TVRINews - Jakarta, Indonesia

Frans Putros berpeluang menjadi pemain aktif Liga Indonesia pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia.

Frans Putros menjadi salah satu nama yang menarik perhatian menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 pada 11 Juni-19 Juli mendatang. Bek Persib Bandung itu resmi masuk dalam skuad final Timnas Irak yang diumumkan pelatih Graham Arnold, Senin (1/6/2026) malam, untuk turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu.

Kehadiran Putros di skuad Irak juga menjadi sorotan di Indonesia karena pemain berusia 32 tahun itu merupakan salah satu pemain asing yang berkiprah di Liga Indonesia dan berpeluang tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.

Perjalanannya menuju Piala Dunia pun terbilang unik karena melintasi beberapa negara dan budaya berbeda. Berikut tujuh fakta menarik tentang Frans Putros yang membuat kisahnya layak mendapat perhatian menjelang Piala Dunia 2026.

1. Lahir di Denmark, Membela Irak

Frans Putros lahir di Aarhus, Denmark, pada 14 Juli 1993. Ia menghabiskan masa mudanya di sistem pembinaan sepak bola Denmark dan sempat memperkuat tim nasional kelompok umur negara tersebut.

Sebelum membela Irak, Putros pernah tampil untuk Denmark U-20 dan Denmark U-21. Karier internasionalnya kemudian berubah ketika ia memutuskan membela negara asal keluarganya, Irak.

Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam kariernya. Sejak debut bersama Irak pada 2018, Putros berkembang menjadi salah satu pemain yang cukup sering dipercaya mengisi lini belakang tim berjuluk Lions of Mesopotamia.

2. Punya Darah Asyur Irak

Selain lahir di Denmark, Putros juga memiliki latar belakang keluarga yang unik. Ia berasal dari komunitas Asyur Irak yang telah lama bermigrasi ke Eropa.

Identitas tersebut membuatnya memiliki keterikatan kuat dengan Irak meskipun tumbuh dan berkembang di Denmark. Hal itu menjadi salah satu alasan utama ia menerima panggilan membela Timnas Irak.

Dalam skuad nasional, Putros menjadi bagian dari generasi pemain diaspora Irak yang tersebar di berbagai negara Eropa. Kehadiran mereka membantu meningkatkan kualitas dan pengalaman internasional tim.

3. Pernah Bermain di Tiga Negara Berbeda

Karier klub Putros terbilang berwarna. Ia memulai perjalanan profesionalnya di Denmark bersama AGF sebelum melanjutkan petualangan ke beberapa klub lain seperti Silkeborg, Fredericia, Hobro, dan Viborg.

Setelah itu, ia melanjutkan karier ke Thailand bersama Port FC. Di sana, Putros mendapat pengalaman bermain di lingkungan sepak bola Asia yang berbeda dibanding Eropa.

Pada 2025, ia bergabung dengan Persib Bandung. Dengan demikian, Putros pernah merasakan atmosfer kompetisi profesional di Denmark, Thailand, dan Indonesia.

4. Bek Serbabisa

Meski posisi utamanya adalah bek tengah, Putros dikenal sebagai pemain yang fleksibel. Ia juga mampu bermain sebagai bek kanan maupun gelandang bertahan ketika dibutuhkan tim.

Kemampuan bermain di beberapa posisi membuatnya menjadi opsi penting bagi pelatih. Dalam turnamen singkat seperti Piala Dunia, pemain multifungsi sering kali sangat berharga karena memberi banyak pilihan taktik.

Fleksibilitas itulah yang membantu Putros bertahan di level internasional selama beberapa tahun terakhir. Ia mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan tim dan karakter lawan yang berbeda-beda.

5. Berpeluang Ukir Sejarah bersama Maung Bandung

Masuknya Putros ke skuad Irak untuk Piala Dunia 2026 tentunya juga menjadi kabar besar bagi Maung Bandung. Jika diturunkan oleh pelatih Graham Arnold walau sedetik saja, ia akan menjadi pemain aktif Liga Indonesia pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia.

Perjalanannya menuju turnamen ini tidak mudah. Putros turut membantu Irak melewati berbagai fase kualifikasi hingga akhirnya memastikan tiket ke Piala Dunia setelah penantian panjang negara tersebut.

Jika mendapat kesempatan bermain di Piala Dunia 2026, Putros bukan hanya membawa nama Irak, tetapi juga mewakili Maung Bandung dan kompetisi Indonesia di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.

6. Tampil 35 Menit dalam Uji Coba Terakhir Irak

Secara statistik, Frans Putros belakangan ini lebih banyak berstatus sebagai pemain cadangan Timnas Irak, bahkan ia sering tidak diturunkan sedetik pun dalam laga resmi Irak.

Namun, dalam uji coba terakhir Irak melawan Andorra di Girona, Spanyol, 29 Mei 2026 lalu, Putros sempat diturunkan oleh pelatih Graham Arnold. Ia main pada menit ke-65 menggantikan Mustafa Sadoon. Dalam laga itu Singa Mesopotamia menang tipis 1-0 atas Andorra.  

Selanjutnya Irak mengagendakan dua uji coba lagi melawan Spanyol (4 Juni 2026) dan Venezuela (9 Juni 2026) sebelum tampil di Piala Dunia 2026.

7. Meraih Total Lima Trofi bersama Klub dan Timnas Irak

Sepanjang kariernya Frank Putros telah meraih tiga trofi di level klub yakni Divisi 1 Denmark (kasta kedua Liga Denmark) musim 2013/2014 bersama Silkeborg, Divisi 1 Denmark 2020/2021 bersama Viborg, dan BRI Super League (kasta tertinggi Liga Indonesia) musim ini bersama Persib Bandung.

Sedangkan untuk level Internasional, ia meraih dua trofi untuk Timnas Irak dalam ajang Piala Raja Thailand 2023 dan 2025. Sehingga, total trofi yang diraihnya bersama klub dan tim nasional hingga kini adalah lima.