TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat

Luis de la Fuente berharap Lamine Yamal dan Nico Williams dapat tampil lebih baik lagi di laga selanjutnya, menghadapi Arab Saudi.

Langkah pertama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 jauh dari bayangan tentang kekuatan Tim Matador. Rodri dan kawan-kawan menghadapi tembok Tanjung Hijau yang membuat mereka hanya memetik satu poin dalam pertandingan pertama mereka di Grup H Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026) siang waktu setempat atau malam WIB.

Ketika mereka menghadapi tim dengan strategi bertahan, situasinya semakin tidak ideal karena sejak awal pula, La Roja asuhan Luis de la Fuente sudah bermain tanpa dua pemain sayapnya, Lamine Yamal dan Nico Williams. Kedua pemain muda ini baru diturunkan di babak kedua. Lamine Yamal di menit ke-69 sedangkan Nico Williams pada menit ke-87.

Bagi Lamine Yamal, ini juga bukan debut yang diimpikannya di Piala Dunia. Bintang 18 tahun ini memang akhirnya tampil dalam debutnya di Piala Dunia. Meski demikian, dengan situasi ini tentu menjadi debut yang mengecewakan.

Selain kedua pemain tersebut, Luis de la Fuente juga menurunkan Mikel Merino di menit ke-71 dan Dani Olmo di menit ke-81. Semua "kartu as" Spanyol sudah ditampilkan di Stadion Atlanta ini. Namun, Spanyol tetap tidak berhasil mencetak gol dalam pertandingan ini.

Kehadiran Lamine Yamal dalam pertandingan ini sempat membuat perubahan. Permainan Spanyol dari sisi sayap kanan menjadi lebih cepat. Kemampuan individu bintang Barcelona ini dalam melewati adangan bek kiri Tanjung Hijau juga berhasil.

Namun demikian, situasi tersebut tampaknya tidak didukung oleh kemampuan rekan setimnya dalam memanfaatkan peluang. Dengan hanya satu poin di pertandingan pertama, bukan hasil yang memang mereka harapkan.

Setelah pertandingan berakhir, Luis de la Fuente pun mengakui bahwa mereka memang menghadapi tim yang bermain dengan tujuan untuk tidak kalah. Dan, untuk meraih misi tersebut lawan mereka bermain dengan sepak bola bertahan.

“Kami harus tetap fokus pada ide yang sama. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kami kurang dalam hal ketepatan. Mereka sangat terorganisir, mereka bertahan begitu dalam, dan sangat sulit untuk menciptakan ruang," kata Luis de la Fuente.

Meski demikian, pelatih 64 tahun ini juga memberikan catatan kepada pemainnya. Dia menilai, kekurangan timnya di pertandingan ini bagaimana memanfaatkan penyelesaian akhir dengan lebih baik lagi. Tanjung Hijau memang bermain bertahan namun jika para pemainnya mampu membuat penyelesaian akhir lebih baik, hasilnya tentu akan berbeda.

“Kami perlu meningkatkan penyelesaian akhir. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kami kurang dalam hal ketepatan, umpan, dan kesegaran (ide)," kata Luis de la Fuente lagi. "Ada tembakan, peluang, dan keinginan untuk menyelesaikan pertandingan dengan cepat. Kami tahu ini sangat sulit, dan sangat sulit untuk menang di sini di pertandingan seperti ini.”

Keputusan Luis de la Fuente menurunkan Lamine Yamal dan Nico Williams, menurutnya bukan hanya untuk mengubah hasil melainkan juga membuat kedua pemain ini terbiasa dengan turnamen ini. Lamine Yamal dan Nico Williams memang baru pulih dari cedera sehingga mereka baru dapat diturunkan di pertengahan babak kedua.

“Tujuannya adalah secara bertahap memperkenalkan mereka dan memberi mereka waktu bermain. Saya yakin mereka akan lebih baik, saat melawan Arab Saudi di pertandingan berikutnya dan seterusnya (lawan Uruguai)," kata Luis de la Fuente.

Spanyol Unggul Segalanya

Dari statistik permainan, memperlihatkan Spanyol memang mendominasi dari segala aspek. Mereka mencatat penguasaan bola mencapai 62 persen berbanding dengan Tanjung Hijau yang hanya 28 persen.

Upaya untuk mendapatkan gol pun terlihat dari jumlah tembakan yang mereka dapat, mencapai 27 tembakan. Meski demikian, dari jumlah tersebut, hanya 7 tembakan di antaranya yang mengarah ke gawang.

Di sisi lain, operan di antara pemain Spanyol mencapai 804, sangat jauh dibandingkan dengan Tanjung Hijau yang hanya 304 kali operan. Upaya mencari gol dengan memanfaatkan lebar lapangan lewat umpan-umpan silang juga mencapai 40 kali.

Yang kurang dari Spanyol memang penyelesaian akhir. Mikel Oyarzabal yang diharapkan bisa menjadi pemain yang melakukan tugas tersebut justru beberapa kali terlihat jauh dari posisinya. Bintang Real Sociedad ini lebih banyak ikut membantu rekan setimnya dalam membongkar pertahanan Tanjung Hijau. Dengan situasi ini, Spanyol membutuhkan strategi yang lebih baik lagi khususnya dalam menyelesaikan peluang.

Spanyol akan menghadapi Arab Saudi dalam pertandingan kedua Grup H yang akan bergulir pada 21 Juni. Setelah itu, mereka menghadapi salah satu tim kuat dari Amerika Selatan, Uruguai pada 26 Juni nanti.