TVRINews – Philadelphia, Amerika Serikat

Graham Arnold menilai anak asuhnya menunjukkan permainan yang baik di babak pertama.

Kekalahan 0-3 dari Prancis tak membuat Irak merasa kehilangan kesempatan untuk lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 mewakili Grup I. Pelatih Graham Arnold menilai masih ada peluang tersisa saat mereka menghadapi Gana di laga pamungkas.

Bermain di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat pada Selasa (23/6/2026) pagi WIB, Irak dibuat tak berdaya oleh Prancis. Kylian Mbappe dua kali membobol gawang mereka, dan satunya lagi oleh Ousmane Dembele.

Hasil ini membuat Irak kini ada di dasar klasemen Grup I tanpa raihan poin. Mereka bernasib sama dengan Senegal yang juga kalah ketika menghadapi Prancis dan Norwegia.

Meski demikian, Arnold tak ingin anak asuhnya menyerah begitu saja. Mereka masih bisa mengincar jatah ke babak gugur melalui peringkat ketiga terbaik, asalkan mampu mengalahkan Senegal.

"Bagi saya sekarang, yang terpenting adalah Senegal. Dengan delapan tim peringkat ketiga yang bisa lolos, kami masih punya peluang," kata Arnold, dikutip dari Reuters.

Tiga kali dibobol oleh Prancis tak membuat pelatih asal Australia tersebut kehilangan rasa percaya kepada anak asuhnya. Ia justru memberi apresiasi karena di babak pertama, Irak mampu memberi perlawanan.

Situasinya menjadi rumit di babak kedua bukan tanpa alasan. Ia menyesalkan jeda waktu yang lama, sekitar dua jam untuk kembali ke lapangan karena hujan deras disertai angin kencang dan petir yang melanda.

Situasi tersebut membuat ritme permainan tim berjuluk Lions of Mesopotamia berubah. Mereka dua kali kebobolan karena kesalahan sendiri.

"Tidak banyak yang bisa saya lakukan selain mungkin menunjukkan cuplikasi babak pertama sedikit lebih lama saat jeda untuk memperlihatkan kepada para pemain area di mana Prancis sempat menyulitkan kami," ujar Arnold.

"Tetapi yang terpenting adalah para pemain harus duduk, rileks, tetap tentang, lalu mempersiapkan diri kembali ketika kami turun ke lapangan," ia menambahkan.

Arnold memberi pujian kepada Mbappe yang dinilai bermain luar biasa. Penyerang dengan kecepatan di atas rata-rata yang membuat anak asuhnya kesulitan untuk mengadang.

"Ia pemain yang luar biasa. Kecepatannya tidak bisa dihentikan. Itulah mengapa kami bertahan sedikit lebih lama daripada biasanya, karena jika Anda memberi ruang di belakang lini pertahanan dan Mbappe memiliki kecepatan seperti itu, ia akan menghancurkan Anda," tuturnya.