TVRINews - Jakarta, Indonesia

Lima laga perempat final tidak terlupakan dalam sejarah Piala Dunia, termasuk laga Argentina vs Inggris di Piala Dunia 1986.

Piala Dunia 2026 sudah di perempat final. Prancis tim pertama yang meraih kemenangan di fase ini setelah mengalahkan Maroko pada Kamis (9/7/2026) atau Jumat dini hari WIB. Laga perempat final lainnya akan bergulir malam ini antara Spanyol dan Belgia.

Sedangkan dua laga lainnya yaitu Norwegia vs Inggris dan Argentina vs Swis akan bergulir pada Sabtu (11/7/2026) atau Minggu dini hari dan pagi WIB. Dalam sejarah Piala Dunia, laga perempat final ditandai pula dengan laga-laga menarik dan tidak terlupakan.

Maroko menjadi tim yang pertama tersingkir setelah kalah dari Prancis. Sukses Maroko ke perempat final tidak hanya diwarnai dengan performa mengesankan Prancis melainkan juga sukses kiper Maroko, Yassine Bouno yang meredam penalti Kylian Mbappe.

Namun demikian, Maroko akhirnya harus mengakui kekuatan Les Bleus. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele menjadi pencetak gol tim asuhan Didier Deschamps yang membawa mereka ke semifinal. Terkait laga perempat final ini, berikut lima laga perempat final yang tidak terlupakan dalam sejarah Piala Dunia:

1. Piala Dunia 1986, Argentina vs Inggris

Argentina vs Inggris di Stadion Azteca, 22 Juni 1986, menjadi perempat final yang akan selalu dikenang sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia. Di fase perempat final yang digelar di Meksiko ini, ada dua momen terjadi dalam satu laga. Gol Hand of God yang diciptakan Diego Maradona dan Goal of the Century yang juga diciptakan Diego Maradona.

Gol kontroversial itu terjadi di menit-menit awal babak kedua. Berawal aksi Diego Maradona menembus adangan pemain Inggris, mengirimnya ke Jorge Valdano. Rekannya ini kemudian mencoba mengarahkan bola, tapi bek Timnas Inggris yaitu Steve Hodge, mencoba mengantisipasinya.

Namun, antisipasi Steve Hodge dengan kakinya yang tinggi ke udara justru mengarahkan bola ke sisi kosong. Diego Maradona sudah berlari di sana, bola itu  melambung di udara di area jantung pertahanan Timnas Inggris.

Saat itulah, Diego Maradona melompat mencoba menjangkau bola tersebut. Ketika itu pula, kiper Timnas Inggris Peter Shilton yang lebih tinggi dibandingkan Maradona juga mencoba mengamankan bola tersebut. Yang terjadi kemudian, ketika Peter Shilton mencoba meninju bola tersebut untuk membuangnya, Diego Maradona menggunakan tangan kirinya mengenai bola tersebut yang masuk ke gawang.

Wasit pemimpin pertandingan ketika itu, Ali Bennaceur, tampak tidak melihat dengan jelas yang terjadi. Sementara Diego Maradona dengan kepercayaan diri berlari merayakan gol tersebut bersama rekan-rekannya. Meski kemudian banyak pemain Inggris yang protes, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. "Sedikit dengan kepala Maradona, dan sedikit dengan tangan Tuhan," kata Diego Maradona soal gol tersebut.

Hanya sekitar empat menit setelah "The Hand of God", di menit ke-55 dia mempelihatkan bagaimana melewati adangan lima pemain Timnas Inggris yang kemudian diingat sebagai "Goal of the Century". Setelah mendapatkan operan dari Hector Enrique di setengah lapangan, dia menggiring bola, melewati Peter Beardsley, Peter Reid, Terry Butcher, dan Terry Fenwick, sebelum berhadapan dengan Peter Shilton untuk mencetak gol keduanya di laga tersebut.

2. Piala Dunia 2010, Uruguai vs Gana

Piala Dunia 2010, salah satu perempat final yang tak terlupakan adalah laga Uruguai vs Gana. Uruguai berhasil ke semifinal untuk pertama kalinya setelah 40 tahun setelah menang lawan Gana. Namun, laga ini juga diiringi momen kontroversial.

Laga perempat final pada 2 Juli 2010, dalam kedudukan skor imbang 1-1. Pemain Gana menanduk ke gawang, saat itu penyerang Uruguai, Luis Suarez ada di depan gawang dan langsung menepis bola tersebut.

Luis Suarez sengaja menggunakan tangannya untuk memblokir bola di garis gawang. Wasit pemimpin pertandingan memberikan kartu merah kepada Luis Suarez. Laga kemudian dilanjutkan dengan adu penalti dengan keberhasilan Fernando Muslera yang menggagalkan dua penalti Gana.

