Hampir semua tim nasional negara yang turun di Piala Dunia 2026 memiliki julukan, termasuk tim-tim elite seperti Prancis, Spanyol, Argentina, Inggris, Portugal, Jerman, Belgia, Maroko, Belanda, dan Brasil. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Jakarta, Indonesia
Beragam sumber menjadi inspirasi tim-tim Piala Dunia 2026 dalam memilih ataupun menciptakan julukan.
Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, tahun ini Piala Dunia diikuti oleh 48 tim, terbanyak dibanding gelaran-gelaran sebelumnya. Setiap tim memiliki julukan/panggilan yang kebanyakan diambil dari warna nasional negara tersebut, sejarah, hingga tumbuhan maupun hewan.
Dari Les Fennecs julukan Aljazair sampai White Wolves milik Uzbekistan, julukan bisa menambah kebanggaan nasional.
Skotlandia sebenarnya tidak memiliki julukan untuk tim nasional negara mereka. Namun, suporter mereka sering disebut The Tartan Army yang kian lama justru menempel untuk Timnas Skotlandia.
Berikut julukan seluruh 48 tim di Piala Dunia 2026 berikut diambil dari apa julukan tersebut:
Afrika Selatan – Bafana Bafana
Bafana Bafana diambil dari bahasa Zulu—salah satu bahasa yang dipakai di Afrika Selatan—yang berarti Anak-Anak, Anak-Anak atau singkatnya Anak-Anak. Julukan ini sudah dipakai untuk merepresentasikan Timnas Afsel sejak mereka kembali ke kancah sepak bola internasional pada 1992.
Aljazair – Les Fennecs
Julukan tersebut berasal dari rubah fennec yang kecil, nokturnal, dan lincah yang berasal dari Gurun Sahara, yang juga merupakan hewan nasional Aljazair dan melambangkan kecerdasan dan ketahanan.
Amerika Serikat – The Stars and Stripes
The Stars and Stripes (bintang-bintang dan garis-garis) diambil dari motif bendera Amerika Serikat, sebuah bentuk penghormatan patriotik terhadap negara.
Arab Saudi – The Green Falcons
Al Suqour Al Akhdar adalah julukan Timnas Arab Saudi yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi The Green Falcons. Mereka juga sering disebut sebagai Al Akhdar (Si Hijau) mengacu warna tim mereka yang hijau dan putih, serta terkadang dijuluki Al Suqour Al Arabiyyah (Elang Arab).
Argentina – La Albiceleste
Dari kata albo (putih) dan celeste (biru langit) yang merupakan warna seragam utama dan bendera negara juara Piala Dunia tiga kali (1978, 1986, 2022) tersebut.
Australia – Socceroos
Gabungan dari kata “soccer” (sepak bola) dan “kangaroo” (kaguru), binatang khas Australia. Menurut Federasi Sepak Bola Australia (Football Australia), julukan ini pertama kali dicetuskan pada akhir tahun 1960-an oleh jurnalis Sydney, Tony Horstead, dan secara resmi diadopsi sekitar tahun 1971–1972. Nama ini mewakili semangat juang tim.
Austria – Das Team
Das Team berarti Tim yang mengacu pada Tim Nasional Austria. Di era 1930-an, saat menjadi salah satu kekuatan sepak bola dunia, Timnas Austria yang kala itu dilatih Hugo Meisl dijuluki Wunderteam (Wonder Team).
Belanda – Oranje
Oranye ini mengacu warna dari Wangsa Orange-Nassau, dinasti keluarga kerajaan Belanda yang kemudian menjadi warna nasional Belanda. Warna oranye cerah ini lantas menjadi identitas Timnas Belanda.
Dalam sejarahnya, runner-up Piala Dunia tiga kali (1974, 1978, 2010) itu juga memiliki julukan Clockwork Orange, mengacu tim di era Johan Cruyff pada 1970-an yang memiliki gaya bermain sangat presisi dan mekanis (seperti mesin).
