TVRINews - Madrid, Spanyol

Juara Piala Eropa 2024 ditambah gelar UEFA Nations League 2023 menunjukkan bahwa pemain Spanyol telah memiliki pengalaman memenangi laga-laga besar.

Status Spanyol sebagai kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli 2026 bukan muncul tanpa dasar. 

Dalam beberapa tahun terakhir, La Roja menunjukkan perkembangan signifikan yang membuat mereka kembali ke level tertinggi sepak bola dunia.

Kombinasi performa di lapangan, kedalaman skuad, hingga kematangan taktik menjadikan Spanyol sebagai salah satu tim paling siap menghadapi turnamen besar. Apalagi kini mereka ditopang oleh deretan pemain bintang lintas generasi. 

Inilah enam alasan tim asuhan Luis de la Fuente itu layak difavoritkan untuk merebut trofi Piala Dunia dari tangan Argentina.

1. Momentum Juara Piala Eropa 2024

Alasan pertama terlihat dari momentum luar biasa yang mereka bangun setelah menjuarai Piala Eropa 2024 di Jerman. Spanyol tidak hanya menjadi juara, tetapi melakukannya dengan rekor sempurna, yakni tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan. 

Mereka mencetak total 15 gol sepanjang turnamen, atau rata-rata 2,14 gol per laga. Kontribusi pemain muda seperti Lamine Yamal dan Nico Williams di sektor sayap memberi dimensi baru dalam serangan, sementara ketajaman di lini depan memastikan dominasi itu berbuah hasil nyata.

2. Produktivitas Serangan yang Sangat Tinggi dan Konsisten 

Dalam rentang pertandingan kompetitif pasca-Piala Dunia 2022 hingga menjelang Piala Dunia 2026, Spanyol mencatat rata-rata sekitar 3,3 gol per pertandingan dan mampu mencetak gol dalam setiap laga, mencerminkan transformasi mereka menjadi tim yang jauh lebih klinis di depan gawang. 

Peran Alvaro Morata sebagai penyerang utama tetap penting, tetapi distribusi gol yang merata menjadi kekuatan utama. Pemain seperti Dani Olmo dan Ferran Torres juga sering muncul sebagai pembeda, membuat lini serang Spanyol tidak bergantung pada satu sosok saja.

3. Keseimbangan Lini Belakang dan Fondasi Kuat Lini Tengah 

Alasan ketiga datang dari keseimbangan lini belakang yang makin solid, dengan fondasi kuat dari pemain seperti Rodri yang berperan sebagai jangkar di lini tengah.

Spanyol hanya kebobolan rata-rata 1,3 gol per pertandingan dan mencatat clean sheet dalam 50 persen laga dalam rentang pertandingan kompetitif pasca-Piala Dunia 2022 hingga menjelang Piala Dunia 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dalam stabilitas pertahanan mereka.

Kehadiran Dani Carvajal di lini belakang memberikan pengalaman dan stabilitas, sementara organisasi tim secara keseluruhan membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.

4. Taktik yang Sulit Ditebak

Alasan keempat adalah evolusi taktik yang membuat mereka lebih fleksibel dan sulit ditebak. Spanyol memang masih mengandalkan penguasaan bola, tetapi kini bermain lebih direct dan agresif. 

Pemain seperti Pedri menjadi kunci dalam mengatur tempo, sementara akselerasi dari Yamal dan Nico Williams membuat permainan lebih vertikal. 

Pada Piala Eropa 2024, rata-rata penguasaan bola mereka berada di angka 54 persen. Tetapi diimbangi dengan sekitar 22 dribel per pertandingan, indikasi jelas perubahan gaya bermain yang lebih modern dan efektif.

5. Mental Juara yang Kembali Terbangun 

Spanyol memang pernah mencapai puncak dengan menjuarai Piala Dunia 2010, namun yang lebih penting adalah keberhasilan generasi sekarang. 

Prestasi di Piala Eropa 2024 ditambah gelar UEFA Nations League 2023 menunjukkan bahwa pemain seperti Rodri, Carvajal, dan Morata telah memiliki pengalaman memenangkan laga-laga besar, termasuk menghadapi tim kuat seperti Prancis dan Inggris di fase gugur.

6. Konsistensi Performa yang Jarang Dimiliki Timnas Lain

Spanyol mencatat rangkaian panjang tanpa kekalahan dalam laga kompetitif, menunjukkan stabilitas yang sangat penting menjelang turnamen besar. 

Dengan kombinasi pemain muda seperti Yamal dan Pedri serta sosok berpengalaman seperti Carvajal dan Morata, Spanyol mampu menjaga level permainan di berbagai situasi, bahkan ketika menghadapi tekanan tinggi.

Dengan enam alasan tersebut, Spanyol memiliki fondasi yang sangat solid untuk kembali bersaing di puncak sepak bola dunia. 

Jika mampu menjaga performa dan menghindari kesalahan di fase gugur, peluang mereka untuk mengulang kejayaan seperti di Piala Dunia 2010 bukan sekadar harapan, melainkan sesuatu yang sangat realistis.