TVRINews - Asuncion, Paraguai

Pelatih Paraguai, Gustavo Alfaro, pilih merendah dan enggan membuat prediksi berlebihan soal perjalanan timnya nanti di Piala Dunia 2026.

Pelatih Timnas Paraguai, Gustavo Alfaro, menegaskan bahwa skuad berjulukan Los Guaranies itu tidak takut bermimpi besar di Piala Dunia 2026. Dalam wawancaranya bersama CONMEBOL, juru taktik asal Argentina itu berbicara panjang lebar mengenai mentalitas, identitas, dan perjuangan yang menurutnya telah melekat kuat dalam karakter sepak bola Paraguai.

Alfaro mengatakan bahwa dirinya terus menanamkan keberanian bermimpi kepada para pemainnya. Menurut dia, tidak ada batas bagi sebuah tim yang mau terus berkembang dan berjuang keluar dari tekanan. 

Ia juga menilai perjalanan Paraguai menuju level tertinggi sepak bola dunia tidak pernah mudah, tetapi justru hal itulah yang membentuk karakter kuat timnya.

“Seperti yang saya katakan kepada para pemain, ketika seseorang berani bermimpi, maka langit adalah batasnya," kata Alfaro, dikutip dari abc.com.py. 

"Tidak ada batas bawah maupun batas atas. Sebuah tim tidak akan berhenti jatuh sampai mereka sadar ada hal yang tidak dilakukan dengan benar. Namun di sisi lain, sebuah tim juga tidak akan berhenti berkembang,” ia menambahkan.

Pelatih berusia 63 tahun itu kemudian menjelaskan bahwa Paraguai memiliki identitas yang dibangun dari pengorbanan dan perjuangan panjang. Menurutnya, sejarah bangsa Paraguai turut membentuk mentalitas para pemain di lapangan.

“Hak untuk bermimpi dimiliki oleh semua orang. Namun bagi kami semuanya selalu sulit dan akan terus sulit, karena itulah Paraguai," ujarnya. 

"Dari karakternya, Paraguai selalu identik dengan pengorbanan, perjuangan, ketertinggalan, dan usaha untuk bangkit dalam situasi yang tidak menguntungkan. Itu sudah menjadi bagian dari sejarah mereka,” Alfaro menuturkan.

Mantan pelatih Timnas Ekuador tersebut juga berbicara realistis mengenai tantangan yang akan dihadapi Paraguai di Piala Dunia 2026 mendatang. Ia menolak memberikan janji berlebihan soal pencapaian timnya, tetapi memastikan satu hal: Paraguai akan tampil dengan semangat juang maksimal.

“Bagi kami, siapa pun lawannya akan sulit. Sepak bola tidak menjual jaminan kesuksesan. Kami tidak bisa memastikan akan lolos jauh atau mencapai target tertentu. Satu-satunya hal yang bisa kami jamin adalah sikap dan semangat kami di lapangan. Kami akan bertarung habis-habisan,” kata Alfaro.

Ia berharap Gustavo Gomez dan kawan-kawan mampu memberikan respons terbaik demi membawa Paraguai kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. 

Meski demikian, Alfaro tetap memilih rendah hati dan enggan membuat prediksi berlebihan soal perjalanan timnya nanti dalam ajang yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli 2026 itu.

“Oleh karena itu, saya bisa memastikan bahwa kami siap berjuang. Namun sampai sejauh mana kami akan melangkah, saya tidak bisa memprediksinya,” kata Alfaro.

Paraguai tergabung di Grup D pada Piala Dunia 2026. Mereka akan bersaing dengan tuan rumah Amerika Serikat, Australia, dan Turki untuk lolos dari fase grup.

Sukses di Boca Juniors, Bangun Generasi Baru Ekuador

Sebagai pelatih, Gustavo Alfaro memiliki perjalanan karier yang cukup panjang dengan sejumlah prestasi penting di sepak bola Argentina. 

Salah satu keberhasilan awalnya datang bersama Club Olimpo ketika ia membawa tim tersebut menjuarai Primera B Nacional musim 2001–2002 sekaligus meraih promosi ke kasta tertinggi Liga Argentina.

Bersama Boca Juniors, ia sukses memenangkan Supercopa Argentina 2018 dan ikut membawa tim meraih gelar Primera Division musim 2019–2020. 

Lepas dari Boca Juniors, Alfaro mencoba tantangan baru dengan menangani tim nasional. Timnas pertama yang ia tangani adalah Ekuador, kemudian Kosta Rika, dan Paraguai.

Saat menangani Ekuador, Gustavo Alfaro memang tidak meraih trofi, tetapi ia mencatat prestasi penting dengan membawa Ekuador lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. 

Ekuador finis di peringkat keempat kualifikasi zona CONMEBOL dan menjadi salah satu tim muda paling menarik saat itu. Sebelumnya di Copa America 2021, Alfaro juga membawa Ekuador mencapai babak perempat final.

Selain hasil di lapangan, Alfaro mendapat banyak pujian karena berhasil membangun generasi baru Ekuador dengan pemain-pemain muda seperti Moises Caicedo, Piero Hincapie, dan Gonzalo Plata. Ia dikenal mampu mengubah Ekuador menjadi tim yang lebih disiplin dan kompetitif.

Sementara saat melatih Kosta Rika, masa kerja Alfaro terbilang singkat sehingga ia belum sempat mempersembahkan gelar. Namun, ia berhasil membawa Kosta Rika lolos ke Copa America 2024 melalui play-off CONCACAF Nations League. 

Dalam turnamen tersebut, Kosta Rika tersingkir di fase grup, tetapi sempat mencuri perhatian karena mampu menahan imbang Brasil tanpa gol.

Biodata

Nama: Gustavo Julio Alfaro

Kelahiran: Rafaela, Argentina, 14 Agustus 1962 (63 tahun)

Karier Bermain:

  • Atletico de Rafaela (1988–1992)

Karier sebagai Pelatih:

  • Atletico de Rafaela (1992–1995)
  • Patronato (1995)
  • Quilmes (1996–1997)
  • Atletico de Rafaela (1998–2000)
  • Belgrano (2001)
  • Olimpo (2001–2002)
  • Quilmes (2003–2004)
  • San Lorenzo (2005)
  • Arsenal de Sarandi (2006–2008)
  • Rosario Central (2008–2009)
  • Al-Ahli (2009)
  • Arsenal de Sarandi (2010–2014)
  • Tigre (2014–2015)
  • Gimnasia LP (2016–2017)
  • Huracan (2017–2018)
  • Boca Juniors (2018–2020)
  • Ekuador (2020–2023)
  • Kosta Rika (2023–2024)
  • Paraguay (2024–sekarang)

Prestasi sebagai Pelatih: 

Olimpo

  • Primera B Nacional (2001–2002)

Arsenal de Sarandi

  • Primera Division (2012 Clausura)
  • Supercopa Argentina (2012)
  • Copa Argentina (2012–2013)
  • Copa Sudamericana (2007)

Boca Juniors

  • Supercopa Argentina (2018)
  • Primera Division (2019–2020)