bagian dari lisensi baru antara FIFA dengan Fanatics, Inc yang menggantikan posisi Panini Group sebagai partner Federasi Sepak Bola Internasional untuk kartu koleksi (trading cards) dan stiker Piala Dunia mulai 2031.
Patch yang dipakai para pemain debutan nanti bisa dilepas dari jersei setelah sang pemain melakukan debut dan bisa dikumpulkan di kartu koleksi Topps.
Desain dari patch untuk pemain saat debut Piala Dunia memang belum difinalisasi, entah berbentuk stiker atau emblem dari bordiran. Yang pasti, patch untuk debutan sudah dipakai di sejumlah kompetisi olahraga di AS. Sedangkan Liga Sepak Bola AS (MLS) baru menerapkannya pada tahun 2024 silam.
FIFA juga belum mengonfirmasi seluruh detail soal bagaimana model dan penempatan patch untuk debutan ini di Piala Dunia 2026. Tetapi diperkirakan akan serupa dengan yang dipakai di MLS, yang lisensi untuk kartu koleksi dan stikernya juga dipegang Fanatics.
Di MLS, setiap tim diberi sejumlah patch debut, yang ditempelkan pada kaus pemain di bagian dada kanan atas dengan perekat sebelum mereka melakukan debut. Setelah pertandingan, patch tersebut dilepas dan ditempatkan pada kartu koleksi unik.
Kartu tersebut kemudian dikirim ke Topps untuk dimasukkan secara acak ke dalam kotak hobi Chrome MLS, yang dijual dengan harga sekitar 120 dolar AS (sekitar Rp2 juta-an). Setiap kotak hobi berisi 21 bungkus berisi empat kartu. Dua kartu dalam setiap kotak lengkap adalah kartu tanda tangan unik.
Di MLS, kartu-kartu itu ditandatangani oleh pemain. Meskipun begitu, belum dikonfirmasi apakah model seperti ini akan berlaku untuk Piala Dunia.
Karena kesepakatan Fanatics baru berlaku pada tahun 2031, kartu-kartu tersebut tidak akan tersedia untuk dibeli hingga setelah waktu tersebut.
Ini berarti akan ada banyak sekali kartu debut pemain dari putaran final 2026 dan 2030 untuk membuat satu set koleksi Piala Dunia.
Piala Dunia pada musim panas ini kemungkinan akan menghasilkan lebih dari 600 kartu. Tanjung Hijau, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan adalah negara-negara yang akan tampil untuk pertama kalinya.
Sementara, sejumlah negara, yakni Austria, Republik Ceko, Republik Demokratik Kongo, Haiti, Irak, Selandia Baru, Norwegia, Paraguai, Skotlandia, dan Turki, kembali setelah absen lama.
Aljazair, Bosnia dan Herzegovina, serta Pantai Gading kembali untuk pertama kalinya dalam 12 tahun dan akan menurunkan hampir seluruh skuad tim-tim ini merupakan debutan.