TVRINews – Vancouver, Kanada

Selandia Baru harus menelan kecewa karena gagal mempertahankan keunggulan atas Mesir.

Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, mengungkapkan rasa kecewanya usai kekalahan 1-3 dari Mesir dalam pertandingan lanjutan Grup G Piala Dunia 2026 di BC Place Vancouver, Kanada pada Senin (22/6/2026) pagi WIB. Tim berjuluk All Whites lebih dulu unggul, namun kebobolan tiga kali di babak kedua.

Organisasi permainan Selandia Baru pada babak pertama begitu baik. Mesir yang coba membalas gol tidak mampu berbuat banyak untuk menembus pertahanan Chris Wood dan kawan-kawan.

"Ini sangat mengecewakan. Kami bermain sangat baik di babak pertama. Kami mencetak gol yang bagus, menciptakan peluang, merasa mendominasi penguasaan bola dalam banyak momen di babak pertama, dan kami bermain dengan nyaman," kata Bazeley, dikutip dari Reuters.

Namun, begitu memasuki babak kedua semuanya berubah. Mesir berhasil menyamakan kedudukan, kemudian bangkit dengan berbalik unggul. Sementara Selandia Baru gagal untuk mengembangkan permainan.

"Kami berdiskusi dengan baik saat jeda, membahas beberapa hal yang bisa kami lakukan dengan lebih baik. Namun, ketika memasuki babak kedua, kami tidak mampu mengulangi tempo dan kualitas permainan yang kami tunjukkan di babak pertama," tuturnya.

Juru taktik asal Inggris itu menilai Mesir memulai babak kedua dengan sangat baik. Tempo permainan terus ditingkatkan dan itu membuat anak asuhnya kerepotan meladeninya, meski sudah mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik.

"Mesir keluar dengan sikap yang berbeda dan meningkatkan tempo permainan. Menurut saya, mereka bermain sangat baik di babak kedua. Seharusnya bisa saja kami yang merayakan kemenangan di lapangan pada akhir pertandingan," ujar Bazeley.

Kekalahan ini membuat peluang mereka untuk lolos ke babak gugur semakin tipis. Dari dua pertandingan yang dijalani, baru satu poin didapat. Posisi dasar klasemen Grup G kini menjadi tempat mereka.

Untuk membuka peluang untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, Selandia Baru wajib menang saat menghadapi Belgia pada laga terakhir Grup C. Jelas itu tidak mudah, karena tim asuhan Rudi Garcia unggul secara kualitas skuad.

Pemain Selandia Baru, Elijah Just, menegaskan kesiapan timnya untuk menghadapi Belgia. Wakil Eropa itu memang sedang tidak dalam performa terbaik setelah hanya imbang dua kali melawan Mesir dan Iran.

Akan tetapi, itu bukan berarti Selandia Baru punya peluang bagus untuk mendapatkan kemenangan. Motivasi Belgia untuk mementahkan keraguan publik terhadap mereka jadi salah satu yang mesti diwaspadai.

"Anda bisa melihatnya dari satu sisi, bahwa hasil imbang tersebut mungkin tidak terlalu menguntungkan bagi Belgia yang menjadi favorit untuk lolos dari grup. Namun di sisi lain, kami tahu betapa besar motivasi mereka. Mereka harus mengalahkan kami untuk lolos ke babak gugur," katanya.