Belgia – De Rode Duivels
Setelah kemenangan atas Belanda 5-0 pada 1906, pers Belanda menyebut para pemain Belgia tampil seperti kerasukan setan hingga seorang jurnalis lokal saat itu Pierre Walckiers memanggil skuad Belgia dengan sebutan “Little Red Devils”.
Penyebutan Setan Merah juga mengacu warna seragam utama Timnas Belgia, yakni merah. Warna merah juga melambangkan energi, kekuatan, agresif, dan gairah.
Bosnia dan Herzegovina – Zmajevi
Julukan Zmajevi (The Dragons) ini pertama dipopulerkan pada tahun 2009 oleh komentator Mustafa Mijajlovic selama kualifikasi Piala Dunia melawan Belgia, merujuk pada gaya bermain Timnas Bosnia-Herzegovina yang garang dan menyerang. Beberapa sumber menyebutkan adanya kaitan dengan Husein Gradascevic, “Naga Bosnia”, seorang tokoh sejarah.
Brasil – Selecao; Canarinho
Selecao berarti Seleksi (mengacu orang-orang pilihan) atau Tim. Sedangkan Canarinho (tim wanita dijuluki Canarinha) mengacu (burung) kenari kecil.
Julukan dari burung kenari juga terinspirasi dari jersei berwarna kuning cerah (seperti warna burung kenari) yang mulai dipakai Timnas Brasil pada 1954 menyusul kekalahan menyakitkan di final Piala Dunia 1950 saat mereka mengenakan seragam berwarna putih.
Republik Ceko – Narodak
Narodak dalam Bahasa Ceko berarti Tim Nasional. Julukan ini paling umum disebut oleh penggemar Tim Nasional Sepak Bola Rep. Ceko.
Curacao – The Blue Wave
Julukan ini merepresentasikan kebanggaan tim, energi, dan hubungannya dengan alam di Pulau Karibia Belanda. Julukan itu juga menyoroti kemampuan tim untuk menciptakan “gelombang” dampak, mewakili negara terkecil berdasarkan populasi yang lolos ke Piala Dunia.
Ekuador – La Tri
Julukan utama untuk Tim Nasional Sepak Bola Ekuador adalah La Tri dan La Tricolor. Nama-nama ini berasal dari tiga warna—kuning, biru, dan merah—yang terdapat pada bendera negara dan seragam tim. Tim ini terkadang disebut sebagai Los Amarillos (si Kuning).
Gana – Black Stars
Julukan ini berasal dari bintang hitam yang terletak di tengah bendera Gana, yang melambangkan kebebasan, kemerdekaan, dan kebanggaan Afrika. Gana merupakan tim terkemuka yang telah empat kali memenangi Piala Afrika.
Haiti – Les Grenadiers
Les Grenadiers (The Grenadiers) atau Pasukan Grenadier dalam bahasa Indonesia, melambangkan perlawanan, persatuan, dan pembangkangan. Frasa “Grenadye, alaso” (Grenadier, maju menyerang) digunakan sebagai seruan penyemangat, menandakan tim yang menyerbu ke medan pertempuran.
Inggris – Three Lions
Julukan untuk Tim Nasional Sepak Bola Inggris yang umum dikenal dan digunakan oleh FIFA adalah Three Lions (Tiga Singa). Nama ini berasal dari lambang resmi Asosiasi Sepak Bola (FA), yang menampilkan tiga singa sejak tahun 1872.
Lambang ini mewakili tiga singa emas di atas bidang merah yang terkenal dibawa sebagai panji dalam pertempuran selama pemerintahan Richard the Lionheart (Richard yang berhati singa). Julukan ini secara konsisten digunakan oleh FIFA selama liputan Piala Dunia dan daftar tim resmi skuad kampiun Piala Dunia 1966 itu.
