Penyerang berpengalaman Iran, Sardar Azmoun, tidak masuk skuad sementara Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Teheran, Iran
Sardar Azmoun mengungkapkan bahwa ketika remaja dirinya pernah menerima tawaran besar untuk membela negara lain dengan bayaran besar, namun ia menolak dan tetap memilih Iran.
Penyerang senior Timnas Iran, Sardar Azmoun, menyampaikan pesan emosional di media sosial setelah dirinya dicoret dari skuad sementara Iran untuk Piala Dunia 2026. Dalam unggahan panjang yang dipublikasikan pada Rabu (21/5/2026), Azmoun menegaskan cintanya kepada Iran dan tetap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya yang akan tampil di turnamen tersebut.
Pemain berusia 31 tahun itu sebelumnya tidak masuk dalam daftar awal skuad yang diumumkan pelatih Amir Ghalenoei pada 16 Mei 2026 lalu. Sebuah fakta yang ironi mengingat Azmoun sendiri merupakan pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Timnas Iran.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, menyebut Azmoun mengalami cedera. Namun, sejumlah laporan media pada Maret lalu mengabarkan bahwa sang striker sempat dikeluarkan dari tim nasional setelah mengunggah foto pertemuannya dengan penguasa Dubai, Uni Emirat Arab, yakni Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, di media sosial.
Kontroversi itu muncul di tengah memanasnya hubungan Iran dan Uni Emirat Arab akibat konflik regional yang dipicu serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Azmoun yang saat ini bermain di liga Uni Emirat Arab pun dituding tidak loyal oleh sebagian media Iran.
Dalam unggahannya, mantan pemain Bayer Leverkusen dan AS Roma itu tampak menanggapi tudingan tersebut secara langsung.
“Saya ingin berbicara dari lubuk hati saya tentang beberapa hal yang mungkin tidak diketahui banyak orang, atau tentang sejumlah kesalahpahaman yang membuat sebagian orang terlalu cepat menghakimi saya,” ujar Azmoun secara tertulis di akun media sosialnya.
“Saya selalu bermain untuk tim nasional dengan penuh kebanggaan. Saat kami menang, saya bangga terhadap diri saya dan rekan-rekan setim. Saat kami kalah, saya lebih sedih daripada siapa pun di dunia ini, sama seperti mereka,” ia menambahkan.
“Saya mencintai sepak bola, dan saya mencintai rakyat negara saya, Iran, yang baik dan pantas mendapatkan yang terbaik. Orang-orang yang kebaikan dan dukungannya yang tidak pernah goyah selalu memberi saya energi,” ia menjelaskan.
Azmoun, yang berasal dari minoritas etnis Turkmen di Iran, juga mengungkapkan bahwa ketika masih remaja dirinya pernah menerima tawaran besar untuk membela negara lain.
“Saya pernah menerima tawaran finansial yang sangat besar untuk bermain bagi negara lain. Jawaban saya saat itu adalah: ‘Saya adalah anak Iran, dan saya ingin bermain untuk rakyat saya dan membuat mereka bahagia.’”
“Saya berjanji kepada diri sendiri bahwa setiap kali bermain untuk Iran, saya akan memberikan segalanya demi membawa kebahagiaan kepada masyarakat yang mencintai sepak bola. Terutama anak-anak di kota-kota kecil dan desa-desa terpencil yang merayakan kemenangan kami,” Azmoun menuturkan.
“Di mana pun saya bermain sepak bola, identitas saya, hati saya, dan kebanggaan saya tetap Iran,” ucapnya. Dalam akhir pesannya, Azmoun tetap memberikan dukungan kepada Tim Melli yang akan tampil dalam ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli mendatang.
“Saya mendoakan kesuksesan dan kebanggaan bagi para pemain, staf pelatih, dan terutama Amir Khan di Piala Dunia,” ia menuliskan. “Pergilah dan tampil luar biasa, teman-teman saya. Buat hati rakyat Iran bahagia.”
Saat ini skuad Iran tengah menjalani pemusatan latihan di Turki sebelum terbang ke Amerika Serikat pada awal Juni mendatang untuk mengikuti turnamen akbar yang akan melibatkan 48 negara tersebut.