Pada pertandingan yang digelar di Johannesburg ini menyajikan drama yang menegangkan dan tak tertandingi. Sebelum kontroversi Luis Suarez ada Sulley Muntari membuka skor untuk Gana dan Diego Forlán menyamakan kedudukan untuk Uruguai.

Saat itulah, detik-detik terakhir perpanjangan waktu menyaksikan Luis Suarez dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan di garis gawang untuk menggagalkan gol kemenangan Gana. Luis Suarez diusir dari lapangan, tetapi Asamoah Gyan gagal mengeksekusi penalti, sehingga Uruguai lolos dengan skor 4-2.

3. Piala Dunia 2022, Belanda vs Argentina


Laga yang kemudian dikenal dengan Battle of Lusail. Laga ini memang panas dan berjalan dramatis. Argentina sempat unggul 2-0 sebelum Belanda menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di detik-detik terakhir, termasuk gol penyama kedudukan pada menit ke-90+11 yang diciptakan Wout Weghorst. Di laga ini, Wout Weghorst mencetak dua gol.

Sedangkan dua gol Argentina diciptakan Nahuel Molina dan penalty Lionel Messi. Argentina akhirnya memenangkan laga ini lewat adu penalti di mana Enzo Fernandez menjadi satu-satunya pemain Argentina yang gagal penalti sedangkan Belanda ada Virgil van Dijk dan Steven Berghuis. Sempat terjadi ketegangan antara kedua tim termasuk ofisial masing-masing tim.

Duel yang berlangsung di Stadion Lusail, Qatar, itu tidak hanya menghadirkan drama hingga adu penalti, tetapi juga memecahkan rekor jumlah kartu terbanyak dalam satu pertandingan FIFA di level internasional. Ya, selain menyajikan drama gol, pertandingan ini juga dipenuhi pelanggaran dan keributan antarpemain.

Salah satu insiden paling panas terjadi ketika Leandro Paredes melakukan pelanggaran terhadap Nathan Ake sebelum menendang bola ke arah bangku cadangan Belanda. Aksi tersebut memicu keributan yang melibatkan pemain dari kedua tim.

Wasit Antonio Mateu Lahoz berkali-kali mengeluarkan kartu kuning untuk meredam situasi. Hingga pertandingan selesai, total 19 kartu dikeluarkan, terdiri dari 17 kartu kuning dan dua kartu merah. 

4. Piala Dunia 1954, Austria vs Swis

Total, 12 gol terjadi dari laga perempat final Austria vs Swis. Austria mencetak tujuh gol sedangkan Swis lima gol. Tujuh gol Austria diciptakan Thedor Wagner (hat-trick), dua gol Alfred Korner, dan masing-masing satu gol dari Ernest Ocwirk dan Erich Probst.

Sedangkan lima gol Swis diciptakan Robert Ballaman dan hat-trick Josef Hugi. Laga antara Austria menghadapi Swiss di Piala Dunia 1954 menciptakan rekor baru 12 gol dalam satu laga pada 26 Juni 1954. Tampil di hadapan sekitar 35 ribu suporter tuan rumah yang memenuhi Stade Olympique de la Pontaise, Lausanne, Swiss. Namun, dukungan tersebut tidak dapat membuat Swiss memenangkan pertandingan ini.

5. Piala Dunia 1998, Belanda vs Argentina

Gol ikonik penyerang Timnas Belanda, Dennis Bergkamp, ke gawang Argentina tercipta di perempat final Piala Dunia 1998 pada menit ke-89, dalam laga 4 Juli. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 2-1 bagi Belanda.

Momen ajaib ini terjadi dalam waktu 2,11 detik melalui tiga sentuhan sempurna yaitu mengontrol umpan jauh Frank de Boer, Dennis Bergkamp kemudian mengecoh bek Roberto Ayala, dan melepaskan tembakan ke tiang jauh.

Pertandingan perempat final yang berlangsung di Stade Velodrome, Marseille, tersebut berjalan sengit antara kedua tim. Belanda berhasil unggul cepat melalui gol Patrick Kluivert di menit ke-12, namun Argentina segera menyamakan kedudukan lewat Claudio Lopez lima menit kemudian.

Di pengujung laga, tepatnya pada menit ke-89, sebuah umpan jauh dilepaskan Frank de Boer. Dennis Bergkamp berlari kencang dan melakukan sentuhan pertama untuk mengontrol bola di udara, melewati bek Argentina Roberto Ayala dengan sentuhan keduanya, sebelum akhirnya melakukan penyelesaian akhir menaklukkan kiper Argentina, Carlos Roa.