Iran – Team Melli
Team Melli menjadi julukan yang paling sering dipakai skuad Iran, berasal dari bahasa Persia yang berarti Tim Nasional.
Timnas Iran kadang memakai julukan Persian Stars untuk merefleksikan identitas timnas. Selain itu ada Youzpalangan (The Cheetahs), julukan modern mengacu upaya Iran melakukan konservasi citah asli Asia.
Sementara, sebutan Shiran-e Pars (Persian Lions) menjadi julukan untuk menghormati sekaligus melambangkan kekuatan negara.
Irak – Lions of Mesopotamia
Julukan Timnas Iran dalam bahasa negara tersebut adalah Asood Al-Rafidain, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Lions of Mesopotamia (Singa Mesopotamia). Julukan ini menyoroti kekuatan tim dan hubungannya dengan sejarah kuno Irak, yang sering disebut sebagai “tempat lahirnya peradaban”.
Jepang – Samurai Blue
Samurai Biru, nama tersebut mewakili prajurit Samurai dalam sejarah Jepang—melambangkan kehormatan dan disiplin—dipadukan dengan warna biru pada jersei kandang mereka, yang melambangkan kesetiaan dan kebijaksanaan.
Jerman – Die Mannschaft
Die Mannschaft dalam bahasa Jerman berarti Tim. Menggambarkan Timnas Jerman sebagai skuad yang menonjolkan identitas kolektif di atas individu.
Sempat diperdebatkan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pada 2022 karena dinilai penggemar terlalu arogan, julukan Die Mannschaft akhirnya tetap dipakai karena sangat kuat kaitannya dengan sejarah dan kesuksesan Jerman di kancah sepak bola internasional, termasuk juara Piala Dunia empat kali (1954, 1974, 1990, 2014).
Kanada – The Canucks
The Canucks merupakan sebutan dalam istilah slang untuk orang Kanada. The Canucks juga sering dipakai untuk mewakili identitas Kanada.
Kolombia – Los Cafeteros
Kolombia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Reputasi inilah yang menjadi ide untuk julukan Tim Nasional Sepak Bola Kolombia, Los Cafeteros—atau The Coffee Growers (para petani kopi) dalam Bahasa Inggris.
Republik Demokratik Kongo – Les Leopards
Les Leopards (The Leopards). Nama ini secara konsisten digunakan dalam konteks resmi oleh FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) untuk mewakili negara yang sebelumnya dikenal sebagai Zaire.
Tim ini dikenal karena telah memenangkan Piala Afrika dua kali (1968 dan 1974) dan merupakan tim sub-Sahara pertama yang tampil di Piala Dunia FIFA (1974).
Korea Selatan – Taeguk Warriors
FIFA kerap memakai Taeguk Warriors untuk julukan Timnas Korea Selatan maupun di sejumlah dokumen resmi. Julukan ini mengacu simbol Taeguk di bendera Korea Selatan, merepresentasikan keseimbangan, dan menjadi simbol semangat kesatria dari para pemain.
Kroasia – Vatreni
Vatreni (The Fiery Ones atau Blazers), julukan ini diciptakan pada tahun 1996 oleh penulis Kroasia Josip Prudeus dan dipopulerkan melalui lagu 11 Vatrenih (11 Fiery Ones atau 11 Pemain yang Berapi-api).
Maroko – Atlas Lions
Tim Nasional Sepak Bola Maroko dijuluki Singa Atlas (Atlas Lions atau Les Lions de l'Atlas dalam bahasa Prancis). Julukan ini menghormati singa Atlas yang kini telah punah, subspesies yang pernah mendiami Pegunungan Atlas, melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebanggaan. Julukan ini sering digunakan untuk mewakili semangat juang dan warisan nasional mereka.
Meksiko – El Tri
Julukan El Tri (atau kadang El Tricolor) untuk Timnas Meksiko ini mengacu pada tiga warna—hijau, putih, dan merah—dari bendera negara serta tradisi tim tersebut. Julukan tersebut menjadi populer pada akhir era 1950-an (khususnya sekitar tahun 1956) untuk mewakili seragam tiga warna tim (jersei hijau, celana pendek putih, kaus kaki merah).
