Bintang Timnas Prancis, Zinedine Zidane, merayakan golnya di final Piala Dunia 1998. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Saint-Denis, Prancis
Final Piala Dunia 1998 antara Prancis dan Brasil menampilkan dua bintang dengan performa berbeda, Zinedine Zidane dan Ronaldo.
Final Piala Dunia 1998 menjadi panggung Zinedine Zidane bersama Timnas Prancis. Playmaker dengan nomor 10 ini mencetak dua gol yang membawa Les Bleus menang 3-0 atas Brasil dalam laga yang digelar di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Prancis.
Pertandingan puncak Piala Dunia 1998 tersebut terjadi pada 12 Juli 1998, disaksikan 75 ribu penonton. Wasit pemimpin pertandingan adalah Said Belqola (Maroko) sekaligus wasit pertama asal Afrika yang memimpin laga final dalam sejarah Piala Dunia.
Final Piala Dunia 1998 mempertemukan tuan rumah Prancis dan juara bertahan Brasil (Juara Piala Dunia 1994). Keduanya ke final dengan melalui hasil yang berbeda. Prancis asuhan Aime Jacquet, memperlihatkan sebagai tim yang bukan hanya produktif melainkan juga solid di pertahanan.
Dalam fase grup, Prancis mencetak 9 gol dan hanya kemasukan 1 gol. Les Bleus menang 3-0 atas Afrika Selatan, menggulung Arab Saudi 4-0, lalu memukul Denmark 2-1. Sedangkan di 16 besar, mereka menang 1-0 atas Paraguai lewat perpanjangan waktu.
Di perempat final, Les Blues memperlihatkan bagaimana meladeni Timnas Italia dengan pertahanan yang kokoh. Skor 0-0 bertahan hingga extratime untuk kemudian adu penalti di mana Prancis menang 4-3. Sementara di semifinal, Prancis menyingkirkan Timnas Kroasia dengan skor 2-1 yang membuat mereka melangkah ke final.
Sementara itu, Brasil ke final dengan membawa catatan 14 gol dan kemasukan 7 gol. Di fase grup, Tim Samba menang 2-1 atas Skotlandia, 3-0 atas Maroko, dan kalah 1-2 dari Norwegia. Di fase knockout, Brasil mengalahkan Cile 4-1, memukul Denmark 3-2, dan imbang 1-1 lawan Belanda sebelum menang adu penalti 4-2.
Brasil memang memiliki mesin gol produktif dalam diri Ronaldo Nazario yang mencetak 4 gol di Piala Dunia 1998 ini. Mereka juga punya pencetak gol lainnya yaitu Bebeto, Cesar Sampaio, dan Rivaldo, yang masing-masing mencetak 3 gol.
Sedangkan Prancis, Thierry Henry pemain paling produktif dari aspek gol yaitu mengoleksi tiga gol di Piala Dunia 1998 ini. Baik Prancis dan Brasil tampil di final sebagai skuad yang pada masa itu merupakan pemain berkelas bintang di klub atau sepak bola Eropa.
Ronaldo Nazario contohnya, datang ke Piala Dunia 1998 setelah membawa Inter Milan juara Piala UEFA 1997-1998, dia juga memenangkan penghargaan individu yaitu Pemain Terbaik Dunia (FIFA) 1996, 1997, meraih gelar Sepatu Emas 1996-1997 sekaligus juga top scorer La Liga di musim yang sama saat masih di Barcelona.
Setahun sebelumnya pula, Ronaldo Nazario terpilih sebagai pemenang Ballon d'Or (1997) sebuah gelar individu paling prestisius dalam karier pemain profesional. Di Prancis sebelum Piala Dunia 1998 ini, ada Zinedine Zidane yang membawa Juventus juara Liga Italia dua musim beruntun (1996-1998) dan dua kali beruntun ke final Liga Champions di musim yang sama.
Ronaldo Antiklimaks
Di final, Zinedine Zidane yang bersinar sementara Ronaldo Nazario sedikit memberikan kontribusi bagi timnya di laga krusial tersebut. Bahkan, pers Eropa menggambarkan kehadiran Ronaldo seperti "zombie", ada namun tidak terasa perannya.
Apa yang terjadi terhadap R9 saat itu menjadi isu tersendiri jelang dan selama serta sesudah final itu terjadi. Hanya sekitar 72 menit sebelum kick-off, Timnas Brasil mengajukan daftar pemain untuk final tanpa nama Ronaldo.
Diketahui bahwa sang pemain tengah sakit. Rekan setimnya, Roberto Carlos, melihat Ronaldo demam di tempat tidurnya, mengigil dengan mulut sedikit berbusa. Sang pemain kemudian dibawa ke rumah sakit. Lalu, hanya beberapa saat sebelum final berlangsung, namanya kembali masuk dalam daftar skuad untuk final.
