Timnas Norwegia, kontestan Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Miami, Amerika Serikat
Menjelang lawan Inggris di perempat final Piala Dunia, skuad Norwegia dikabarkan tengah terjadi friksi.
Norwegia telah menjadi salah satu kisah menarik di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Negara Nordik ini mengejutkan banyak pihak dengan melaju ke perempat final dalam penampilan perdana mereka kembali ke panggung terbesar dunia setelah 28 tahun absen.
Terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia adalah pada tahun 1998, namun belum pernah sebelumnya Norwegia melangkah sejauh ini dalam turnamen tersebut.
Erling Haaland dan rekan-rekannya kini memimpikan perjalanan bak dongeng hingga ke partai final. Untuk mewujudkannya, mereka harus menaklukkan Inggris, tim yang sedang berada dalam performa puncak usai kemenangan di Estadio Azteca saat melawan Meksiko.
Harry Kane dan Jude Bellingham mencetak gol bagi The Three Lions dalam perjuangan sengit di Mexico City yang memastikan tempat mereka di perempat final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Kemenangan atas Norwegia pada laga di Miami, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (11/07/2026) nanti waktu setempat akan membawa mereka melaju ke semifinal untuk kedua kalinya dalam delapan tahun terakhir.
Skuad asuhan Thomas Tuchel mungkin mendapatkan keuntungan tambahan menjelang pertandingan ini. Hal itu dikarenakan adanya laporan dari salah satu koran terbesar Norwegia, Dagbladet, yang menyebutkan bahwa internal The Vikings mungkin tidak sekompak yang terlihat.
Muncul kabar bahwa ada seorang pemain yang merasa sangat tidak puas dengan perannya musim panas ini. Pemain yang dimaksud adalah Alexander Sorloth, yang diminta bermain agak keluar dari posisi aslinya demi mengakomodasi peran Haaland sebagai ujung tombak utama.
Sorloth belum mencetak gol di Piala Dunia tahun ini dan bahkan ditarik keluar saat jeda babak pertama dalam kemenangan 2-1 atas Brasil di babak 16 besar.
Menanggapi situasi ini, sang ayah, Goran Sorloth—yang juga pernah bermain untuk timnas Norwegia—mengatakan bila anaknya adalah seorang pemenang.
“Dia sangat menikmati pertandingan sepak bola dan membangun budaya kemenangan. Namun, dia telah menjalankan tugas dengan sangat baik dalam menjaga penguasaan bola bagi tim,” tutur Goran.
“Kami memiliki pemain kelas dunia dalam diri Erling di lini depan. Dia adalah seorang penyerang tengah. Alexander juga memiliki postur dan karakteristik penyerang tengah, namun kini ia berperan di sayap kanan.
“Wajar jika dia merasa kesal saat ditarik keluar. Dia seharusnya memang selalu merasa begitu, kapan pun itu—baik di Piala Dunia, Piala Eropa, maupun pertandingan internasional biasa.”
Goran juga mengungkapkan kekesalan serupa usai pertandingan melawan Brasil, dengan mengatakan: “Saya berbicara dengan Stale setelahnya. Kami sekarang berteman baik. Namun, saat kejadian itu berlangsung, saya tidak terlalu memahaminya.”
Sementara itu, pelatih Timnas Norwegia Stale Solbakken membela keputusannya dengan menjelaskan bila tidak satu pun dari Sorloth maupun Haaland yang bermain buruk pada laga melawan Brasil.
“Justru sebaliknya. Mereka tampil luar biasa dalam bertahan dan juga berkontribusi dalam serangan. Namun, situasi pertandingan menuntut kami untuk menggunakan tipe pemain yang berbeda,” kata Solbakken.