TVRINews - New York, Amerika Serikat

Mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026 dinilai memicu penurunan jumlah penonton.

Deretan kursi kosong yang terlihat saat berlangsungnya pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan menghadapi Republik Ceko di Estadio Guadalajara, Meksiko pada Jumat (12/6/2026) jadi pembahasan hangat.

Piala Dunia 2026 yang dibanggakan FIFA menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah seolah luntur karena rendahnya minat penonton langsung ke stadion. Perdebatan mengenai mahalnya harga tiket pun kembali muncul.

Perdebatan semakin mengemuka karena pertandingan tersebut berlangsung di Guadalajara, salah satu kota dengan tradisi sepak bola yang kuat di Meksiko. Banyak pengamat menilai stadion seharusnya mampu menarik jumlah penonton yang lebih besar, terutama dalam ajang sekelas Piala Dunia.

Sejumlah suporter yang hadir menilai harga tiket menjadi faktor utama yang membuat banyak kursi tidak terisi. Mereka menganggap biaya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung terlalu tinggi bagi sebagian penggemar sepak bola.

FIFA melaporkan kehadiran penonton laga Korea Selatan vs Ceko yang resmi adalah 44.985 penonton. Akan tetapi, tidak sedikit yang meragukan kebenarannya dan menganggap otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut sengaja melebih-lebihkannya.

FIFA menolak tudingan tersebut. Mereka memastikan data kehadiran yang dibagikan kepada publik dihitung berdasar jumlah tiket yang dipindai, bukan berapa banyak yang sedang duduk di kursi tribune.

"Angka kehadiran resmi mencerminkan jumlah tiket yang dipindai serta jumlah penonton yang berada di area stadion, bukan berapa banyak orang yang sedang duduk di kursi tertentu pada suatu waktu selama pertandingan berlangsung," demikian pernyataan resmi FIFA, dikutip dari Reuters, Sabtu (13/6/2026).

Mahalnya Tiket Terus Dikritik

Mahalnya harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026 membuat FIFA banyak mendapat kritik. Sejumlah kelompok suporter secara lantang dan tegas menyuarakan ketidaksukaan mereka terhadap kebijakan FIFA tersebut.

Mereka menilai kenaikan harga tiket pada edisi kali ini berpotensi membatasi akses bagi penggemar biasa dan membuat Piala Dunia semakin sulit dijangkau oleh kalangan yang selama ini meramaikan atmosfer pertandingan.

Meski banyak mendapat kritik, Presiden FIFA Gianni Infantino membela kebijakan harga yang diterapkan. Menurutnya, harga tiket masih sebanding dengan berbagai ajang olahraga internasional besar lainnya. 

FIFA juga menyatakan bahwa penjualan tiket secara keseluruhan menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan lebih dari enam juta tiket telah terjual dan permintaan yang disebut melampaui ekspektasi.

Akan tetapi, pemandangan kursi kosong di beberapa pertandingan tetap menjadi sorotan. Bagi para kritikus, hal tersebut menunjukkan bahwa tingginya harga tiket dapat memengaruhi tingkat keterisian stadion, bahkan di negara yang memiliki basis penggemar sepak bola yang besar.