TVRINews - Jakarta, Indonesia

TVRI bekerja sama dengan Polri dalam mengamankan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.

Seperti tagline-nya, yaitu Bola Gembira, TVRI berupaya untuk memberikan kegembiraan kepada semua lapisan masyarakat dalam menikmati tayangan siaran langsung Piala Dunia 2026, tanpa terkecuali. Namun, tentu saja ada hal-hal yang tetap harus diperhatikan dan dijaga dengan baik oleh TVRI, seperti tentang tata cara penyiaran oleh media, nonton bareng, termasuk juga soal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Terkait hal itu pula, TVRI menggelar konferensi pers untuk memberikan informasi kepada media di Indonesia, serta masyarakat mengenai tata caranya. Konferensi pers yang digelar pada Kamis (7/5/2026) di media center TVRI, Jakarta, ini juga membahas tentang kerja sama TVRI dengan Polisi Republik Indonesia. Dalam hal ini, Kepolisian Republik Indonesia akan memberikan dukungan dengan pengamanan acara nonton bareng.

Untuk keperluan pengamanan itu, hadir dalam acara ini Kepala Biro Masyarakat, Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andika. Didampingi oleh Ketua Dewan Pengawas TVRI Agus Sudibyo, Direktur Utama TVRI Rika Damayanti, Direktur Teknik Bernardus Satriyo Dharmanto, Direktur Keuangan, Raden Sarjono, Direktur Program dan Berita, Arif Adi Kuswardono, Direktur Pengembangan dan Usaha, Retno Wulan Kartiko Purbodjati, serta Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, Trunoyudo Wisnu Andika memberikan sosialisasi terkait pengamaman khususnya untuk acara nonton bareng.

"Piala Dunia ada aspek hiburan dan sosial dan TVRI sebagai simbolik bahwa negara hadir. Dengan TVRI menyiarkan siaran pertandingan Piala Dunia 2026, diharapkan pula menggeliatnya ekonomi," kata Trunoyodo Wisnu Andika, dalam konferensi pers tersebut.

"Siaran Piala Dunia 2026 menjadi sisi yang menyajikan sportivitas, hiburan, ada budaya nonton bareng, jadi ini perlu kesadaran kita bersama. Kita akan menjaga bersama-sama, baik itu TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026, atau tokoh-tokoh masyarakat. Sepak bola sudah menjadi bagian dari seluruh elemen lapisan masyarakat. Itu semua akan kami jadikan referensi bagi kami sebagai satuan pengamaman," Trunoyudo menambahkan.

Menurut Trunoyudo Wisnu Andika, Polisi Republik Indonesia berkewajiban memberikan pengamaman, khususnya di sejumlah titik di mana akan digelar nonton bareng termasuk oleh TVRI. "Ada sekitar 200 titik untuk saat ini, dan tentu bisa bertambah sesuai antusiasme. Ini tentu menjadi analisis kita memberikan pengamaman di semua titik yang berbeda."

"Dalam menciptakan rasa aman, kami akan berkolaborasi tentunya dengan lebih intens tentang perencanaan pengamanan dengan TVRI. Karena ini adalah aspeknya hiburan, maka kami akan bersama-sama menjaga kegembiraan," kata Trunoyudo Wisnu Andika lagi.

Bersama TVRI, Polri tidak ingin Piala Dunia 2026 ini yang merupakan hadiah negara bagi masyarakat Indonesia dipergunakan oleh orang-orang atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Banyak hal ya yang harus diawasi, seperti judi bola, kita harus antisipasi itu. Lalu, baik itu kekalahan, kemenangan, itu wajar dalam sepak bola," Wisnu Andika mengingatkan.

Dalam hal ini, nonton bareng yang di kampung-kampung harus dimaksimalkan untuk kegembiraan atau hiburan, bukan untuk hal lain. Karena inilah tujuan dari penyiaran pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026. "TVRI adalah pemersatu bangsa, menjadi pemersatu. Negara hadir melalui TVRI dan ini adalah ajang hiburan dan pemerintah akan mendukung sepenuhnya," katanya lagi.

Pada acara ini pula, diberikan pemaparan kepada media yang hadir terkait bagaimana cara mendaftar untuk menggelar nonton bareng oleh Direktur Pengembangan dan Usaha Retno Wulan Kartiko Purbodjati. "Ada dua cara atau dua hal yang harus diingat, yaitu untuk komersil dan non komersil. Itu semua didapatkan lisensi nobar melalui website kami. Di sana ada tata caranya, yang komersil dan non komersil. Komersil tentu ada yang harus dibayar," kata Retno Wulan Kartiko.

Retno Wulan Kartiko Purbodjati mengatakan bahwa TVRI membuka kesempatan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) piala dunia 2026 secara luas kepada masyarakat melalui mekanisme lisensi resmi secara gratis. Sebagai informasi, bagi yang ingin mendaftar untuk menyelenggarakan nonton bareng dapat mengunjungi website TVRI News atau di https://bolagembira.tvrinews.com/.

Dalam acara ini pula, Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, Usman Kansong menyatakan TVRI akan menayangkan total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, dengan 98 pertandingan disiarkan langsung dan enam laga ditayangkan tunda pada 25-28 Juni 2026 karena jadwal yang bersamaan. Penayangannya akan dibagi melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport.

“Kami menyiapkan pre-match, match, hingga post-match. Semua direncanakan dengan matang,” kata Usman Kansong. TVRI juga menampilkan sejumlah host atau pemandu acara berkualitas dan berpengalaman serta komentator dan pundit (ahli) dari kalangan jurnalis, mantan pemain, hingga mantan pelatih.

Terkait penggunaan cuplikan pertandingan, Usman Kansong menyatakan bahwa media hanya diperbolehkan menayangkan cuplikan pertandingan termasuk rekaman proses terjadinya gol dengan durasi maksimal 90 detik untuk setiap pertandingan dan hanya dapat diputar dua kali sesuai ketentuan FIFA.

“Tujuannya untuk pemberitaan, bukan komersial,” kata Usman Kansong. Karena itu, dia menyampaikan bahwa media yang ingin memperoleh akses cuplikan diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui TVRI. Untuk daerah, koordinasi akan dilakukan melalui 34 stasiun TVRI di seluruh Indonesia. Usman juga mengingatkan bahwa di luar pemegang hak siar resmi, FIFA melarang penayangan pertandingan baik secara langsung maupun tunda tanpa izin.