Xavi Simons, bintang Timnas Belanda yang harus absen di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - London, Inggris
Xavi Simons mengalami cedera lutut dan dipastikan tidak dapat tampil di Piala Dunia 2026.
Xavi Simons, bintang muda Timnas Belanda dan Tottenham Hotspur, harus melupakan impiannya untuk bermain di Piala Dunia 2026 setelah cedera lutut di laga Liga Inggris 2025-2026 saat menghadapi Wolves, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.
Penyerang sayap 23 tahun tersebut mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) lutut kaki kanannya. Cedera ACL adalah cedera di bagian jaringan ikat utama yang menghubungkan tulang paha dengan tulang kaki. Ini merupakan cedera serius yang membuat pemain harus absen selama berbulan-bulan.
Xavi Simons diperkirakan akan absen hingga 2027, yang berarti dia akan melewatkan Piala Dunia 2026. Ini tentu menjadi pukulan sangat telak bukan hanya bagi klubnya melainkan juga bagi Timnas Belanda. Tim berjulukan Oranje itu telah kehilangan pemain paling kreatif hanya kurang dari dua bulan Piala Dunia 2026 akan bergulir.
"Mereka bilang hidup itu bisa saja kejam... hari ini, itulah yang saya rasakan. Musim saya telah berakhir tiba-tiba dan saya masih berusaha mencernanya. Jujur, hati saya terluka. Yang saya inginkan hanyalah berjuang untuk tim... dan sekarang, kesempatan itu telah direbut dari saya, termasuk Piala Dunia," demikian Xavi Simons memberikan pernyataan melalui akun media sosialnya.
Xavi Simons adalah pemain generasi terkini yang muncul di sepak bola Eropa. Kini, Belanda akan menghadapi Piala Dunia tanpa kehadiran Xavi Simons. Tentu saja, akan ada pemain yang menggantikan tempat dan perannya.
Namun, kehilangan Xavi Simons berarti pula membuat Virgil van Dijk dan kawan-kawan kehilangan salah satu kekuatan utama mereka. Berikut ini, lima kehilangan bagi Belanda dari absennya Xavi Simons:
1. Kehilangan Pemain Kreatif
Simons telah berkembang menjadi playmaker utama untuk Timnas Belanda. Bahkan debutnya bersama Oranje dimulai di ajang Piala Dunia, tepatnya dalam 16 besar Piala Dunia 2022 silam. Saat itu, Xavi Simons diturunkan pelatih Louis van Gaal sebagai gelandang serang di menit ke-83 menggantikan Memphis Depay setelah Belanda sudah menang 3-1.
Sejak itu, Xavi Simons sudah bermain untuk Belanda dalam 34 pertandingan dengan mencetak 6 gol dan memberikan 5 asis. Dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, Xavi Simons hanya absen di dua dari delapan pertandingan Belanda. Xavi Simons diturunkan sebagai starter saat menggulung Malta 8-0 di mana dia ikut mencetak satu gol.
Lalu saat imbang 1-1 lawan Polandia dan menang 4-0 atas Lituania. Dalam laga uji coba lawan Ekuador pada akhir Maret 2026 lalu, Xavi Simons juga diturunkan sebagai starter. Dalam laga imbang 1-1 tersebut, Xavi Simons bermain sebagai gelandang kreatif di belakang Brian Brobbey yang tampil sebagai penyerang.
2. Kehilangan Kekuatan di Lini Serang
Lini serang Belanda dibangun di sekitar pergerakan Xavi Simons, Cody Gakpo, dan Donyell Malen. Selain itu, Denzel Dumfries dan Nathan Ake juga menjadi link bagi Xavi Simons dalam membangun serangan dengan memanfaatkan sisi kedua sayap Timnas Belanda.
Berbeda dengan seniornya seperti Frenkie de Jong, Xavi Simons pemain yang lebih cocok ditempatkan di sepertiga lapangan serangan timnya. Karakteristik permainannya yang lebih langsung ke depan, menjadi faktor penting dalam menciptakan ancaman di final third.
Kemampuannya untuk memberikan umpan dan membongkar pertahanan lawan sulit digantikan. Absennya Xavi Simons semakin membuat lini serang pasukan Ronald Koeman kehilangan kekuatannya, apalagi dengan kondisi Frenkie de Jong yang baru pulih dari cedera dan baru tampil lagi bersama klubnya.
3. Kehilangan Pemain Serbabisa
Xavi Simons pemain serbabisa, pemain yang memiliki kemampuan bermain di sejumlah posisi, terutama dalam perannya di sepertiga akhir lapangan. Xavi Simons dapat bermain sebagai penyerang sayap kiri, penyerang sayap kanan, dan gelandang serang. Itu merupakan tiga peran utama mantan bintang Paris Saint-Germain, PSV Eindhoven, dan RB Leipzig ini.
Menurut data Transfermarkt, Xavi Simons tampil dalam 77 laga sebagai gelandang serang, 71 laga sebagai penyerang sayap kiri, dan 27 laga di posisi penyerang sayap kanan. Namun demikian, dia juga 13 kali bermain sebagai penyerang, lima laga sebagai gelandang tengah, dan satu laga sebagai second striker.
Karena itu, Xavi Simons memberikan fleksibilitas dalam tim. Ini tentu sangat memudahkan bagi pelatih Ronald Koeman. Kini, tanpa Xavi Simons, Ronald Koeman kehilangan pemain yang memiliki fleksibilitas tersebut.
4. Kehilangan Pemain Reaktif
Salah satu contoh dari peran Xavi Simons dapat dilihat dari gol spektakuler ke gawang Inggris di semifinal Euro 2024. Xavi Simons saat itu membawa Belanda unggul lebih dulu lewat gol yang diciptakannya pada menit ke-7. Xavi Simons merebut bola dari Declan Rice, lalu membawanya ke dekat jantung pertahanan.
Gol tersebut diciptakan Xavi Simons dengan kaki kanannya lewat sebuah tembakan yang keras yang tidak dapat diantisipasi kiper Jordan Pickford. Gol-gol Xavi Simons banyak terjadi dari aksi-aksi reaktif seperti ini.
5. Kehilangan Elemen Penting
Xavi Simons salah satu pemain yang mendapatkan banyak menit bermain di Timnas Belanda asuhan Ronald Koeman. Dalam kualifikasi Piala Dunia, dari enam laga Xavi Simons diturunkan sebagai starter dalam tiga pertandingan, mencetak dua gol dan memberikan satu asis.
Dalam kualifikasi Piala Eropa 2024, Xavi Simons tampil dalam 8 pertandingan dengan 7 di antaranya sebagai starter. Lalu dalam uji coba, Xavi Simons bermain dalam lima laga dengan tiga di antaranya sebagai starter. Sedangkan di putaran final Liga Negara Eropa 2023, tampil dalam empat laga dengan dua di antaranya sebagai starter.
Xavi Simons masuk dalam 10 besar pemain yang paling sering diturunkan di era kepelatihan Ronald Koeman. Kini di posisi ketujuh setelah Virgil van Dijk (54 laga), Memphis Depay (40 laga), Denzel Dumfries (38), Donyell Malen (36), Wout Weghrst (36), Cody Gakpo (34), dan Xavi Simons (33). Tanpa Xavi Simons, Ronald Koeman harus merancang kembali sistem dan formasi permainan timnya.