Timnas Kanada Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Ottawa, Kanada
Marsch memiliki waktu hingga 24 jam sebelum laga resmi Piala Dunia 2026 dimainkan untuk mencari pemain pengganti di dalam skuadnya.
Ada garis tipis yang memisahkan antara impian besar dan keputusasaan yang mendalam. Marcelo Flores harus merasakan kenyataan pahit berada di sisi yang salah, tepat satu hari sebelum dirinya resmi bergabung dengan skuad Kanada untuk Piala Dunia 2026.
Saat skuad Kanada sedang berkumpul untuk makan malam pada Sabtu (30/5/2026), mereka menyaksikan Fores berteriak kesakitan di layar televisi. Ia mengalami cedera parah setelah lututnya terpelintir dengan salah posisi saat membela Tigres UANL dalam laga kekalahan final Concacaf Champions Cup melawan rival LIGA MX mereka, Deportivo Toluca.
Bagi Flores, rasa bahagia karena berhasil mengamankan satu tempat di skuad Piala Dunia 2026 ternyata hanya bertahan selama 24 jam saja. Setelah berhasil menembus tim utama impian besarnya kini hancur dengan cara yang paling kejam, yaitu cedera robek ligamen lutut anterior (ACL).
"Ada beberapa pemain yang pernah mengalami cedera seperti itu, dan kami sudah tahu bahwa kondisinya bisa jadi seperti yang dikhawatirkan," kata gelandang LAFC sekaligus wakil kapten Kanada, Stephen Eustaquio, dikutip dari MLS Soccer.
"Ini sangat disayangkan setelah melihat video ketika dia terpilih, di mana keluarganya menangis bahagia. Dia sangat penting bagi kami sebagai seorang pribadi, tetapi juga sebagai seorang pemain."
"Sekarang kami memiliki motivasi ekstra untuk mengarungi Piala Dunia ini demi membuatnya bangga serta seluruh rakyat Kanada, dan semoga dia bisa segera berkumpul kembali dengan kami dan memberikan kekuatannya."
Tanpa kehadiran Flores, pelatih Jesse Marsch sebenarnya masih memiliki hak untuk menambahkan satu pemain pengganti ke dalam daftar skuadnya. Berdasarkan regulasi, perubahan tersebut dapat dilakukan hingga 24 jam sebelum laga pembuka Grup B melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Toronto pada 12 Juni mendatang.
Kendati demikian, Marsch belum akan mengambil keputusan tersebut dalam waktu dekat ini. Les Rouges dijadwalkan harus segera memulai rangkaian persiapan dengan menghadapi tim sesama peserta Piala Dunia 2026, Uzbekistan, dalam laga persahabatan di Stadion Commonwealth, Edmonton, pada Selasa (2/6/2026) pagi WIB.
Jumlah penonton yang hadir pada laga tersebut diprediksi menjadi rekor terbesar bagi Kanada sejak terakhir kali bermain di Edmonton. Saat itu, mereka sukses memetik kemenangan emosional 2-1 atas Meksiko di hadapan 44.212 penggemar di tengah cuaca ekstrem pada kualifikasi Piala Dunia 2022.
"Kami sangat bangga dengan pengalaman yang didapatkan anak-anak di Edmonton beberapa tahun lalu, dan ide untuk datang ke sini adalah untuk bermain di salah satu stadion terbesar yang dimiliki negara kami guna memastikan ada banyak momentum positif di sekitar tim," ujar Marsch.
"Saya selalu menyebut ini sebagai tim milik rakyat, dan untuk mewujudkannya, kami benar-benar harus hadir di setiap pasar yang memungkinkan kami jangkau. Tiket terjual habis di tengah salju saat itu, jadi mudah-mudahan kami mendapatkan stadion yang penuh lagi. Semua orang bersemangat, dan kami siap menyajikan sebuah performa terbaik," Marsch melanjutkan.
Mengingat laga pemanasan terakhir Kanada sebelum Piala Dunia 2026 telah tiba, tekanan kini kian meningkat tajam pada proses pemulihan kesehatan para pemain di dalam skuad. Tercatat ada sembilan nama yang dipanggil ke dalam tim telah berjuang melewati berbagai jenis cedera dalam beberapa bulan terakhir, bahkan beberapa di antaranya, termasuk bek tengah Alfie Jones dan Moise Bombito, kemungkinan baru akan mencatatkan menit bermain pertama tahun ini di pertandingan tersebut.
Marsch telah memastikan akan mengistirahatkan mantan pemain sayap Vancouver Whitecaps, Ali Ahmed, serta pemain LAFC, Jacob Shaffelburg. Namun, ia memberikan isyarat sebagian besar pemain lainnya berpeluang besar untuk diturunkan bermain minimal selama 45 menit.
Pemain Toronto FC, Richie Laryea, yang tercatat belum pernah merumput lagi sejak 22 April silam juga bersiap untuk mendapatkan jatah bermain selama 30 menit. Kesempatan ini terbuka lebar setelah kedua tim yang bertanding telah menyepakati aturan penggunaan hingga 11 pergantian pemain dalam laga uji coba tersebut.
"Ini merupakan sebuah proses perkembangan bagi banyak pemain untuk bisa kembali merumput, tetapi kami juga memiliki banyak pemain yang berada dalam performa dan kebugaran yang luar biasa. Proses latihan yang kami jalani berjalan sangat dinamis dan tajam," ucapnya.
"Menurut saya sangat mudah untuk fokus pada masalah cedera, terutama dari pihak luar, karena itu menjadi topik pembicaraan yang besar. Namun secara internal, ada dorongan, konsentrasi, dan fokus yang nyata untuk memastikan bahwa kami memanfaatkan setiap hari dengan maksimal dan menggunakan setiap momen untuk bersiap," ia melanjutkan.
Di sisi lain, pemain Kanada dengan riwayat cedera yang paling menyita perhatian publik, Alphonso Davies, dilaporkan telah tiba di Edmonton pada Minggu (31/5/2026). Pemain binaan asli Vancouver Whitecaps tersebut mendarat di kampung halamannya untuk melanjutkan proses pemulihan dari cedera otot paha belakang yang dideritanya saat membela Bayern Munchen.
"Fakta bahwa Phonzie datang menjadi motivasi besar bagi kami. Saya sudah tidak sabar menantikannya siap untuk membantu kami berjuang di turnamen ini, karena kami benar-benar membutuhkannya," ungkap Stephen Eustaquio.
Eustaquio juga meyakini bahwa kehadiran Davies akan memberikan dampak masif bagi perjalanan Kanada di panggung dunia nanti. "Saya pikir dia adalah salah satu pemain di tim kami — tidak banyak jumlahnya, tetapi ada beberapa pemain yang benar-benar bisa membuat kami melangkah jauh di turnamen ini."