TVRINews - Jakarta

Dengan format baru dan persaingan yang kian merata, peluang munculnya juara baru di Piala Dunia 2026 menjadi sangat terbuka lebar.

Sejak pertama kali digulirkan di Uruguai pada 1930, trofi Piala Dunia hanya pernah disentuh oleh segelintir negara elite. Tim seperti Brasil, Jerman, hingga Argentina telah mendominasi podium juara selama hampir satu abad. 

Namun, edisi 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni-19 Juli 2026, membawa harapan untuk melahirkan tim yang baru pertama kali meraih trofi Piala Dunia.

Ekspansi format menjadi 48 tim bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah kesempatan lebih luas bagi negara-negara yang selama ini menjadi kekuatan besar namun belum beruntung mencium trofi paling bergengsi tersebut. 

Dengan format baru dan persaingan yang kian merata, peluang munculnya juara baru sangat terbuka lebar. Berikut adalah enam kandidat yang berada di ambang sejarah besar:

1. Portugal: Kedalaman Skuad yang Menakutkan

Portugal saat ini berada di persimpangan jalan yang sangat menarik. Mereka tidak lagi hanya bergantung pada satu ikon besar, Cristiano Ronaldo. Sebaliknya, skuad asuhan Roberto Martinez telah menjelma menjadi tim dengan kedalaman paling mengerikan di Eropa. 

Kombinasi antara kematangan pemain seperti Bruno Fernandes dan kreativitas Joao Felix memastikan bahwa Selecao das Quinas memiliki ancaman di tiap lini. Dengan pengalaman memenangkan Piala Eropa dan Nations League, Portugal memiliki mentalitas juara yang hanya butuh satu dorongan lagi untuk memuncaki Piala Dunia 2026.

2. Belanda: Misi Menghapus Label "Juara Tanpa Mahkota"

Sejarah mencatat Belanda sebagai finalis tiga kali yang selalu gagal di langkah terakhir. Namun, di bawah kepemimpinan bek tangguh sekelas Virgil van Dijk dan dirigen lini tengah Frenkie de Jong, Oranje memiliki keseimbangan taktik yang luar biasa. 

Kekuatan tim asuhan Ronald Koeman ini terletak pada struktur pertahanan yang solid dan kemampuan mengalirkan bola yang sangat sistematis. Jika mereka mampu menjaga konsistensi di fase gugur, Piala Dunia 2026 bisa menjadi momen penebusan atas kegagalan-kegagalan di masa lalu.

3. Kroasia: Sang Spesialis Turnamen Besar

Kroasia terus menantang logika sepak bola modern. Sebagai negara dengan populasi kecil, mereka secara konsisten menembus empat besar di dua edisi terakhir Piala Dunia. 

Meski kapten legendaris Luka Modric terus menua, proses regenerasi mereka berjalan sangat mulus dengan munculnya talenta-talenta baru yang siap melanjutkan tradisi. 

Sebut saja sosok Josko Gvardiol, bek modern yang menjadi salah satu yang terbaik di dunia, serta Lovro Majer dan Luka Sucic yang digadang-gadang sebagai penerus kreativitas di lini tengah. Sementara Martin Baturina mulai menunjukkan sinarnya sebagai pengatur serangan masa depan. 

Kroasia adalah tim yang paling tahu cara memenangkan pertempuran mental, terutama jika pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan atau adu penalti.

4. Maroko: Simbol Kebangkitan Kekuatan Global

Tim nasional sepak bola Maroko saat akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Paraguai di jeda internasional FIFA pada 31 Maret 2026. (TVRI/Grafis/Yusuf)

Foto: TVRI/Grafis/Yusuf

Keberhasilan menembus semifinal Piala Dunia edisi sebelumnya bukanlah sebuah kebetulan. Maroko telah membuktikan bahwa organisasi permainan yang sangat rapi dan kedisiplinan taktik bisa meruntuhkan raksasa dunia.

Status Maroko sebagai kekuatan global makin sahih setelah mereka berhasil menjuarai Piala Afrika 2025. Terlepas dari sisi kontroversinya, sukses di Piala Afrika menghapus dahaga gelar sejak 1976 dan menjadi modal kepercayaan diri yang masif. 

Dipimpin oleh pemain berkelas seperti Achraf Hakimi, Singa Atlas kini membawa kepercayaan diri tinggi. Mereka memiliki mentalitas kuat dan organisasi pertahanan yang sulit ditembus, menjadikan mereka wakil Afrika yang paling siap untuk mengguncang dominasi Eropa dan Amerika Latin.

5. Jepang: Kedisiplinan dan Transisi Mematikan

Sepak bola Jepang telah berevolusi menjadi kekuatan yang sangat dihormati. Samurai Blue tidak lagi hanya mengandalkan semangat juang, melainkan disiplin taktik dan kecepatan transisi yang luar biasa. 

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, skuad asuhan Hajime Moriyasu ini mampu menaklukkan raksa Eropa macam Jerman dan Spanyol pada penyisihan grup. Jepang juga mampu menaklukkan juara Piala Dunia lima kali, Brasil, dengan skor 3-2 pada uji coba jelang Piala Dunia 2026. 

Mayoritas pemain inti mereka yang merumput di liga-liga top Eropa membawa kematangan bermain yang stabil. Jepang memiliki kolektivitas tim yang mampu merepotkan negara mana pun melalui serangan balik yang presisi dan efisiensi permainan.

6. Amerika Serikat: Momentum Emas di Tanah Sendiri

Dibanding dua tuan rumah Piala Dunia 2026 lainnya yakni Meksiko dan Kanada, Amerika Serikat paling berpeluang menciptakan kejutan meraih trofi Piala Dunia untuk kali pertama.

Mereka  memiliki keuntungan yang sangat masif sebagai tuan rumah. Saat ini, mereka memiliki "Generasi Emas" yang sebagian besar bermain di level elite Eropa, seperti Christian Pulisic dan Weston McKennie. 

Dukungan penuh dari publik sendiri seringkali menjadi faktor pembeda yang mampu mengubah tim kuda hitam menjadi kekuatan yang tak terbendung. Bermain di stadion megah dengan atmosfer luar biasa, Amerika Serikat memiliki peluang besar untuk melangkah melampaui ekspektasi.