Piala Dunia 1990 digelar di Italia. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Roma, Italia
Piala Dunia 1990 menampilkan sejumlah hal menarik, di antaranya tampilnya Toto Schillaci sebagai top scorer.
Piala Dunia 1990 yang berlangsung pada 8 Juni sampai dengan 8 Juli 1990 bergulir di Italia. Ini merupakan Piala Dunia edisi ke-14 sejak pertama kali turnamen ini digelar pada 1930 silam. Jerman Barat, tampil sebagai juara Piala Dunia 1990 setelah menang 1-0 atas Argentina di final.
Sepak Bola Italia memang tengah mendunia di era 1990-an. Saat itu, AC Milan ada di puncak kejayaan sepak bola Eropa. Dengan barisan pemain seperti Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard contohnya. Trio Belanda ini yang membawa AC Milan juara Piala (Liga) Champions pada 1987-1988. Lalu ada Diego Maradona yang saat itu juga bermain di Italia, bersama klub Napoli yang juga baru meraih gelar kedua Liga Italia.
Namun, meski memiliki liga serta para pemain asing berkelas di liga Italia, hal ini justru yang menjadi kelemahan Gli Azzurri yang saat itu di bawah asuhan Azeglio Vicini. Italia tim yang kokoh di pertahanan tapi mereka minim striker di lini depan.
Italia tidak memiliki mesin gol yang menakutkan untuk tampil di Piala Dunia 1990. Mereka lebih banyak memiliki barisan pemain bintang di lini tengah dan di pertahanan. Meski demikian, dalam situasi tersebut justru muncul sosok Salvatore Schillaci.
Ada banyak hal menarik yang pantas di kedepankan. Berikut ini serba-serbi Piala Dunia 1990, di mana Italia sebagai tuan rumah justru gagal ke final Piala Dunia 1990 setelah disingkirkan Diego Maradona, bintang pujaan klub Napoli.
Toto Schillaci Sabet Dua Gelar
Penyerang Timnas Italia, Salvatore "Toto" Schillaci, pemain yang tidak terlalu dikenal sebelum Piala Dunia 1990 ini bergulir. Bahkan, sebelum Piala Dunia 1990 ini, Toto Schillaci baru tampil dalam satu laga Bersama Timnas Italia.
Namun, di Piala Dunia 1990 ini pula, dia justru meraih gelar Golden Boot atau Top Scorer setelah mencetak enam gol. Bahkan, dia juga meraih gelar Golden Ball, Pemain Terbaik untuk turnamen ini.
Berawal dari kehadirannya sebagai pemain pengganti di laga pertama Italia di fase grup lawan Austria. Pada menit ke-76, Toto Schillaci masuk menggantikan Andre Carnevale. Lalu, hanya empat menit kemudian, dia berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan asis Gianluca Vialli.
Di laga kedua lawan Amerika Serikat, Toto Schillaci masih sebagai pemain cadangan. Namun, di laga ketiga dia sudah masuk dalam starting line-up menghadapi Cekoslowakia. Di laga itu pula, gol-gol Salvatore Shillaci dimulai.
Dalam lima laga beruntun bahkan termasuk di perebutan tempat ketiga, Salvatore Schillaci selalu mencetak gol untuk Italia. Di posisi kedua ada Tomas Skuhravy dari Cekoslowakia dengan lima gol.
Tuan Rumah, Maskot, dan Bola Resmi
Italia resmi mendapatkan status sebagai tuan rumah Piala Dunia 1990 melalui voting yang dilakukan pada 19 Mei 1984 di Zurich, Swiss. Italia mengalahkan Uni Soviet yang saat itu juga mengajukan diri menjadi tuan rumah.
Dalam voting tersebut, Italia mendapatkan 11 suara berbanding dengan Uni Soviet yang hanya 5 suara. Dengan demikian pula, ini kedua kalinya Italia menggelar turnamen Piala Dunia dalam sejarah.
Sebelumnya, Italia menggelar Piala Dunia pada 1934 silam yang merupakan edisi kedua dalam sejarah turnamen terbesar sepak bola ini. Dengan Piala Dunia 1990 ini pula, Italia menjadi negara kedua (bersama Meksiko) yang dua kali sebagai tuan rumah.
Maskot Piala Dunia 1990 bernama Ciao. Nama Ciao diambil dari kata Italia yang berarti "hello" dan "goodbye" atau "hai" dan "selamat tinggal". Maskot kali ini menampilkan seperti stick figure atau bentuk sederhana manusia.
Kepalanya berupa bola sedangkan tubuhnya merupakan bagian-bagian dari warna bendera Italia. Sedangkan bola resminya adalah bernama Etrusco Unico. Nama dan desainnya terinspirasi dari sejarah kuno Italia dan seni bangsa Etruria. Ada tiga kepala singa Etruria menghiasi masing-masing dari bagian bola Etrusco Unico.
12 Kota dengan 12 Stadion
Piala Dunia 1990 di Italia digelar di 12 kota dan stadion. Milan dengan Stadion San Siro, Roma (Stadion Olimpico), Turin (Stadion delle Alpi), lalu Napoli (Stadion San Paolo), Bari (Stadion San Nicola), Florence (Stadion Comunale), Verona (Stadion Marc'Antonio Bentegodi), Udine (Stadion Friuli), Cagliari (Stadion Sant'Elia), Bologna (Stadion Renato Dall'Ara), Palermo (Stadion La Favorita), dan Genoa (Stadion Luigi Ferraris).
