TVRINews – Edinburgh, Skotlandia

Suporter Timnas Skotlandia banyak yang tak mampu membeli tiket pertandingan Piala Dunia 2026.

Menteri Pertama Skotlandia, John Swinney, mengirimkan surat kepada FIFA yang berisi permintaan untuk menurunkan harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026. Ia tergerak melakukan hal ini karena banyak pendukung Timnas Skotlandia yang tak mampu membeli tiket.

Penetapan harga dinamis yang diberlakukan FIFA untuk tiket Piala Dunia 2026 banyak mendapat kritik. Kebijakan tersebut membuat harga tiket melonjak tajam dan menjadikan edisi ke-23 ini sebagai Piala Dunia termahal dalam sejarah.

Antusiasme penggemar Skotlandia untuk menyaksikan langsung Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni mendatang sangat besar. Mereka tak mau ketinggalan penampilan tim berjuluk Tartan Army setelah 28 tahun penantian.

"Tartan Army adalah pendukung terbesar di dunia dan mengikuti Skotlandia ke seluruh dunia. Sangat mengecewakan bahwa terlalu banyak dari mereka yang tidak mampu membeli tiket Piala Dunia pertama kami dalam hampir 30 tahun," kata John Swinney, dikutip dari Sunday Mail, Minggu (5/4/2026).

Swinney bersurat kepada FIFA dan mendesak agar badan yang dipimpin Gianni Infantino itu mengubah kebijakan penetapan harga. Sepak bola sebagai olahraga paling populer seharusnya lebih mementingkan suporter ketimbang keuntungan.

"Saya telah menulis surat kepada FIFA untuk menyerukan penetapan harga yang adil. Piala Dunia adalah acara yang seharusnya dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin orang. Sepak bola seharusnya tentang penggemar, bukan keuangan," ia menambahkan.

Harga tiket Piala Dunia 2026 mengalami kenaikan pada pekan ini. Tiket final Piala Dunia 2026 termahal yang pertama kali dijual FIFA pada Desember 2025 seharga Rp148 juta kini naik menjadi Rp187 juta.

Fluktuasi harga tiket Piala Dunia 2026 ini sudah beberapa kali terjadi. Berbagai pihak mengajukan keluhan kepada FIFA, namun tak mendapatkan respons positif. FIFA menegaskan penetapan harga dinamis yang dilakukan telah sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tuan rumah.

Dalam suratnya kepada FIFA, Swinney meminta adanya perubahan kebijakan. Keberhasilan Skotlandia menembus Piala Dunia 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Namun, impian mereka untuk memberi dukungan langsung kepada Scott McTominay dan kawan-kawan terhalang oleh mahalnya harga tiket.

"Kemenangan kami melawan Denmark menghasilkan pemandangan yang luar biasa ketika orang-orang di seluruh Skotlandia merayakan salah satu momen paling membanggakan dalam sejarah olahraga kami baru-baru ini. Steve Clarke dan tim telah menanamkan rasa percaya diri dan kebanggaan di negara kami yang hanya dapat diberikan oleh olahraga nasional," ujarnya.

Meski banyak mendapat protes terkait mahalnya harga tiket, FIFA beranggapan Piala Dunia 2026 jauh lebih diminati dibanding edisi sebelumnya. Pada Januari lalu, FIFA menyebut telah menerima 500 juta pemesanan tiket pertandingan.