TVRINews - Miami, Amerika Serikat

Selain ancaman badai, para fans Skotlandia juga diminta melupakan tradisi long march atau pawai berjalan kaki menuju stadion sebelum pertandingan.

Suporter Timnas Skotlandia yang akan datang ke Piala Dunia 2026 mendapat peringatan serius dari otoritas Miami terkait ancaman badai hurikan dan cuaca ekstrem selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat.

Tartan Army, julukan suporter Skotlandia, dipastikan akan datang dalam jumlah besar untuk mendukung Skotlandia yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 28 tahun. Salah satu laga paling dinanti adalah pertandingan fase grup melawan Brasil yang akan digelar di Florida pada 24 Juni 2026 waktu setempat.

Namun, pihak berwenang di Miami mengingatkan bahwa wilayah tersebut sedang memasuki musim badai hurikan (topan) yang resmi dimulai pada 1 Juni 2026. Dalam beberapa tahun terakhir, musim badai di kawasan itu kerap menimbulkan kerusakan besar dan gangguan serius.

Direktur Miami-Dade Department of Emergency Management, Pete Gomez, mengatakan pihaknya sangat khawatir terhadap para suporter dari berbagai negara yang belum terbiasa menghadapi fenomena hurikan.

“Kami sangat khawatir dan ingin menyampaikan pesan ini kepada semua orang,” ujar Gomez, dikutip dari The Sun, Jumat (29/5/2026).

“Kami akan kedatangan fans dari Skotlandia, Portugal, Arab Saudi, Brasil, Uruguai, dan Kolombia yang mungkin tidak tahu apa itu badai hurikan dan seberapa besar dampak yang bisa ditimbulkannya,” ia menambahkan.

Dijelaskan Gomez, bahwa tim penanggulangan darurat Miami sudah melakukan persiapan intensif untuk menghadapi kemungkinan terburuk selama turnamen berlangsung.

“Tim kesiapsiagaan darurat kami mengadakan sekitar 32 pertemuan setiap pekan untuk mempersiapkan pertandingan dan kami juga telah menjalankan banyak simulasi bencana,” ucapnya.

“Jika Tuhan melarang, hal itu benar-benar terjadi, kami harus punya rencana. Dan kami memang sudah memilikinya,” Gomez menambahkan.

Selain ancaman badai, para fans Skotlandia juga diminta melupakan tradisi long march atau pawai berjalan kaki menuju stadion sebelum pertandingan. Pihak penyelenggara menilai cuaca panas dan kelembapan tinggi di Miami sangat berbahaya bagi suporter yang tidak terbiasa dengan kondisi tersebut.

Direktur Public Safety and Security Miami Host Committee, Greg Terp, mengatakan tradisi pawai suporter memang menjadi bagian penting dari budaya sepak bola Skotlandia, tetapi situasi cuaca di Florida berbeda jauh dengan kondisi di Eropa.

“Banyak fans, seperti suporter Skotlandia misalnya, punya tradisi pawai besar dan itu merupakan bagian besar dari sebuah pertandingan bagi mereka,” kata Terp.

“Kami mencoba berbicara dengan kelompok-kelompok suporter ini lebih awal karena mereka belum memahami kondisi cuaca, kelembapan udara, dan dampaknya terhadap tubuh mereka.”

Peringatan serupa juga disampaikan oleh ahli meteorologi pemerintah Amerika Serikat untuk wilayah Miami, Robert Garcia. Ia mengakui bahwa penyelenggara harus bekerja ekstra keras dalam menyampaikan edukasi kepada para pengunjung Piala Dunia.

“Ini adalah pertama kalinya kami mendukung acara sebesar ini di tengah musim badai hurikan,” ujar Garcia.

“Kami harus mengasumsikan orang-orang akan minum alkohol. Karena itu, pesan kami harus jauh lebih keras untuk menjelaskan pentingnya menjaga hidrasi dan risiko cuaca panas,” ia menambahkan.

Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah dengan jumlah peserta mencapai 48 negara dan digelar di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko. Kondisi cuaca ekstrem di sejumlah kota tuan rumah diperkirakan menjadi salah satu tantangan besar bagi suporter maupun penyelenggara selama turnamen berlangsung.