Stadio San Nicola di Bari dan Stadio delle Alpi di Turin merupakan stadion baru yang memang khusus dibangun untuk Piala Dunia 1990. Dari dua belas stadion yang digunakan, hanya empat (San Siro, Luigi Ferraris, Comunale di Florence, dan Renato Dall'Ara) yang telah digunakan untuk Piala Dunia FIFA 1934, Stadion Olimpico yang berada di Roma menjadi stadion untuik final yang digelar pada 8 Juni 1990.
Tim Peserta, Format, dan Juara
Pada Piala Dunia 1990 ini diikuti 24 tim yang terdiri dua tim asal Asia, dua dari Afrika, dua dari CONCACAF, dan 4 dari CONMEBOL, serta 14 tim dari Eropa. Italia dan Argentina lolos secara otomatis. Italia sebagai tuan rumah dan Argentina sebagai juara bertahan.
Dari tim Asia ada Uni Emirates Arab sebagai tim debutan yang tampil di Piala Dunia. Satu tim lainnya adalah Korea Selatan. Sementara itu dari Benua Afrika ada Timnas Mesir dan Kamerun.
Kosta Rika dan Amerika Serikat dari CONCACAF. Ini juga menjadi kali pertama bagi Kosta Rika tampil di Piala Dunia. Sementara itu, selain Argentina sebagai juara bertahan, tiga tim yang berhasil lolos adalah Brasil, Kolombia, dan Uruguai.
Sedangkan 14 negara kontestan dari Eropa adalah Austria, Belgia, Cekoslowakia, Inggris, Italia, Belanda, Republik Irlandia, Rumania, Uni Soviet, Spanyol, Swedia, Jerman Barat, dan Yugoslavia. Piala Dunia 1990 menjadi debut bagi Republik Irlandia.
Italia (Grup A), Argentina (Grup B), Brasil (Grup C), Jerman Barat (Grup D), Belgia (Grup E), dan Inggris (Grup F) merupakan tim-tim top seeded yang ditempatkan dalam undian (drawing) di grup tersebut.
Setiap kemenangan di fase grup akan mendapatkan nilai 2 poin sedangkan hasil imbang mendapatkan 1 poin. Dua tim teratas dari masing-masing grup serta empat tim peringkat terbaik dari posisi ketiga akan lolos ke 16 besar (knockout).
Dari Grup A ada Italia dan Cekoslowakia yang lolos ke 16 besar, sedangkan dari Grup B ada Kamerun dan Rumania, Grup C Brasil dan Kosta Rika, sedangkan Grup D adalah Jermam Barat dan Kolombia, di Grup E ada Spanyol dan Uruguay, dan Grup F adalah Inggris dan Republik Irlandia.
Sedangkan empat tim peringkat ketiga terbaik adalah Argentina (Grup B), Kolombia (D), Belanda (F), dan Uruguai (E) yang lolos ke Piala Dunia 1990.
Jerman Barat ke final Piala Dunia 1990 setelah mengalahkan Belanda 2-1 di 16 besar, menekuk Cekoslowakia di perempat final, 1-0, dan menang atas Inggris dalam adu penalti (4-3) di semifinal setelah di waktu normal imbang 1-1.
Sedangkan Argentina berhasil ke final juga dengan sejumlah laga yang sangat sulit. Di 16 besar, Argentina menang 1-0 dalan Derbi Amerika Selatan menghadapi Brasil. Lalu di perempat final, mengalahkan Yugoslavia dalam adu penalti (3-2) setelah imbang 0-0.
Di semifinal mereka harus menghadapi tuan rumah Italia, laga yang ditentukan adu penalti (4-3) setelah imbang 1-1 di waktu normal. Jerman Barat dan Argentina bertemu di final. Gol penalti Andreas Brehme membawa Jerman Barat juara dalam kemenangan 1-0. Sementara itu, Italia mendapatkan peringkat ketiga setelah menang 2-1 atas Inggris.
Insiden "Air Suci"
Piala Dunia 1990 juga dikenal dengan kontroversi yang disebut dengan "air suci" dalam kemenangan Tim Tango atas Brasil, 1-0 di 16 besar. Pertandingan yang berlangsung pada 24 Juni 1990, di Turin, menjadi perhatian setelah bek Brasil, Branco, meminum air dari botol milik Timnas Argentina.
Air dalam botol tersebut ditawarkan oleh seseorang dari bangku tim Argentina. Kemudian disebutkan lebih detail bahwa fisioterapi Timnas Argentina, Miguel Di Lorenzo, yang menawarkan minuman itu kepada Branco.
Branco meminum air tersebut dan kemudian dia merasa pusing dan sakit. Benar atau tidak namun setelah air tersebut diminum dilaporkan bahwa permainan Brasil melemah dan Argentina berhasil mencetak gol melalui Claudio Caniggia di menit ke-81. Argentina pun lolos ke perempat final.
Dalam sebuah wawancara pada 2005 di acara TV Argentina Mar de Fondo, Diego Maradona dengan bercanda mengakui bahwa cerita itu benar, mengklaim mereka menggunakan Roipnol (obat penenang) untuk "membaptis" air untuk para pemain Brasil.
Meski demikian, Carlos Bilardo, pelatih Argentina saat itu, memberikan tanggapan samar ketika ditanya pada tahun 2005 tentang kebenarannya, dengan mengatakan, "Saya tidak mengatakan itu tidak terjadi."
Tapi, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan anggota staf lainnya, seperti tukang pijat Galindez, secara resmi membantah insiden tersebut, menepisnya sebagai mitos atau alasan Brasil yang memang kalah.