Minimnya performa Ronaldo serta kekalahan Brasil di final, menjadi antiklimaks dari performa pemain yang berjulukan Il Fenomeno itu di Piala Dunia 1998 ini. Sedangkan Prancis terus bersinar hingga menit-menit terakhir final Piala Dunia ini.
Zinedine Zidane mencetak dua gol yang identik di final ini yang keduanya diciptakan lewat tandukan dengan memanfaatkan tendangan sudut. Gol pertama yang tercipta di menit ke-27 berawal dari tendangan sudut di sisi kiri pertahanan Brasil dari umpan Emmanuel Petit.
Zinedine Zidane yang berada di belakang pemain Brasil melompat menanduk bola tersebut yang tidak dapat diantisipasi kiper Tim Samba, Claudio Taffarel. Sedangkan gol kedua terjadi di menit ke-45+1 dari tendangan sudut dari sisi kanan pertahanan Tim Samba.
Youri Djorkaeff yang melepaskan umpan tendangan sudut tersebut dan lagi Zinedine Zidane yang berada di belakang pemain Brasil melompat menanduk bola tersebut yang tidak dapat dijangkau Claudio Taffarel. Sedangkan gol ketiga Prancis diciptakan Emmanuel Petit setelah memanfaatkan asis Patrick Vieira.
Emmanuel Petit mencetak gol tersebut dengan tembakan kaki kirinya, memberikan efek bola meluncur sedikit menyilang dan mendatar ke gawang Timnas Brasil. Prancis tampil di final dengan permainan yang meyakinkan. Permainan mereka mengalir dan dengan penguasaan bola yang sangat baik.
Bahkan, Les Bleus tetap mendominasi meski mereka sudah harus bermain dengan 10 pemain setelah Marcel Desailly mendapatkan kartu kuning kedua (kartu merah) di menit ke-68. Prancis pun berhasil menjadi juara Piala Dunia 1998, yang saat itu merupakan gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka.
Skema dan Susunan Pemain
Dalam final Piala Dunia 1998 ini, pelatih Timnas Prancis, Aime Jacquet menggunakan skema 4-3-1-2 dengan Zinedine Zidane sebagai playmaker di belakang duet Stephane Guivarc'h dan Youri Djorkaeff.
Di belakang mereka ada trio gelandang yaitu Didier Deschamps yang merupakan kapten Les Bleus, bersama Emmanuel Petit dan Christian Karembeu. Sedangkan empat beknya adalah Frank Leboeuf dan Marcel Desailly. Lilian Thuram sebagai bek kanan dan Bixente Lizarazu sebagai bek kiri. Fabien Barthez ada di bawah mistar.
Sementara itu, pelatih Mario Zagallo menggunakan pola 4-4-2, mengandalkan serangan dua bek sayap yaitu Cafu di kanan dan Roberto Carlos di kiri. Bersama Aldair dan Junio Baiano, keempatnya mengawal gawang yang dijaga kiper Claudio Taffarel.
Carlos Dunga dan Cesar Sampaio sebagai gelandang yang berada di depan pertahanan. Leonardo dan Rivaldo menjadi gelandang kanan dan kiri yang pergerakannya dari dalam hingga ke sisi lapangan. Ronaldo dan Bebeto sebagai duet di lini depan.
Dalam final ini, Aime Jacquet menurunkan Alain Boghossian, Christophe Dugarry, dan Patrick Vieira sebagai pemain pengganti. Sedangkan di sisi Brasil ada Denilson dan Edmundo yang tampil dari bangku cadangan.
Fakta Menarik dari Final Piala Dunia 1998
1. Dua gol tandukan Zinedine Zidane merupakan gol ketiga Prancis di Piala Dunia 1998 ini yang tercipta dari tandukan memanfaatkan tendangan sudut. Satu gol lainnya diciptakan Laurent Blanc di 16 besar lawan Paraguai yang merupakan gol Golden Goal.
2. Dengan gelar ini, Prancis saat itu menjadi negara kedua sebagai tuan rumah yang memenangkan Piala Dunia setelah sebelumnya diraih Argentina pada Piala Dunia 1978.
3. Dalam Piala Dunia 1998 ini pula, Prancis datang sebagai tim yang berada di peringkat ke-18 FIFA, peringkat terendah untuk tim yang memangkan Piala Dunia.
4. Prancis juga menjadi tim satu-satunya dalam sejarah yang juara Piala Dunia ketika mereka mendapatkan tiga kartu merah selama turnamen berlangsung.
5. Kekalahan 0-3 Brasil pada saat itu, merupakan kekalahan terbesar yang dialami Tim Samba dalam sejarah mereka tampil di Piala Dunia.