Tim nasional sepak bola Spanyol. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat
Spanyol akan menghadapi Austria dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 yang akan bergulir malam ini atau Jumat (3/7/2026) dini hari WIB.
Bagi Spanyol, sepak bola dimainkan 11 lawan 11, bukan satu lawan satu antara kiper dan eksekutor penalti. Dimainkan dengan penguasaan bola, seperti saat mereka memenangkan gelar Piala Dunia 2010 dan sebelumnya Piala Eropa 2008 dengan gaya tikitaka. Ya, apapun nama strateginya untuk meraih kemenangan, Spanyol tentu setuju. Asalkan jangan adu penalti.
Malam ini atau Jumat (3/7/2026), Spanyol akan menghadapi Austria dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang akan menentukan bagi kedua tim untuk melangkah lebih jauh, ke 16 besar. Dari 10 laga 32 besar Piala Dunia 2026 yang telah selesai, ada dua yang ditandai dengan adu penalti dan keduanya menempatkan dua tim besar menjadi korban yaitu yaitu Jerman dan Belanda.
Meski memang hanya dua pertandingan, namun itu tampaknya sudah cukup memberikan alarm bagi Spanyol. Kekalahan Jerman dari Paraguai dan Belanda dari Maroko memperlihatkan kejamnya drama adu penalti. Dan, tim asuhan Luis de la Fuente bisa saja menghadapi situasi tersebut saat lawan Austria dalam laga malam ini.
Apakah mereka sudah siap? "Tentu saja kami telah berlatih adu penalti. Dan kami melakukannya dalam sesi latihan sebelum pertandingan. Kami mengerjakan semuanya," kata bek Timnas Spanyol, Grimaldo sebelum tim meninggalkan Chattanooga menuju Los Angeles, tempat di mana La Roja akan menghadapi Austria di 32 besar malam ini.
Di Stadion Los Angeles Stadium nanti, Spanyol akan memulai tahap Piala Dunia di mana tidak ada pilihan lain selain melanjutkan atau pulang. Spanyol memang memiliki kenangan buruk tentang penalti.
Bahkan, Spanyol memiliki rekor terburuk dalam adu penalti Piala Dunia di antara tim nasional lainnya. Satu-satunya sukses mereka dalam adu penalti adalah di Piala Dunia 2002 silam saat menyingkirkan Republik Irlandia di 16 besar. Dalam laga tersebut, pertandingan berakhir dengan 1-1 setelah perpanjangan Waktu.
Laga dilanjutkan dengan adu penalti. Meski Spanyol menang 3-2 dan lolos ke perempat final, namun fakta ada dua pemain mereka yang gagal saat itu dalam mengeksekusi tendangan dari 12 pas ini yaitu Juanfran dan Juan Valeron. Drama adu penalti di Piala Dunia 2002 tersebut satu-satunya rapor bagus Spanyol dari situasi saat laga harus ditentukan dengan satu lawan satu. Namun, di Piala Dunia ini pula mereka tersingkir karena adu penalti, kalah dari Korea Selatan.
Ada empat adu penalti yang menjegal Spanyol. Mereka kalah dari Belgia dalam perempat final pada Piala Dunia 1986), lalu pada fase yang sama juga terjadi di Piala Dunia 2002 Ketika disingkirkan Korea Selatan. Ya, sukses mengalahkan Republik Irlandia di Piala Dunia 2002 tidak berlanjut saat mereka menghadapi Korea Selatan. Sedangkan di Piala Dunia 2018, mereka singkirkan tuan rumah Rusia dalam 16 besar.
Terakhir, dalam Piala Dunia 2022, Spanyol gagal karena kalah adu penalti lawan Maroko di 16 besar. Kegagalan di Piala Dunia 2022 tersebut bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Spanyol kalah 0-3 dalam adu penalti di mana tiga pemain mereka secara bergantian gagal mencetak gol dalam adu penalti tersebut. Mereka adalah Pablo Sarabia, Carlos Soler, dan Sergio Busquets.
Ketiga pemain tersebut barisan pemain Spanyol yang mengalami trauma kegagalan mencetak gol dari duel adu penalti. Mereka adalah Eloy Jose Prendes di Piala Dunia 1986, Joaquin Sanchez (2002), Koke dan Aspas (2018). Kini, apakah akan ada lagi nama yang akan menambah daftar trauma Spanyol malam ini saat lawan Austria? Bagi pasukan Luis de la Fuente, akan lebih baik laga ditentukan dengan 90 menit atau setidaknya menit tambahan. Yang berarti mereka harus mengalahkan Austria sebelum laga ditentukan dengan adu penalti.