Kapten Mesir, Mohamed Salah. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Kairo, Mesir
Mesir harus berkembang agar bisa bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Mohamed Salah mengajak suporter Mesir untuk bersatu memberi dukungan meski perjalanan di Piala Dunia 2026 telah terhenti. Tim berjuluk The Pharaohs itu kalah menyakitkan dari Argentina di babak 16 besar.
Mesir sempat unggul dua gol terlebih dulu atas Argentina. Namun, setelah laga memasuki menit ke-79, Lionel Messi dan kawan-kawan bangkit, kemudian membalikkan keadaan menjadi 2-3.
Pertandingan tersebut meninggalkan kontroversi karena ada beberapa keputusan wasit yang dinilai tidak adil bagi Mesir. Pemain, pelatih, hingga Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) sudah angkat bicara.
Salah tak ingin fokus hanya diarahkan ke hal tersebut. Menurutnya, yang terpenting dilakukan saat ini adalah memastikan Mesir berkembang menjadi lebih kuat untuk bersaing di panggung dunia.
"Saya tahu kalian masih kecewa, tetapi saya berjanji akan melakukan segala yang saya mampu untuk memastikan ini menandai awal baru bagi sepak bola Mesir di panggung internasional," tulis Salah di media sosial X pribadinya, Jumat (10/7/2026).
"Kualifikasi Piala Dunia saja tidak cukup, dan hanya berpartisipasi pun tidak akan berhasil. Tim ini layak mendapatkan kepercayaan kalian," ia menambahkan.
Mesir yang sejauh ini sudah berpartisipasi dalam empat Piala Dunia berhasil mengukir sejumlah rekor. Untuk pertama kali mereka dapat meraih kemenangan, lalu bisa merasakan lolos ke babak gugur.
Dengan penampilan yang ditunjukkan selama Piala Dunia 2026, banyak yang berharap Mesir bisa melanjutkan kejutan saat melawan Argentina. Akan tetapi, pada akhirnya mereka harus merasakan kecewa.
Pelatih Mesir, Hossam Hussein, menjadi salah satu anggota tim yang tidak bisa menahan emosinya. Ia secara tegas menilai Argentina tidak layak memenani pertandingan melawan anak asuhnya,
“Kemenangan Argentina tidak pantas. Saya berjanji bahwa begitu saya kembali hari ini, saya tidak akan menonton sepak bola apa pun di Piala Dunia ini karena tidak ada keadilan di dalamnya. Protes pribadi saya adalah saya tidak akan menonton Piala Dunia lagi ketika saya pulang,” kata Hassam setelah pertandingan.
Ia bahkan tidak ragu menyampaikan dugaan adanya kepentingan komersial di balik kemenangan Argentina. Membuat juara bertahan bisa melangkah lebih jauh pastinya membuat turnamen lebih dilirik penonton.
“Mungkin ini soal pemasaran. Mungkin mereka ingin mempertahankan juara bertahan Piala Dunia agar tetap berada di kompetisi; mereka ingin mempertahankan Lionel Messi di kompetisi.”