TVRINews – London, Inggris

Eberechi Eze dinilai layak menjadi andalan Inggris di Piala Dunia 2026 setelah tampil impresif bersama Arsenal.

Eberechi Eze tampil gemilang saat Arsenal mengalahkan Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Emirates Stadium, Sabtu (25/4/2026). Performa baik yang ditunjukkan membuat pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel, didesak untuk memasukkannya dalam skuad Piala Dunia 2026.

Tampil selama 53 menit, ia melepaskan tiga tembakan ke gawang Newcastle, yang salah satunya menjadi gol. Berkat golnya tersebut, Arsenal sukses mengamankan tiga angka dengan keunggulan 1-0.

"Saya rasa kita harus memberikan banyak pujian kepada Eze karena itu adalah penyelesaian akhir yang luar biasa," puji Gary Lineker, mantan penyerang Inggris, dikutip dari Reader Arsenal.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menempatkan Eberechi Eze sebagai penyerang sayap kiri sejak awal pertandingan. Namun, ia harus ditarik keluar karena merasakan rasa sakit di kaki kirinya.

Situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran, karena belum lama ini ia juga mengalami cedera. Eze gagal bergabung dengan skuad Inggris saat uji coba melawan Uruguai dan Jepang pada Maret lalu. "Saya baik-baik saja, itu hanya tindakan pencegahan," katanya, dikutip dari Football London.

Dari 47 pertandingan bersama Arsenal di musim ini, Eze diplot sebagai penyerang sayap kiri sebanyak 11 kali. Pemain berusia 27 tahun tersebut lebih banyak berperan sebagai gelandang serang.

"Ini posisi yang berbeda, tetapi lebih tentang menempati ruang dan menemukan celah serta posisi berbeda untuk menyulitkan lawan. Saya mencoba menikmati sepak bola di mana pun berada," tuturnya.

Bertugas sebagai penyerang sayap kiri bukanlah hal baru bagi Eze. Saat masih membela Crystal Palace, ia juga kerap dimainkan di posisi tersebut tanpa mengurangi kontribusinya dibandingkan saat berperan sebagai gelandang serang.

Peran ganda itu juga terlihat saat ia dipanggil untuk memperkuat Inggris. Dari 16 penampilan, Eze delapan kali dipercaya mengisi posisi sayap kiri tim berjuluk The Three Lions.

Layak Jadi Starter Inggris

Kurang dari dua bulan menuju Piala Dunia 2026, perdebatan mengenai posisi yang tepat untuk Eberechi Eze di skuad Inggris terus mengemuka. Keputusan Thomas Tuchel mengenai hal ini sangat dinanti.

Posisi naturalnya sebagai gelandang serang tak bisa disia-siakan begitu saja. Ia memiliki kreativitas yang mumpuni dan tak kalah bagus dibandingkan dengan Jude Bellingham yang selama ini jadi andalan.

Akan tetapi, melihat kebutuhan skuad Inggris saat ini, tak sedikit yang berharap Tuchel menempatkannya sebagai penyerang sayap kiri. Untuk posisi ini, Eze bahkan dianggap layak menjadi starter.

Eze memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan Marcus Rashford dan Cole Palmer dalam perebutan tempat di sisi kiri serangan Inggris. Ia mampu mengolah bola di ruang sempit, sekaligus menciptakan peluang dengan visi permainan yang matang.

Selain itu, kontribusinya yang tetap terjaga meski dimainkan di posisi berbeda menjadi nilai tambah. Fleksibilitas ini memberi keuntungan bagi Tuchel dalam meracik variasi serangan tanpa harus mengorbankan kualitas permainan.