TVRINews – Boston, Amerika Serikat

Kai Havertz menanggapi dingin komentar soal Timnas Jerman terburuk, yang kini turun di Piala Dunia 2026.

Kai Havertz akan menjadi salah satu ancaman bagi Timnas Paraguai saat menghadapi Timnas Jerman di babak 32 besar. Pertandingan yang berlangsung di Boston Stadium, Amerika Serikat (AS), itu rencananya akan disiarkan langsung di TVRI Sport dan TVRI Nasional pada Selasa (30/06/2026) mulai pukul 02.30 dini hari WIB. 

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, penyerang milik Arsenal FC itu menegaskan bila ia dan rekan-rekannya di Die Mannschaft tidak terlalu memedulikan kritik dari sejumlah analis dan pakar sepak bola yang ditujukan kepada Timnas Jerman. 

Pertandingan melawan Paraguai pada Selasa dini hari WIB nanti juga memiliki arti khusus bagi Havertz. Pasalnya, inilah untuk kali pertama ia turun di babak gugur bersama Timnas Jerman, setelah hanya dua kali bermain di fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar.

“Ini akan jadi pertandingan pertama saya di tahap ini di Piala Dunia. Kami telah menunjukkan tekad kuat untuk menang, dan ini akan menjadi pertandingan yang menarik. Kita lihat saja nanti bagaimana jalannya pertandingan,” ujar penyerang berusia 27 tahun itu. 

“Secara umum, saya menyukai laga-laga besar seperti ini dan merasa nyaman dalam situasi tersebut. Saya tentu saja berharap bisa terus melangkah lebih jauh. Untuk itu, kami harus bekerja keras dan percaya pada diri sendiri.”

Saat ditanyakan soal kekompakan dan soliditas Timnas Jerman di lapangan, mantan penyerang Bayer Leverkusen dan Chelsea FC itu menjelaskan hubungan antarpersonal di tim terbilang erat dan mereka bertekad ingin menampilkan performa terbaik. 

“Untuk pertandingan melawan Paraguai, saya rasa kami bisa melaju. Kami sudah lama saling mengenal, jadi menurut saya kami tidak perlu lagi berupaya lebih jauh untuk saling mengenal satu sama lain; meski terkadang waktu memang dibutuhkan karena kami terbiasa bermain bersama rekan setim di klub,” tutur Havertz.

Setelah debut untuk Timnas Jerman pada 9 September 2018, Havertz sudah 61 kali dimainkan dengan mencetak 24 gol. Itu termasuk empat golnya dari lima pertandingan Piala Dunia 2022 (2 laga, 2 gol) dan 2026 (3 laga, 2 gol). 

Dua gol terakhir Havertz dicetak saat Jerman melumat Curacao, 7-1, pada laga pertama Grup E Piala Dunia 2026, 15 Juni lalu di Houston, AS.

Hampir genap delapan tahun membela Die Mannschaft, tentu Havertz mengetahui kualitas tiap-tiap generasi selama ia berseragam Jerman. Karena itu, ia enteng saja merespons anggapan bahwa ini adalah skuad Jerman terburuk dalam beberapa tahun terakhir. 

“Saya tidak mempermasalahkan hal itu, dan saya tidak terlalu memedulikannya. Ada banyak ‘ahli’ (analis, pengamat, dan pakar) sepak bola di negara kami. Tetapi bisa saya katakan bahwa kami tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan orang lain,” kata Havertz.