TVRINews - Rio de Janeiro, Brasil

Selama ditangani Carlo Ancelotti, Brasil telah tampil dalam 10 pertandingan dengan hasil lima kemenangan, dua seri, dan tiga kali kalah.

Pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Brasil pada 26 Mei 2025 di Rio de Janeiro. Ia datang dengan misi besar: mengangkat performa tim yang tengah terpuruk sekaligus mempersiapkan skuad Selecao menuju Piala Dunia 2026 dengan target meraih gelar juara dunia keenam.

Penunjukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih Brasil juga menandai momen bersejarah. Untuk pertama kalinya, Tim Samba ditangani oleh pelatih asing secara penuh.

"Saya merasa terhormat dan bangga memimpin tim terbaik di dunia. Saya memiliki pekerjaan besar di depan saya," ujar pelatih berusia 66 tahun itu usai menerima jabatan tersebut, dikutip dari Reuters.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan yang dihadapinya tidaklah kecil, namun penuh motivasi.

"Saya sangat senang, tantangannya besar. Saya selalu memiliki hubungan khusus dengan tim ini. Kami akan bekerja untuk membuat Brasil menjadi juara lagi," ia menambahkan.

Ancelotti menggantikan Dorival Junior yang dipecat pada akhir Maret setelah kekalahan telak 1-4 dari Argentina. Lebih lanjut, ia menyadari tekanan besar yang datang bersama posisinya saat ini.

"Orang-orang ingin saya bekerja dengan baik dan memenangkan Piala Dunia lagi. Karena apa yang telah saya capai di masa lalu, mereka berharap saya bisa meraih trofi itu. Namun, saya berharap mereka akan mendukung tim, karena dukungan dari seluruh negara sangatlah penting," ujar pria asal Italia itu.

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Selama ditangani Ancelotti hingga Selasa (5/5/2026), Brasil telah tampil dalam 10 pertandingan. Empat di antaranya di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL dengan hasil dua kali menang, masing-masing atas Paraguai (1-0) dan Cili (3-0).

Dua laga lainnya adalah sekali seri tanpa gol melawan Ekuador, serta sekali kalah (0-1) dari Bolivia. Hasil-hasil ini membawa Brasil lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli mendatang.

Enam laga lain Brasil di tangan Ancelotti merupakan laga uji coba. Hasilnya tiga kali menang yakni atas Korea Selatan (5-0), Senegal (2-0), dan Kroasia (3-1), kemudian sekali imbang melawan Tunisia (1-1), serta dua kali kalah dari Jepang (2-3) dan Prancis (1-2). 

Selama menangani Brasil, Ancelotti menggunakan beberapa formasi berbeda. Skema 4-2-4 dipakai saat menang lawan Paraguay dan Cili, kemudian 4-3-3 digunakan saat imbang lawan Ekuador dan kalah dari Bolivia.

Dengan hasil tersebut Ancelotti berhasil menyelesaikan tugas utamanya, yaitu mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026. Ia juga berhasil menjaga produktivitas Vinicius Junior dan kawan-kawan di beberapa laga.

Namun, rasio kekalahan (3 dari 10 laga atau 30%) terlalu tinggi untuk standar Brasil. Kekalahan dari Bolivia, Jepang, dan Prancis akan menjadi bahan evaluasi bagi Ancelotti sebelum tampil di Piala Dunia 2026.

Incar Trofi Piala Dunia Keenam

Carlo Ancelotti juga menekankan bahwa tim harus bersatu jika ingin meraih predikat "Hexacampeao" alias memenangkan Piala Dunia keenam yang akan memperpanjang rekor mereka.

"Masing-masing dari kita memikirkan tujuan, yang sangat jelas: kita harus memenangkan Piala Dunia 2026, bukan menjadi pemain terbaik di dunia. Saya ingin pemain yang berpikir mereka ingin berada di Piala Dunia untuk menang, bukan untuk menjadi yang terbaik," ujarnya.

Peran Ancelotti menjadi krusial bagi Brasil. Ia bukan hanya pelatih sukses, tetapi juga bagian dari tradisi panjang sepak bola Eropa. 

Mentor utamanya, Nils Liedholm, memiliki akar dalam budaya sepak bola Hungaria yang juga memengaruhi tokoh seperti Dori Kürschner. Tradisi inilah yang dahulu ikut membentuk gaya bermain Brasil.

