Wasit FIFA asal Argentina, Facundo Tello. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Toronto, Kanada
Berdasarkan regulasi terbaru, lemparan ke dalam maupun tendangan gawang harus dilakukan dalam waktu lima detik. Jika melewati batas, penguasaan bola diberikan ke tim lawan.
Laga antara Kanada kontra Bosnia-Herzegovina di Toronto Stadium, Kanada, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut, wasit menerapkan aturan anyar yang dirancang untuk mengurangi praktik mengulur waktu di lapangan.
Momen bersejarah itu terjadi dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Toronto. Pada babak kedua, Bosnia-Herzegovina mendapatkan kesempatan melakukan lemparan ke dalam. Namun, para pemain tampaknya lupa bahwa FIFA telah memberlakukan aturan baru terkait batas waktu pelaksanaan lemparan ke dalam dan tendangan gawang.
Berdasarkan regulasi terbaru, lemparan ke dalam maupun tendangan gawang harus dilakukan dalam waktu lima detik. Jika melewati batas tersebut, penguasaan bola akan diberikan kepada tim lawan.
Bek Bosnia-Herzegovina yang pernah memperkuat Arsenal, Sead Kolasinac, menjadi pemain pertama yang terkena dampak aturan tersebut di ajang Piala Dunia. Saat timnya berusaha mempertahankan hasil pertandingan, Kolasinac terlihat berjalan santai menuju bola untuk melakukan lemparan ke dalam.
Para pemain Kanada segera menyadari pelanggaran tersebut dan memberi isyarat kepada wasit. Pengadil asal Argentina, Facundo Tello, kemudian menghentikan permainan dan membalikkan penguasaan bola kepada Kanada karena Bosnia-Herzegovina dianggap terlalu lama melakukan lemparan ke dalam.
Keputusan itu langsung menarik perhatian para penonton dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak penggemar sepak bola memuji tindakan tegas sang wasit.
Dikutip dari The Sun, Sabtu (13/6/2026), salah seorang suporter menulis, “Keputusan yang luar biasa.” Pengguna media sosial lainnya berkomentar, “Momen yang sangat baik untuk sepak bola.” Ada pula yang memuji kinerja Tello dengan menulis, “Kepemimpinan wasit yang sangat baik dari Facundo Tello.”
Komentar lain berbunyi, “Tidak ada lagi mengulur waktu dalam sepak bola!” sementara seorang penggemar menambahkan, “Sangat ceroboh sampai bisa lupa dengan aturan seperti itu.”
Aturan lima detik tersebut merupakan salah satu dari sejumlah perubahan yang diterapkan selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli. FIFA berharap regulasi baru ini dapat membuat pertandingan berjalan lebih cepat dan mengurangi waktu yang terbuang akibat taktik mengulur waktu.
Selain itu, pemain kini diperbolehkan memasuki area teknis ketika kiper sedang mendapatkan perawatan medis. FIFA juga menerapkan aturan baru terkait pergantian pemain.
Dalam regulasi tersebut, pemain yang ditarik keluar wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik. Jika pemain terlalu lama keluar dari lapangan, maka pemain pengganti harus menunggu tambahan satu menit sebelum diizinkan masuk.
Sempat Jadi Sorotan di Arsenal
Menariknya, isu mengulur waktu sempat menjadi sorotan sepanjang musim lalu, terutama terkait Arsenal, klub yang pernah diperkuat Kolasinac. Tim asal London itu beberapa kali dikritik karena terlalu lama mengambil situasi bola mati.
Bahkan, kebiasaan tersebut disebut turut merugikan Arsenal pada final Liga Champions. Saat itu, wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama sebelum Bukayo Saka sempat mengirimkan umpan dari tendangan sudut, ketika Arsenal masih unggul 1-0.
Lawan mereka, Paris Saint-Germain, kemudian mampu bangkit pada babak kedua dan memaksakan pertandingan hingga adu penalti. Pada akhirnya, PSG keluar sebagai juara setelah Arsenal kalah dalam drama tos-tosan, termasuk setelah Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penaltinya.
Penerapan aturan baru di laga Kanada kontra Bosnia-Herzegovina menunjukkan keseriusan FIFA dalam memberantas praktik mengulur waktu. Jika konsisten diterapkan, regulasi tersebut berpotensi mengubah cara tim mengelola tempo pertandingan di masa mendatang.