TVRINews - Charlotte, Amerika Serikat

Pelatih Mauricio Pochettino memberikan pujian kepada Christian Pulisic yang berhasil mencetak gol dan memberikan asis dalam kemenangan 3-2 atas Senegal.

Gol yang dinantikan akhirnya datang, Christian Pulisic yang sebenarnya terlihat lagi ketika Amerika Serikat membutuhkan perannya. Momen itu terjadi dalam laga uji coba saat menang 3-2 atas Senegal, Minggu (31/5/2026) waktu setempat atau Senin pagi WIB ini.

Bahkan bukan hanya gol. Christian Pulisic juga memberikan asis bagi terciptanya gol pertama tim berjulukan Stars and Stripes ini yang diciptakan Sergino Dest paga laga yang digelar di Stadion Bank of America tersebut.

Ya, kiprah bagusnya diawali dengan asis di menit ke-7 dan gol pada menit ke-20. Awal yang memberikan kegembiraan bagi fans yang hadir menyaksikan laga ini. Apalagi, kemenangan tim asuhan Mauricio Pochettino ini diraih dengan cara yang tidak mudah karena Senegal sempat menyamakan kedudukan lewat gol Sadio Mane pada menit ke-44 dan 52.

Namun, Folarin Balogun mencetak gol ketiga Amerika Serikat pada menit ke-63 yang menentukan kemenangan. Mauricio Pochettino memberikan pujian kepada bintang andalannya ini dalam konferensi pers setelah pertandingan berakhir. Pelatih asal Argentina ini menekankan tentang bagaimana Christian Pulisic selama ini berusaha memberikan yang terbaik sejak kali pertama bergabung dalam pemusatan latihan.

"Setiap hari, dia berlatih dengan sikapnya yang sangat baik, dengan komitmen yang dia bawa. Saya bahagia untuknya karena setelah periode yang panjang tanpa gol dia akhirnya mencetak gol lagi," kata Mauricio Pochettino.

"Gol itu sangat penting, khususnya bagi seorang pemain yang memahami bahwa dia tengah mempersiapkan diri tampil di Piala Dunia," Mauricio Pochettino menambahkan. Meski demikian, mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain ini menyatakan selalu ada hal yang bisa dievaluasi dari timnya, khususnya kemenangan dengan kemasukan dua gol ini.

Apalagi yang mereka hadapi adalah Senegal, yang juga tim kontestan di Piala Dunia 2026 ini. Amerika Serikat memang sempat membuang keunggulan dua gol tersebut. Kemasukan pertama terjadi karena Amerika Serikat kehilangan bola di lini tengah saat transisi. Gol kemasukan kedua karena umpan ceroboh dari bek Amerika Serikat, Miles Robinson, dan keraguan sesaat dari kiper pengganti, Chris Brady.

Beruntung bagi Amerika Serikat karena mereka akhirnya berhasil kembali mencetak gol setelah Folarin Balogun menyambut umpan silang Timothy Weah dan melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti. Karena itulah, walau menang, Mauricio Pochettino mencatat bahwa ada masalah pertahanan yang perlu diperbaiki.

"Saya menilai kami kemasukan karena karena kesalahan kami. Jika mampu meningkatkan kembali cara mengelola beberapa situasi, saya pikir kita akan menghindarinya," kata Mauricio Pochettino. Pelatih berusia 54 tahun ini menambahkan bahwa mereka juga menghadapi Senegal tim yang memiliki banyak pemain bagus.

"Namun, saya melihat peluang yang kami terima semuanya disebabkan oleh kemampuan kami membaca permainan dengan lebih baik. Saya pikir kami dapat menghindari kemungkinan kebobolan dan kami akan fokus minggu depan untuk memperbaiki semua hal yang diperlukan, mencoba meningkatkan performa," dia menegaskan.

Christian Pulisic Lega

Ini kemenangan yang berarti bagi Amerika Serikat. Menurut data, laga tersebut disaksikan 57.741 penonton yang hadir di stadion. Fans Amerika Serikat akhirnya dapat menatap Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak.

