Panini masih akan menemani penggemar kartu koleksi dan striker di Piala Dunia 2026 dan 2030. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Rio de Janeiro, Brasil
Belum lama ini Polisi Sipil Rio de Janeiro, Brasil, menyita ratusan ribu stiker palsu Panini untuk Piala Dunia 2026.
Panini Group, perusahaan asal Italia yang memproduksi kartu koleksi (trading cards) atau stiker resmi yang sangat populer di kalangan kolektor, terutama untuk tema sepak bola, sudah tidak akan bekerja sama lagi dengan FIFA setelah Piala Dunia 2030.
Itulah mengapa menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni sampai 19 Juli mendatang, koleksi kartu dan stiker mereka mulai makin dicari.
Masalahnya, mereka yang akan mengoleksi album stiker Panini khusus Piala Dunia 2026 ini wajib lebih berhati-hati saat melakukan transaksi. Pasalnya, belakangan banyak kartu dan stiker Panini palsu beredar di pasaran.
Belum lama ini, Polisi Sipil Rio de Janeiro mengamankan sekitar 200 ribu stiker Panini palsu di ibukota Brasil tersebut. Setelah jumpa pers dan menganalisis barang-barang palsu tersebut, pihak berwenang akan memusnahkannya.
Yang mengkhawatirkan, kemungkinan besar bukan hanya itu saja produk palsu yang beredar. Dengan album Piala Dunia 2026 yang membutuhkan 980 stiker untuk diselesaikan—berkat format 48 tim yang diperluas—permintaan akan paket stiker lebih tinggi daripada sebelumnya, para kolektor pun semakin rentan terhadap produk palsu saat mereka berlomba untuk menyelesaikan buku tersebut.
Setelah mengungkap stiker palsu Panini itu, Polisi Sipil Rio de Janeiro merilis video yang menjelaskan sejumlah cara bagi para kolektor untuk mengidentifikasi kartu-kartu Panini palsu tersebut.
Menurut otoritas Brasil, stiker-stiker palsu lebih banyak memakai bahan lebih tebal ketimbang produk-produk Panini. Jika disentuh akan terasa lebih kasar atau kualitasnya rendah.
Kualitas cetakan (hasil print) juga biasanya lebih rendah. Karena itu gambar foto yang terlihat menjadi kurang tajam atau sedikit pudar jika dibanding produk asli.
Ciri khas mencolok lain yang membedakan produk Panini palsu dan asli adalah bagian belakang stiker. Banyak stiker palsu tidak memiliki merek dan cetakan resmi Panini sama sekali.
Harga juga bisa menjadi tanda peringatan utama. Jika kemasan atau stiker individual dijual jauh di bawah harga ritel standar, ada kemungkinan besar itu palsu.
Bagi kolektor, keaslian penting bukan hanya untuk melengkapi album, tetapi juga karena nilai jangka panjang yang dapat dimiliki stiker tertentu. Misalnya, stiker paralel hitam Panini yang sangat langka dan hanya ada satu, dapat bernilai sangat tinggi di pasar penjualan kembali.
Sebagai contoh, satu-satunya stiker Lionel Messi berwarna hitam edisi terbatas terjual (di Shop Soccer Special Editions) dengan harga rekor 139.200 dolar AS (sekitar Rp2,48 miliar) setelah kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022.
Jadi, menemukan stiker yang konon langka ternyata palsu tentu saja akan sangat mengecewakan bagi kolektor mana pun.