Mesin gol Timnas Inggris, Harry Kane. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Kansas City, Amerika Serikat
Kane memimpin rekan-rekannya meninggalkan area konser lebih cepat demi mematuhi jam malam Tuchel.
Kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, memegang peranan unik yang krusial dalam mengendalikan ruang batin dan suasana psikologis rekan-rekannya selama pergelaran Piala Dunia 2026. Ia secara sukarela mengambil alih tugas sebagai "DJ" internal tim dengan memutar deretan lagu bergenre country Amerika Serikat untuk mencairkan ketegangan skuad.
Aksi Kane dalam memanipulasi atmosfer ruang ganti tersebut terungkap ke publik setelah Inggris menyelesaikan laga fase grup dengan kemenangan meyakinkan. Keberhasilan menumbangkan Kroasia dengan 4-2 pada Kamis (18/6/2026), membuat pelatih Thomas Tuchel memberikan kelonggaran berupa masa rehat satu hari.
Cerita di balik layar mengenai dominasi selera musik Kane tersebut dibongkar secara jenaka oleh rekan setimnya, Dan Burn. Menurut bek Newcastle United itu, pihak hotel tempat menginap armada Tiga Singa memang memfasilitasi para pemain dengan sebuah alat pemutar piringan hitam.
"Saya tahu Harry sangat menyukai musik country. Kami punya pemutar piringan hitam di hotel dan saat giliran pilihan kapten, banyak lagu country yang diputar," kata Burn seperti dilansir dari talkSport.
Sebagai pemegang kendali musik tim, Kane kerap menyuguhkan karya-karya terbaik dari musisi papan atas Amerika seperti Morgan Wallen, Zach Bryan, hingga Luke Combs. Alunan nada tradisional dari daftar putar milik penyerang Bayern Munchen tersebut terbukti ampuh menjadi instrumen relaksasi yang efektif di tengah ketatnya tekanan turnamen.
Pengaruh kuat dari hobi musik Kane ini bahkan berlanjut hingga ke luar area penginapan saat para pemain menikmati waktu libur mereka. Terinspirasi dari lagu-lagu yang biasa diputar sang kapten, beberapa penggawa Inggris akhirnya memutuskan untuk menonton langsung sebuah konser musik lokal.
Pertunjukan panggung dari penyanyi country wanita terkemuka, Ella Langley, dipilih oleh Kane, Dan Burn, dan Jason Steele sebagai destinasi hiburan malam mereka. Sebelum menghadiri konser tersebut, Burn menghabiskan waktu siangnya untuk menemani sang istri yang sengaja terbang jauh dari Texas.
"Itu hari untuk keluarga dan teman. Istri saya terbang dari Dallas dan saya menghabiskan waktu bersama dia sepanjang hari," kata Burn mengenai agenda liburan siangnya.
Demi menghormati genre musik yang disukai Kane, Burn bahkan tampil sangat total. Ia mengenakan atribut busana ala penunggang kuda tradisional saat mendatangi konser tersebut.
"Malamnya Ella Langley tampil. Saya memang suka musik country, jadi saya memakai topi koboi dan boots koboi. Untungnya tidak ada foto yang beredar," ucapnya dengan nada bercanda.
Kendati tengah larut dalam keseruan konser bersama sang idola, Kane tetap menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab terhadap regulasi tim. Mantan penyerang Tottenham Hotspur tersebut mengomandoi rekan-rekannya untuk meninggalkan lokasi acara lebih cepat dari jadwal seharusnya.
Langkah tegas tersebut diambil Kane demi memastikan tidak ada satu pun pemain Inggris yang melanggar batas jam malam dari tim kepelatihan. Jarak geografis yang cukup jauh menuju Swope Soccer Village yang berada di Kansas City membuat mereka harus rela kehilangan sebagian sesi pertunjukan agar tidak melanggar jam malam yang sudah ditetapkan.
"Ella tampil di West Palm Beach saat kami berada di sana. Tapi kami tidak mungkin kembali tepat waktu untuk jam malam, jadi saya senang akhirnya mendapat kesempatan lain," ungkapnya.
Saat ini skuad Inggris sudah kembali fokus menatap pertandingan kedua Grup L Piala Dunia 2026. Gana menjadi lawan yang dihadapi di Boston Stadium, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.