Kemenangan ini sekaligus membuat Tim Ream dan kawan-kawan bernapas lega. Pasalnya, mereka mengalami kekalahan di dua laga uji coba akhir Maret lalu. Saat itu, AS takluk 2-5 dari Belgia dan kalah 0-2 dari Portugal.

Poin lainnya, tentu saja harapan mereka terhadap Christian Pulisic kembali muncul, kali ini dengan keyakinan yang lebih besar. Pemain yang mereka harapkan berhasil mencetak gol setelah mengalami kebuntuan begitu panjang.

"Saya merasa bermain baik dalam beberapa bulan terakhir. Tapi, semua orang terlihat lebih memperhatikan tentang gol jadi saya harap sekali sekarang mereka berhenti membicarakan tentang gol," kata Christian Pulisic, tersenyum dalam konferensi pers.

Gol ke gawang Senegal merupakan gol pertama bagi penyerang berusia 27 tahun tersebut setelah sepanjang tahun 2026 ini mengalami kebuntuan di depan gawang lawan. Christian Pulisic memperlihatkan kualitasnya dalam membaca situasi dari peluang yang didapatnya setelah menerima umpan Ricardo Pepi.

Christian Pulisic tidak langsung menembak melainkan menghentikan bola dengan satu sentuhan seiring dengan kiper Senegal, Mory Diaw, mencoba mengadangnya. Ketika itulah, dia kemudian baru melepaskan tembakan yang membuat bola mengarah masuk ke sisi kanan dalam gawang lawan.

Christian Pulisic tampak merayakan gol itu dengan emosional. Berlari ke arah sudut lapangan dan berlutut lalu berteriak seolah melepaskan bebannya selama ini. Gol terakhir Christian Pulisic sebelum laga ini terjadi pada 28 Desember 2025 lalu dalam laga AC Milan lawan Hellas Verona.

Sedangkan gol terakhirnya untuk Timnas Amerika Serikat sudah lama terjadi, yaitu pada 19 November 2024 lalu dalam kemenangan atas Jamaika di perempat final Liga Negara Concacaf.

Total, 19 laga dengan AC Milan dan 8 laga bersama Amerika Serikat, dia lewati tanpa mampu mencetak gol. Fase kebuntuan itulah yang kemudian memantik keraguan terhadap dirinya. Rasa frustrasi semakin besar yang tentu saja dirasakan sang pemain.

Meski Bahagia, Christian Pulisic menyatakan bahwa ini hanyalah uji coba. "Kami memiliki laga besar di depan dan kami semua harus siap. Saya merasa senang, ini menyenangkan dan kami siap menyongsong musim panas yang besar ini," kata Christian Pulisic.

Sejumlah rekan setimnya di Amerika Serikat pun memberikan pujian kepadanya dan dukungan penuh. "Kami selalu percaya kepadanya, dan kami tidak akan berada di sini jika dia bukanlah pemain yang selama ini kami kenal," kata Weston McKennie.

"Tentu saja, sebuah hal yang luar biasa menyaksikan bagaimana dia berhasil mencetak gol, dan melihat dia mampu mengakhiri kebuntuannya. Tapi, kami harus melangkah ke depan dan kami akan mengandalkannya untuk banyak hal," dia menambahkan.

Setelah laga lawan Senegal, Timnas Amerika Serikat akan menghadapi satu laga uji coba lagi yaitu lawan Jerman pada 6 Juni 2026 nanti. Amerika berada di Grup D dalam Piala Dunia 2026 ini bersama Paraguai, Australia, dan Turki.

Sementara itu, kekalahan ini menjadi kekalahan pertama bagi Senegal setelah akhir Maret lau mereka menang 2-0 atas Peru dan 3-1 lawan Gambia. Sadio Mane dan kawan-kawan akan menghadapi satu laga uji coba lagi, yaitu melawan Arab Saudi pada 9 Juni. Senegal berada di Grup I pada Piala Dunia 2026 ini, satu grup dengan Prancis, Norwegia, dan Irak.