Momen ketika Cristiano Ronaldo membentak wasit asal Meksiko, Arturo Ramos, di Piala Dunia 2018. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Guadalajara, Meksiko
Pada Piala Dunia 2018, di laga Uruguai vs Portugal, Cristiano Ronaldo mendapatkan kartu kuning jelang pertandingan akan berakhir.
Kenangan Piala Dunia bukan hanya milik pemain atau pelatih, melainkan juga wasit. Setidaknya, itulah yang disampaikan pengadil asal Meksiko, Cesar Arturo Ramos. Bukan kenangan luar biasa memang tapi tetap akan diingat wasit FIFA ini. Kenangan tentang sikap kapten dan bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo.
Bagi wasit pemimpin pertandingan, mengakhiri laga tanpa kartu memberikan catatan tersendiri. Namun, Cesar Arturo Ramos pada akhirnya harus mengeluarkan kartu dan itu dilakukannya di detik-detik pertandingan akan berakhir. "Saat itu sekitar 30 detik sebelum pertandingan akan berakhir, dan itu adalah pertandingan 16 besar Piala Dunia yang (harusnya) tanpa kartu," kata Cesar Arturo Ramos, kepada FOX, akhir April lalu.
Bagi cesar Arturo Ramos, kartu kuning terpaksa dia keluarkan dari sakunya karena sikap Cristiano Ronaldo yang dinilai melanggar peraturan. Tidak menghormati wasit salah satu yang membuat pemain bisa mendapatkan kartu. Beruntung saat itu Cristiano Ronaldo tidak langsung mendapatkan kartu merah.
Saat itu, setelah laga berakhir di mana Portugal tersingkir karena kalah 1-2 dari Uruguai, perilaku Cristiano Ronaldo pun menjadi sorotan. CR7 melakukan protes yang terlihat agresif terhadap wasit. Cristiano Ronaldo dengan ekspresi marah menghadapi wasit Cesar Arturo Ramos, berteriak tepat di wajah wasit. Cristiano Ronaldo melakukan itu karena dia merasa wasit tidak memutuskan bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap rekan setimnya.
Mantan wasit internasional, Graham Poll, menggambarkan tindakan Ronaldo sebagai "pertunjukan yang memalukan". Dia menyatakan tidak sepantasnya Cristiano Ronaldo "berteriak di depan wajah" wasit. Perilaku Cristiano Ronaldo sebenarnya memperlihatkan sikap frustrasi sepanjang pertandingan karena menghadapi pertahanan terorganisir Uruguai.
Bahkan, sepanjang babak pertama bergulir, Cristiano Ronaldo tidak memiliki kesempatan memainkan bola di jantung pertahanan Uruguai. Dia juga praktis tidak mendapatkan kesempatan untuk melepaskan tembakan.
Dalam laga tersebut, Portugal memang datang ke Piala Dunia yang digelar di Rusia ini dengan ekspektasi tinggi setelah mereka memenangkan gelar Piala Eropa 2016. Namun demikian, harapan mereka untuk meneruskan sukses tersebut di ajang Piala Dunia tidak terwujud.
Uruguai dalam laga tersebut sudah mencetak gol lewat Edinson Cavani saat laga baru berjalan tujuh menit. Portugal kemudian menyamakan kedudukan melalui gol Pepe di menit ke-55. Namun, Edinson Cavani kembali mencetak gol di laga ini pada menit ke-62, sekaligus mendepak Portugal dari turnamen ini.
Di detik-detik laga akan berakhir, peristiwa Cristiano Ronaldo protes kepada wasit pun terjadi. "Itu adalah refleksi sikap frustrasi dari sang kapten. Dalam permainan Ketika dia mengira rekannya mendapatkan pelanggaran, dia datang, protes kepada saya," kata Cesar Arturo Ramos.
"Awalnya, saya tidak melihat siapa yang mendatangi saya, saya hanya melihat seorang pemain berlari kencang ke arah saya. Tiba-tiba dia sudah di depan saya, berteriak di dekat wajah saya menyatakan bahwa harusnya itu pelanggaran. Momen itu terjadi sekitar 30 detik pertandingan akan berakhir dan itu adalah putaran 16 besar Piala Dunia yang harusnya tanpa kartu," kata Cesar Arturo Ramos lagi.
Cesar Arturo Ramos mengatakan bahwa intensitas protes tersebut memaksanya untuk bertindak sesuai aturan yang kemudian memberikan kartu kepada Cristiano Ronaldo. “Saya berpikir, apa yang terjadi di sini? Jadi saya bertindak sesuai aturan. Dia terus mendekati saya, menatap mata saya, mundur selangkah, mencoba mendekat, dan saya mengarahkan tangan untuk menghentikannya. Dengan kontak mata itu, dia sepertinya menyadarinya, dia lalu mundur, permainan dimulai kembali, dan tidak lama pertandingan berakhir.”
Sikap Hormat Cristiano Ronaldo
Kenangan tersebut diakui Cesar Arturo Ramos menjadi momen yang selalu dia ingat. Pada akhirnya, wasit FIFA ini menyatakan di akhir pertandingan, situasi itu berakhir dengan penuh hormat di antara keduanya.
“Cristiano Ronaldo mengucapkan selamat tinggal setelahnya, di akhir pertandingan. Bagi saya, itu adalah tanda penghormatan. Satu-satunya kartu dalam pertandingan itu diberikan kepadanya, dan foto ketika dia berterak tepat di depan wajah saya tersebar ke seluruh dunia. Itu adalah momen yang akan selalu saya kenang sepanjang karier saya," kata Cesar Arturo Ramos.
Adegan itu dengan cepat menjadi viral dan tetap menjadi salah satu gambar paling ikonik dari Piala Dunia 2018, yang menangkap tekanan dan emosi dalam pertandingan di fase gugur yang memang memberikan intensitas yang tinggi. Boleh jadi, itu hal yang biasa yang dihadapi wasit. Namun, tetap saja bagi Cesar Arturo Ramos, mengingat bagaimana Cristiano Ronaldo melakukan protes di detik-detik laga akan berakhir dengan berteriak di wajahnya jadi salah satu kenangan "spesial" dalam kariernya sebagai wasit.
Kini, Cesar Arturo Ramos akan kembali mengawal pertandingan Piala Dunia 2026. FIFA telah mengumumkan nama-nama wasit yang akan menjadi pengadil dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini mulai 11 Juni 2026 nanti.
Cesar Arturo Ramos yang kini berusia 42 tahun merupakan wasit sarat pengalaman. Bahkan, disebut-sebut dia memiliki peluang untuk menjadi wasit laga final Piala Dunia 2026.
Pada Piala Dunia 2022 lalu, Cesar Arturo Ramos memimpin laga krusial seperti semifinal antara Prancis vs Maroko pada 14 Desember 2022. Dalam kariernya, dia telah memimpin tujuh pertandingan Piala Dunia.