Dengan menunjuk Ancelotti, Brasil bukan sekadar mencari solusi instan, tetapi juga mencoba kembali ke akar filosofis yang pernah membuat mereka berjaya. Ini adalah upaya untuk menggabungkan kembali kreativitas khas Brasil dengan struktur dan disiplin taktik Eropa.

Biodata

Nama: Carlo Ancelotti

Kelahiran: Reggiolo, Emilia-Romagna, Italia, 10 Juni 1959 (66 tahun)

Karier Bermain:

  • Parma (1976–1979)
  • AS Roma (1979–1987)
  • AC Milan (1987–1992)
  • Timnas Italia (1981–1991)

Karier sebagai Pelatih:

  • Timnas Italia (asisten) (1992–1995)
  • Reggiana (1995–1996)
  • Parma (1996–1998)
  • Juventus (1999–2001)
  • AC Milan (2001–2009)
  • Chelsea (2009–2011)
  • Paris Saint-Germain (2011–2013)
  • Real Madrid (2013–2015)
  • Bayern Munchen (2016–2017)
  • Napoli (2018–2019)
  • Everton (2019–2021)
  • Real Madrid (2021–2025)
  • Timnas Brasil (2025–sekarang)

Prestasi sebagai Pemain:

AS Roma

  • Serie A (1982–1983)
  • Coppa Italia (1979–1980, 1980–1981, 1983–1984, 1985–1986)

AC Milan

  • Serie A (1987–1988, 1991–1992)
  • Supercoppa Italiana (1988)
  • Liga Champions (1988–1989, 1989–1990)
  • Piala Super Eropa (1990)
  • Piala Interkontinental (1989)

Timnas Italia

  • Posisi ketiga Piala Dunia (1990)

Individual

  • Serie A Team of The Year (1983, 1986, 1988, 1990, 1991)

Prestasi sebagai Pelatih: 

Juventus

  • UEFA Intertoto Cup (1999)

AC Milan

  • Serie A (2003–2004)
  • Coppa Italia (2002–2003)
  • Supercoppa Italiana (2004)
  • UEFA Champions League (2002–2003, 2006–2007)
  • UEFA Super Cup (2003, 2007)
  • FIFA Club World Cup (2007)

Chelsea

  • Premier League (2009–2010)
  • FA Cup (2009–2010)
  • FA Community Shield (2009)
  • Paris Saint-Germain
  • Ligue 1 (2012–2013)

Real Madrid

  • La Liga (2021–2022, 2023–2024)
  • Copa del Rey (2013–2014, 2022–2023)
  • Piala Super Spanyol (2021–2022, 2023–2024)
  • UEFA Champions League (2013–2014, 2021–2022, 2023–2024)
  • UEFA Super Cup (2014, 2022, 2024)
  • FIFA Club World Cup (2014, 2022)
  • FIFA Intercontinental Cup (2024)

Bayern Munchen

  • Bundesliga (2016–2017)
  • DFL-Supercup (2016, 2017)

Individual

  • The Best FIFA Football Coach (2024)
  • Men's Johan Cruyff Trophy (2024)
  • World Soccer World Manager of the Year (2003)
  • Serie A Coach of the Year (2001, 2004)
  • Panchina d'Oro (2002–03, 2003–04)
  • Ligue 1 Coach of the Year (2012–13) 
  • IFFHS World's Best Club Coach (2007, 2014, 2022, 2024)
  • UEFA Men's Coach of the Year (2021–22)
  • Globe Soccer Awards Best Coach of the Year (2014, 2022)
  • Onze d'Or Coach of the Year (2021–22)
  • Premier League Manager of the Month (November 2009, Agustus 2010, Maret 2011, April 2011, September 2020)
  • La Liga Manager of the Month (Oktober 2014, April 2015, Agustus 2023, April 2024)
  • Globe Soccer Awards Best Media Attraction in Football (2014)
  • Enzo Bearzot Award (2014)
  • FIFA World Coach of the Year runner-up (2014)
  • Miguel Munoz Trophy (2021–2022, 2014–2015)
  • Roma Hall of Fame (2014)
  • Italian Football Hall of Fame (2015)
  • AC Milan Hall of Fame (2015)
  • Trofeu Mesa Redonda Coach of the Year (2025)