Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps. Foto:
TVRINews - New York, Amerika Serikat
Faktor utama keunggulan Les Bleus terletak pada kondisi pemain dan kehadiran Mbappe.
Gelombang kalkulasi di atas meja-meja analis finansial dunia rupanya tengah bergeser ke arah hamparan rumput hijau menjelang sepak mula Piala Dunia 2026. Di tengah hiruk-pikuk persiapan fisik para pesepak bola, sejumlah pakar ekonomi internasional justru sibuk mengolah data statistik hingga akhirnya menempatkan tim nasional Prancis sebagai kandidat terkuat peraih trofi juara.
Ajang sepak bola paing bergengsi sejagat tersebut diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Piala Dunia 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang.
Pertandingan antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan menjadi laga pembuka yang menandai dimulainya Piala Dunia 2026. Laga perdana tersebut diprediksi menyedot perhatian ratusan juta pasang mata pencinta sepak bola dari seluruh dunia.
Kantor berita terkemuka, Reuters, baru saja merilis hasil survei yang melibatkan para ahli dari berbagai belahan dunia. Jajak pendapat tersebut secara khusus meminta pandangan dari 160 pakar ekonomi mengenai peta kekuatan tim peserta.
Berdasarkan akumulasi data yang dikumpulkan, tim nasional Prancis sukses menempati posisi teratas pilihan para responden. Hasil kalkulasi akhir menunjukkan Les Bleus menjadi skuad yang paling dijagokan untuk keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2026.
Sebanyak 35 persen dari total responden yang berpartisipasi survei tersebut memilih Prancis. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan torehan yang didapatkan oleh negara-negara pesaing lainnya.
Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Spanyol yang membuntuti di bawahnya dengan ketat. La Furia Roja berhasil mengamankan dukungan dari para pakar ekonomi sebesar 31 persen.
Kondisi sebaliknya justru dialami oleh Argentina yang datang dengan status mentereng sebagai juara bertahan. Skuad Albiceleste harus puas tertahan di peringkat ketiga setelah hanya mampu mengantongi sembilan persen suara.
Melengkapi peta persaingan di posisi lima besar, kekuatan sepak bola Eropa lainnya juga turut memanaskan bursa kandidat. Portugal bertengger di posisi keempat setelah berhasil mengumpulkan tujuh persen dukungan.
Posisi terakhir dalam jajaran lima tim teratas ditempati Inggris yang mengantongi enam persen suara. Kombinasi persentase dari kelima negara ini mencerminkan dominasi poros sepak bola Eropa dan Amerika Latin di panggung dunia.
Faktor pengalaman pahit pada edisi sebelumnya disinyalir menjadi alasan utama di balik tingginya tingkat kepercayaan para ekonom terhadap Prancis. Kekalahan dramatis pada partai puncak di Qatar justru dinilai menjadi modal motivasi tambahan yang sangat berharga bagi tim.
"Setelah kekecewaan pada final 2022, Prancis tampaknya memiliki modal yang sangat bagus untuk meraih hasil lebih baik kali ini," kata Cathal Kennedy, ekonom senior di RBC yang berbasis di London, Inggris, kepada Reuters.
Komposisi pemain yang merata di setiap lini juga menjadi poin krusial yang membuat skuad Prancis sangat diunggulkan. Perpaduan antara pemain senior yang matang dan pilar muda potensial dianggap memberikan stabilitas yang sangat baik bagi kedalaman tim.
"Skuad ini masih mempertahankan sejumlah anggota tim yang mencapai final lalu, yang kini tengah mencapai puncak karier mereka, dan dilengkapi dengan kemunculan beberapa pilar dari kubu Paris Saint-Germain," ucapnya.
Faktor lini serang Prancis yang dihuni sejumlah pemain bintang juga menjadi pembeda utama sehingga ditakuti barisan belakang lawan. "Selain itu, mereka juga akan diperkuat oleh Kylian Mbappe yang berada dalam kondisi sangat bugar untuk turnamen ini."