TVRINews – Jakarta

Piala Dunia tidak selalu menghadirkan kenangan manis, termasuk bagi empat kiper yang mengalami kebobolan terbanyak dalam satu edisi turnamen.

Tampil di Piala Dunia menjadi impian besar para pemain. Membela tim nasional di ajang sepak bola paling bergengsi sejagat menempatkan mereka dalam catatan sejarah negara masing-masing.

Akan tetapi, tidak semua penampilan di Piala Dunia berakhir dengan kisah manis. Ada juga kepahitan yang akan terus melekat dalam diri karena hasil yang tidak memuaskan.

Salah satu yang menarik dibahas adalah jumlah kebobolan yang dialami seorang kiper dalam satu edisi Piala Dunia. Mengutip data dari berbagai sumber, ada empat kiper yang gawangnya paling banyak dibobol.

1. Hong Deok-young (Korea Selatan)

Hong Deok-young menempati posisi teratas kiper paling banyak kebobolan dalam satu edisi Piala Dunia. Sebanyak 16 gol bersarang ke dalam gawangnya saat membela Korea Selatan di Piala Dunia 1954.

Dalam penampilan pertama di turnamen besutan FIFA tersebut, tim berjuluk Taeguk Warriors itu tergabung ke dalam Grup 2 bersama Hungaria, Jerman Barat, dan Turki. Karena format Piala Dunia edisi ini berbeda dari sebelumnya, Korea Selatan hanya perlu menjalani dua laga di fase grup.

Pertandingan pertama yang mereka lakoni melawan Hungaria berakhir dengan kekalahan 0-9. Menghadapi Turki di laga selanjutnya, Korea Selatan takluk tujuh gol tanpa balas.

2. Kalle Svensson (Swedia)

Kalle Svensson membela Swedia dalam dua edisi Piala Dunia, yakni 1950 dan 1958. Namun, turnamen pertamanya menjadi pengalaman yang cukup berat bagi sang penjaga gawang.

Tampil dalam lima pertandingan, ia kemasukan sebanyak 15 kali. Dua gol pertama bersarang ke gawangnya saat Swedia menang 3-2 atas Italia. Berikutnya, giliran Paraguai yang mencetak dua gol dalam laga yang berkesudahan imbang 2-2.

Kalle Svensson berkali-kali memungut bola dari dalam gawangnya saat Swedia bertemu tuan rumah Brasil di putaran final Piala Dunia 1950. Tim berjuluk Blagult ini takluk dengan skor 1-7.

Ia gagal menjaga gawangnya dari kebobolan pada dua laga berikutnya, yakni saat Swedia kalah 2-3 dari Uruguai dan menang 3-1 atas Spanyol.

3. Henry Francillon (Haiti)

Haiti mengukir sejarah untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia 1974. Henry Francillon menjadi salah satu andalan dalam tim yang dibesut oleh Antoine Tassy. Ia selalu bermain dalam tiga pertandingan fase grup.

Tergabung ke dalam Grup 4, lawan yang dihadapi Haiti tidaklah mudah. Mereka harus melawan Italia, Argentina, dan Polandia yang memiliki sederet pemain berkualitas.

Wakil Concacaf itu tak bisa berbuat banyak. Tiga kekalahan dialami dengan jumlah kebobolan sebanyak 14 kali. Tiga gol pertama dialami saat kalah 1-3 dari Italia.

Polandia memporakporandakan pertahanan Haiti dengan tujuh gol tanpa balas pada laga selanjutnya. Menghadapi Argentina dalam pertandingan pamungkas Grup 4, mereka takluk 1-4.

4. Julio Cesar (Brasil)

Piala Dunia 2014 berakhir mengecewakan bagi Brasil selaku tuan rumah. Mereka gagal mempersembahkan gelar juara, dan gawangnya terlalu banyak dibobol lawan.

Julio Cesar yang menjadi andalan Brasil turun dalam tujuh pertandingan hingga ke perebutan tempat ketiga. Gawang yang ia kawal dibobol sebanyak 14 kali oleh lawan.

Kekalahan paling menyesakkan terjadi pada semifinal. Menghadapi Jerman di Stadion Mineirao, tim berjuluk Canarinha takluk dengan skor 1-7. Performa buruk tersebut berlanjut saat perebutan tempat ketiga, dengan kekalahan tiga gol tanpa balas dari Belanda.

Rentetan hasil buruk itu menghapus solidnya pertahanan Brasil. Karena pada laga-laga sebelumnya, paling banyak mereka kemasukan dalam satu pertandingan adalah satu kali, yakni saat melawan Kroasia, Kamerun, Cili, dan Kolombia.