Gelandang andalan Timnas Gana, Mohammed Kudus. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Accra, Gana
Kehadiran Kudus sangat dinanti untuk menjaga mimpi Gana di pentas dunia.
Mantan pemain tim nasional Gana, Daniel Opare, menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait peluang negaranya di Piala Dunia 2026. Ia secara terbuka menegaskan skuad asuhan Carlos Queiroz tersebut bakal menghadapi kesulitan besar apabila Mohammed Kudus gagal pulih tepat waktu.
Kudus yang kini telah menginjak usia 25 tahun terpaksa menepi dari lapangan hijau akibat cedera serius yang membekapnya. Kondisi tersebut telah memaksanya absen hingga akhir musim kompetisi, sehingga memicu keraguan besar mengenai kesiapannya untuk berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Absennya Kudus dianggap sebagai kerugian bagi stabilitas strategi Gana untuk Piala Dunia 2026. “Jika dia tidak kembali, kami berada dalam masalah besar,” kata Opare saat memberikan pernyataannya dikutip dari Modern Ghana.
Opare menilai meskipun Gana memiliki stok pemain berbakat lainnya, figur Kudus tetap menjadi pembeda yang sangat krusial di lini tengah. Kehadiran pilar Tottenham Hotspur tersebut diyakini mampu mengangkat mentalitas bertanding serta memberikan variasi serangan yang lebih mematikan bagi lawan.
“Seperti yang saya katakan, sepak bola itu memang soal kolektivitas, pemain yang ada di sana tentu bisa bermain,” ujar Opare memberikan pandangannya.
Namun, Opare kembali menekankan bahwa kualitas individu yang dimiliki Kudus memiliki dampak yang tidak bisa disepelekan dalam sebuah turnamen besar. “Tapi saya pikir dengan adanya Kudus di sana, dia akan memberi nilai lebih bagi tim,” ucapnya.
Kini seluruh elemen pendukung sepak bola Gana hanya bisa berharap pada proses pemulihan medis yang tengah dijalani Kudus. “Jadi, kita tunggu saja, kami berdoa agar dia pulih tepat waktu sehingga bisa tampil di Piala Dunia,” tutur Opare penuh harap.
Opare berharap publik memahami betapa pentingnya peran Kudus bagi kesuksesan Gana di panggung internasional paling bergengsi tersebut. “Anda mengerti maksud saya,” ungkapnya sebagai penutup dari pernyataan mengenai kondisi Kudus.
Sebelum didera cedera pada Januari lalu, Kudus sejatinya sedang berada dalam puncak performa terbaiknya bersama Spurs. Pemain kidal yang lincah ini tercatat telah menyumbangkan sembilan gol di semua kompetisi sepanjang musim 2025/26.
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, pelatih Gana, Carlos Queiroz, tetap harus menjalankan tugas sesuai regulasi. Mantan juru formasi tim nasional Portugal tersebut kini tengah dikejar waktu untuk menentukan daftar nama pemain terbaik yang akan dibawa untuk Piala Dunia 2026.
Queiroz dijadwalkan segera menyerahkan daftar final berisi 48 nama pemain yang masuk dalam skuad sementara untuk turnamen bergengsi tersebut. Batas waktu penyerahan dokumen resmi kepada FIFA telah ditetapkan paling lambat pada 1 Juni mendatang.
Gana yang menyandang status sebagai raksasa sepak bola Afrika dengan koleksi empat gelar juara benua akan mencatatkan sejarah baru. Turnamen di Amerika Utara tahun ini akan menjadi penampilan kelima mereka dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Pada edisi kali ini, Gana tergabung dalam Grup L yang dihuni oleh lawan-lawan tangguh dengan reputasi sepak bola yang sangat mentereng. Black Stars harus bersaing ketat dengan tim nasional Inggris, Kroasia, serta wakil dari Amerika Tengah, Panama, untuk lolos ke fase gugur.
Perjuangan Gana akan dimulai dengan meladeni tantangan Panama pada laga pembuka yang digelar 17 Juni mendatang. Setelah itu, mereka menghadapi ujian berat melawan Inggris pada 23 Juni sebelum menutup laga fase grup kontra Kroasia pada 27 Juni.