Pelatih Timnas Aljazair, Vladimir Petkovic. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Vancouver, Kanada
Laga Swis vs Aljazair di 32 besar akan bergulir pada Kamis (2/7/2026) atau Jumat pagi WIB.
Pertandingan Aljazair lawan Swis mempertemukan kembali Vladimir Petkovic dengan mantan tim asuhannya. Pelatih yang kini berusia 62 tahun tersebut memang pernah menangani Swis sejak 2014 hingga 2021. Tujuh tahun Vladimir Petkovic menangani tim nasional yang berjulukan A-Team tersebut.
Kini, dia akan kembali bertemu dengan Swis dalam posisi yang berbeda. Laga Swis vs Aljazair di 32 besar akan bergulir pada Kamis (2/7/2026) atau Jumat pagi mulai pukul 09.00 WIB. Vladimir Petkovic membawa Aljazair lolos ke 32 besar sebagai peringkat ketiga terbaik Grup J di bawah Argentina dan Austria.
Terkait laga ini, Vladimir Petkovic memang menjadi sorotan karena Swis adalah tim yang pernah berada di bawah kepelatihannya. Namun, dia menegaskan bahwa masa lalu tersebut tidak akan memengaruhi laga kedua tim. Vladimir Petkovic, menepis anggapan bahwa kedekatannya dengan para pemain Swiss akan membuat perbedaan ketika kedua tim bertemu.
"Dunia sepak bola itu universal, semua orang saling mengenal. Tidak ada rahasia nyata yang tersisa dalam permainan ini. Saya rasa mengenal seseorang atau orang lain bukanlah keuntungan besar," kata Vladimir Petkovic, terkait laga lawan Swis nanti.
Vladimir Petkovic menjadi pelatih yang berjasa bagi sejumlah pemain Swis saat ini. Dalam skuad Swis yang di bawah asuhan Murat Yakin, ada sejumlah pemain yang memang mendapatkan debut bersama Timnas Swis karena peran dari Vladimir Petkovic saat dirinya masih menangani tim ini. Mereka adalah Breel Embolo, Manuel Akanji, Denis Zakaria, bahkan Granit Xhaka.
Breel Embolo mendapatkan penampilan pertamanya bersama Timnas Swis di bawah asuhan Vladimir Petkovic pada Maret 2015. Manuel Akanji melakukan debut seniornya di bawah Vladimir Petkovic dalam pertandingan persahabatan melawan Kepulauan Faroe pada Juni 2017.
Lalu ada Denis Zakaria mendapatkan debutnya bersama Timnas Swis di bawah asuhan Vladimir Petkovic pada Mei 2016 melawan Belgia. Sedangkan Granit Xhaka menjadi kapten Timnas Swis juga di masa kepelatihan Vladimir Petkovic.
Karena itu, wajar jika kemudian ada penilaian bahwa ini memberikan keuntungan bagi Vladimir Petkovic di laga nanti. Dalam hal ini, dia telah mengenal dengan baik sejumlah pemain Swis yang bahkan merupakan pemain andalan di tim tersebut saat ini.
"Seperti halnya saya mengenal para pemain, para pemain juga mengenal saya. Dan merupakan suatu kehormatan besar untuk menghadapi mereka, akan sangat menyenangkan untuk bertemu dan menyapa mereka," kata Vladimir Petkovic. "Tetapi setelah itu, para pemain akan turun ke lapangan. Dan saya tentu mengharapkan pertandingan yang sulit," dia menambahkan.
Kedekatan Vladimir Petkovic juga karena dirinya memiliki kewarganegaraan Swis, dan keluarganya tinggal di negeri ini. Namun, dia mengatakan bahwa tidak akan ada waktu untuk sentimentalitas ketika ia menghadapi Swis. Bahkan, dia juga memiliki kedekatan dengan pelatih Swiss saat ini, Murat Yakin.
"Ini bukan Vladimir Petkovic melawan Murat Yakin. Ini Aljazair melawan Swis," kata Vladimir Petkovic lagi. Setelah Vladimir Petkovic meninggalkan Timnas Swis, tugasnya memang dilanjutkan oleh Murat Yakin.
"Saya bekerja di sana (Timnas Swis) selama tujuh tahun, dan itu sangat menyenangkan. Tetapi masa lalu adalah masa lalu. Tim Swis telah berevolusi dan berkembang, sama seperti tim kami," katanya lagi.
Jika ada sejumlah pemain Swis saat ini masa lalunya terkait dengan Vladimir Petkovic, begitu juga dengan Murat Yakin. Ketika Murat Yakin memulai karier kepelatihannya dan mendapatkan diploma kepelatihan, ia melakukan magang di bawah bimbingan Vladimir Petkovic.
Momen itu terjadi saat Vladimir Petkovic melatih klub Swis, Young Boys antara 2008 hingga 2011. Bertahun-tahun kemudian, Murat Yakin berkembang menjadi pelatih yang dikenal. Selain karena sebagai mantan pemain profesional, dia mendapatkan pelajaran kepelatihan dari mentornya ini.