TVRINews - San Francisco, Amerika Serikat

Di antara tiga tuan rumah, performa Meksiko sejak pertandingan pertama memperlihatkan hasil yang luar biasa.

Meksiko tampil di final dan juara boleh jadi kecil kemungkinannya, begitu juga dengan Amerika Serikat, apalagi Kanada. Namun, seringkali hal yang aneh atau mengejutkan kadang terjadi. Yang pasti, ketiga tuan rumah telah berhasil lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026.

Ya, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, ketiganya sudah berada di 16 besar Piala Dunia 2026. Jika ada penilaian bahwa tim tuan rumah memiliki keuntungan di Piala Dunia, maka sukses Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko adalah salah satu contohnya.

Kanada ke 16 besar setelah menyingkirkan Afrika Selatan, sedangkan Meksiko lolos dengan mengalahkan Ekuador, sementara Amerika Serikat baru saja memulangkan Bosnia dan Herzegovina. Dalam Piala Dunia 2026 ini, Amerika Serikat adalah tuan rumah utama sedangkan Kanada dan Meksiko berstatus sebagai Co-host atau rekan tuan rumah.

Meksiko memiliki sejarah luar biasa dalam sejarah turnamen ini. Mereka memang belum pernah juara namun ini ketiga kali dalam sejarah Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kemenangan Amerika Serikat atas Bosnia dan Herzegovina pada Rabu (1/7/2026) atau Kamis pagi WIB tadi membuat tiga tuan rumah di Piala Dunia 2026 ini telah memastikan tempat di 16 besar.

Sebelumnya, Kanada dan Meksiko yang lolos lebih dulu. Tiga tim tuan rumah lolos yang berarti juga sebuah sejarah tersendiri khususnya bagi CONCACAF federasi yang menaungi tiga tim ini. Tiga tim CONCACAF secara bersamaan lolos ke fase knockout ini sebelumnya hanya terjadi pada Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil.

Saat itu, Meksiko Amerika Serikat, dan Kosta Rika juga lolos ke fase gugur ini. Terbanyak yang pernah mencapai tahap ini dalam sejarah Piala Dunia. Dalam 16 besar, Meksiko akan menghadapi Inggris sementara Kanada akan menghadapi Maroko dan Amerika Serikat akan bertemu Belgia.

Ketiga negara tuan rumah kini akan mencoba melangkah lebih jauh dan meningkatkan representasi CONCACAF di antara delapan tim final Piala Dunia 2026. Di antara tiga tuan rumah di Piala Dunia 2026 ini, performa paling spektakuler diperlihatkan Meksiko.

Di bawah asuhan pelatih Javier Aguirre, El Tri telah memenangkan setiap pertandingan sejak Piala Dunia 2026 ini bergulir. Mereka juga tim yang belum kebobolan satu gol pun. Bahkan, dengan statistic tersebut mereka adalah tim paling seimbang di Piala Dunia.

Kemenangan telak di babak penyisihan grup dan kemenangan atas Ekuador di 32 besar, memperlihatkan El Tri kini sebagai salah satu kandidat kuat untuk membuat kejutan. Pencapaian Meksiko sejauh ini bahkan termasuk luar biasa, hasil yang tidak terduga.

Menang 2-0 atas Afrika Selatan, 1-0 atas Korea Selatan, 3-0 atas Republik Ceko, dan disusul dengan kemenangan 2-0 atas Ekuador. Total, Meksiko telah mengoleksi delapan gol dan belum satu pun kemasukan.

Julian Quinones yang telah mengoleksi tiga gol di Piala Dunia ini menjadi nama kejutan. Dia adalah penyerang Al Qadsiah, klub dari Liga Arab Saudi. Selain penyerang 29 tahun ini, Meksiko juga memperkenalkan kepada dunia pemain belia mereka yang baru berusia 17 tahun, Gilberto Mora.

Permainan Meksiko yang taktis, serangan yang dilakukan, membuat tim ini terlihat sebagai tim yang sudah lama bermain bersama-sama. Kekuatan inilah yang akan dihadapi Inggris dalam 16 besar nanti.

Jika Meksiko bersinar di Piala Dunia 2026 ini, performa Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino juga tidak buruk. Satu-satunya kekalahan mereka adalah melawan Turki, tim yang saat laga itu terjadi, merupakan tim yang sudah tersingkir.

Kemenangan atas Bosnia dan Herzegovina di 32 besar menegaskan bahwa The Stars and Stripes sejauh ini mampu memaksimalkan status mereka sebagai tuan rumah dengan dukungan fans. Kini, Christian Pulisic dan kawan-kawan akan menghadapi Belgia. Dengan rapor tiga kali menang dan mengalami satu kekalahan, Amerika Serikat memiliki lebih dari cukup peluang untuk untuk melangkah ke fase lebih jauh lagi.

Negara tuan rumah yang paling menderita adalah Kanada, tetapi mereka masih mampu bertahan. Mengawali turnamen ini dengan hasil imbang lawan Bosnia dan Herzegovina di fase grup, tim asuhan Jesse Marsch ini kemudian menggulung Qatar dengan skor 6-0. Sehingga kekalahan dari Swis di laga terakhir fase grup tidak lagi berpengaruh.

Di babak 32 besar, mereka menang di menit-menit terakhir melawan Afrika Selatan dengan gol dari Stephen Eustaquio. Di 16 besar, mereka akan menghadapi Maroko yang tangguh, yang sebelumnya telah menyingkirkan Belanda dari turnamen ini.

Kini, perhatian terhadap mereka semakin besar. Meksiko dan Amerika Serikat, didukung oleh dukungan suporter tuan rumah yang antusias, membidik prestasi yang lebih tinggi. Kanada juga melanjutkan momentumnya dengan berharap kepada penyerang mereka, Jonathan David yang mencetak hat-trick di laga lawan Qatar.