TVRINews – Zagreb, Kroasia

Setelah sembilan tahun menangani Tim Nasional Kroasia, Zlatko Dalic mengundurkan diri usai tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat melawan Portugal.

Tersingkirnya Kroasia dari Piala Dunia 2026 tidak hanya menandai berakhirnya kiprah gelandang dan kapten Luka Modric, tetapi juga kiprah Zlatko Dalic. 

Setelah sembilan tahun menakhodai Tim Nasional Kroasia, sang pelatih memutuskan untuk mundur menyusul tersingkirnya mereka di babak 32 besar Piala Dunia ini saat menghadapi Portugal. 

Tersingkirnya Vatreni—julukan Timnas Kroasia—memang diwarnai kontroversi akibat tiga gol mereka yang dianulir, terutama gol yang dicetak Josko Gvardiol pada saat-saat terakhir pertandingan. 

Kepergian Dalic bersamaan dengan Modric, menandai berakhirnya generasi emas Kroasia—generasi yang menempatkan negara Balkan tersebut dalam peta sepak bola dunia.

“Pelatih kepala, terima kasih atas segalanya: kemenangan, prestasi, keberhasilan lolos kualifikasi, medali, semangat kebersamaan, rasa saling menghormati, serta komitmen tak tergoyahkan Anda dalam berjuang demi Kroasia, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tulis Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X. 

Dalic, bersama Luka Modric, merupakan sosok kunci di balik Timnas Kroasia yang memikat dunia sepak bola dalam dua Piala Dunia terakhir. 

Pada edisi 2018 di Rusia, Vatreni berhasil mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, setelah menyingkirkan Inggris di semifinal dan kalah dari Prancis di partai final.

Empat tahun kemudian, di Qatar 2022, Kroasia kembali mencapai semifinal namun kalah dari Argentina dan finis di peringkat ketiga. Vatreni juga menjadi finalis UEFA Nations League 2023 karena kalah dari Spanyol melalui adu penalti. Namun, performa Kroasia di Kejuaraan Eropa tidaklah sama.