TVRINews – Foxborough, Amerika Serikat

Winger Prancis Michael Olise kini berada di ambang masalah besar dalam pertandingan perempat final melawan Maroko di Piala Dunia.

FIFA telah mempertahankan keputusan kartu kuning yang diberikan kepada pemain sayap Prancis, Michael Olise, dalam kemenangan 1-0 atas Paraguai di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan menolak banding dari Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). 

“Kami menerima pemberitahuan dari FIFA pagi ini dan kartu tersebut tetap berlaku,” ujar sang pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps dalam konferensi pers di Foxborough, Amerika Serikat (AS), tempat Les Bleus akan menghadapi juara Afrika, Maroko, pada hari Kamis sore atau Jumat (10/07/2026) dini hari WIB, dalam laga pertama perempat final kompetisi tersebut.

Pada hari Minggu, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) telah meminta FIFA untuk membatalkan kartu kuning yang diterima Olise pada masa tambahan waktu saat melawan Paraguai, menyusul insiden keributan dengan Matias Galarza.

Olise, 24 tahun, dijatuhi sanksi oleh wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev, pada menit ke-90+7 meskipun ia tidak menyentuh wajah Galarza—seperti yang terlihat dalam tayangan televisi—sementara pemain Paraguai tersebut melakukan simulasi seolah-olah diserang oleh pemain Prancis itu dalam insiden tersebut dan langsung menjatuhkan diri ke tanah. 

Setelah mencatatkan lima assist dalam lima pertandingan, Olise berisiko absen di babak semifinal—jika Prancis (juara tahun 1998 dan 2018 serta runner-up tahun 2022) berhasil lolos ke babak berikutnya—apabila ia kembali menerima kartu kuning saat melawan Maroko.

Jika tim Eropa tersebut melaju, Olise akan memiliki catatan disiplin yang bersih, sama seperti pemain mana pun yang terlibat di semifinal.

Selain penyerang dari klub Jerman FC Bayern Munchen itu, rekan senegaranya Bradley Barcola dan Manu Kone, juga terancam sanksi larangan bermain dalam pertandingan melawan Maroko—tim peringkat keempat tahun 2022. 

Pemenang laga ini akan menghadapi Spanyol (juara tahun 2010 dan pemegang gelar Eropa)—yang menyingkirkan Portugal di babak 16 besar (1-0)—atau Belgia (peringkat ketiga tahun 2018) di fase berikutnya. 

Berbeda dengan Prancis, tuan rumah bersama AS mendapati FIFA menangguhkan—selama masa percobaan satu tahun—sanksi larangan bermain satu pertandingan yang dijatuhkan kepada penyerang Folarin Balogun; pemain ini sebelumnya dikeluarkan dari lapangan akibat kartu merah langsung saat kemenangan atas Bosnia-Herzegovina (2-0) di babak 32 besar.

Penyerang tersebut dapat bermain melawan Belgia dan tampil sebagai starter di babak 16 besar setelah adanya intervensi kepada FIFA oleh Presiden AS Donald Trump, namun ia tidak mampu mencegah timnya tersingkir akibat kekalahan dari tim Eropa tersebut (4-1).