TVRINews – Rio de Janeiro, Brasil

Skuad Brasil asuhan Carlo Ancelotti menolak untuk melakukan perjalanan bersama setelah mereka tersingkir dari Piala Dunia oleh Norwegia.

Tim Nasional Brasil secara mengejutkan tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2026 setelah dibekap Norwegia, 1-2, di New Jersey, Amerika Serikat (AS), Minggu (05/07/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. 

Dua gol Norwegia diborong striker raksasa Erling Haaland sedangkan Canarinha hanya mampu membalas lewat Neymar dari penalti di masa injury time babak kedua. 

Kemenangan itu membawa Norwegia ke perempat final untuk melawan Inggris di Miami, AS, pada Sabtu (11/07/2026) nanti waktu setempat. 

Adapun Brasil harus pulang dengan beban harus menunggu minimal 28 tahun untuk merebut kembali gelar Piala Dunia, yang menjadi rekor terpanjang dalam sejarah sepak bola negara tersebut (rekor sebelumnya 24 tahun, antara 1970 dengan 1994).

Mungkin enggan menerima cemoohan dan menanggung rasa malu di depan publiknya sendiri, skuad Brasil asuhan Carlo Ancelotti tidak kembali ke Rio de Janeiro secara bersama-sama setelah tersingkir dari Piala Dunia. Mereka justru menempuh perjalanan masing-masing. 

Berbeda dengan banyak tim lain yang memilih untuk langsung pulang ke negara asal setelah tersingkir dari turnamen, para pemain asuhan Ancelotti justru memilih untuk menempuh perjalanan masing-masing di Amerika Utara. 

Bek tengah Danilo Luiz da Silva menjadi satu-satunya dari 26 pemain Timnas Brasil yang kembali ke Rio. Mantan pemain Real Madrid dan Manchester City itu kembali ke negaranya bersama seorang staf pelatih tim nasional dan Leo Nannetti—pemain yang sempat dipanggil untuk berlatih namun tidak masuk dalam daftar skuad final.

Penerbangan yang disediakan CBF tidak bersifat wajib bagi para pemain. Karena itu sebagian besar memilih untuk bepergian secara mandiri setelah kekalahan yang mengecewakan dari Norwegia. 

Sementara banyak yang pergi menikmati liburan musim panas, yang lain langsung kembali ke klub masing-masing untuk bersiap menghadapi musim mendatang. 

Hal ini terjadi di tengah pernyataan Ancelotti yang menegaskan bahwa ia dan staf kepelatihannya akan terus menjalankan tugas kami usai kekalahan hari Minggu tersebut. 

“Yang ingin saya sampaikan adalah kami akan terus menjalankan tugas dan mencari ide-ide baru,” ucap pelatih sarat pengalaman asal Italia itu.

“Itu hal yang sama dengan yang kami lakukan tahun ini. Ini menjadi sebuah pengalaman bagi saya pribadi. Hasil ini sangat mengecewakan, dan kami semua benar-benar bersedih. Namun, ini adalah kelompok yang hebat dan saya harus berterima kasih kepada para pemain saya; mereka telah bekerja sangat keras.

“Menurut saya, kami tidak pantas kalah, tetapi kami harus menerimanya. Begitulah sepak bola, begitulah dunia olahraga. Terkadang Anda harus bisa mengatasi rasa sedih dan pahitnya kekalahan.

“Saya sudah sangat terbiasa dengan hal itu, tetapi kami akan menjadikan kekalahan ini sebagai pemicu semangat untuk siklus baru. Semua orang sangat sedih, begitu pula para penggemar. Wajar saja jika muncul perasaan seperti itu, namun yang terpenting adalah bagaimana kami meresponsnya dengan tepat.”