Mesir – The Pharaohs
Julukan ini merujuk pada para pemimpin Mesir kuno (Firaun), yang mewakili kerajaan, sejarah, dan keunggulan sebagai cerminan warisan budaya negara yang kaya. Mereka adalah tim paling sukses di Afrika, setelah memenangkan Piala Afrika (AFCON) sebanyak tujuh kali, sebuah rekor.
Norwegia – Landslaget
FIFA kerap memakai sebutan Landslaget sebagai julukan skuad negara Norwegia, yang berarti Tim Nasional. Red, White and Blue (merah, putih, dan biru) juga bisa menjadi julukan Norwegia mengacu warna bendera mereka.
Pantai Gading – Les Elephants
Tim Nasional Sepak Bola Pantai Gading dijuluki Gajah (The Elephants atau Les Elephants dalam bahasa Prancis). Julukan ini digunakan oleh FIFA, CAF, dan dalam profil tim resmi untuk mewakili gajah hutan yang dulunya tersebar luas di negara tersebut dan muncul di lambang negara.
Panama – Los Canaleros
FIFA kerap memakai Los Canaleros (The Canal Men) untuk julukan Timnas Panama mengacu identitas negara tersebut yang ikonik, Terusan Panama.
Paraguai – La Albirroja; Los Guaranies
La Albirroja (The White and Red: putih dan merah) sering dipakai FIFA untuk julukan Timnas Paraguai di ajang internasional, mengacu warna seragam tradisional mereka, yakni garis merah dan putih yang juga merepresentasikan bendera negara itu.
Sedangkan Los Guaranies menjadi julukan alternatif. Guaranies mengacu pada masyarakat adat Tupi-Guarania di Amerika Selatan (terutama Paraguai) dan bahasa mereka.
Portugal – A Selecao; Selecao das Quinas
Julukan utama Tim Nasional Sepak Bola Portugal yang sering dikenali oleh FIFA dan UEFA adalah A Selecao (The Selection) atau Selecao das Quinas (Selection of the Shields/Quincunxes).
A Selecao adalah istilah umum dalam bahasa Portugal untuk tim nasional. Sedangkan Selecao das Quinas mengacu lima perisai pada bendera Portugal.
Satu lagi julukan Timnas Portugal adalam Os Navegadores (The Navigators), untuk menghormati sejarah eksplorasi Portugal di masa lampau.
Prancis – Les Bleus
Julukan utama untuk tim nasional sepak bola Prancis yang diakui oleh FIFA dan dalam kompetisi internasional adalah Les Bleus (si Biru dalam bahasa Indonesia).
Les Bleus merujuk pada warna biru tua tradisional yang digunakan pada seragam kandang tim juara Piala Dunia 1998 dan 2018 itu.
Qatar – Al Annabi
Al Annabi jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Maroons atau The Crimson (si Merah Tua). FIFA dan media sepak bola internasional lainnya sering menyebut tim ini dengan julukan tersebut, yang diambil dari warna merah tua di bendera Qatar.
Selandia Baru – All Whites
Tim Nasional Sepak Bola Selandia Baru dijuluki All Whites, nama yang secara resmi diakui dan digunakan oleh FIFA dan Federasi Sepak Bola Selandia Baru (NZ Football). Julukan ini berasal dari kampanye kualifikasi Piala Dunia 1982, merujuk pada seragam bermain tim yang seluruhnya berwarna putih.
Senegal – Lions of Teranga
Lions of Teranga (Prancis: Les Lions de la Teranga) atau Singa Teranga. Teranga adalah kata dalam bahasa Wolof yang berarti keramahan, kemurahan hati, dan kehangatan, yang merupakan nilai inti dalam budaya Senegal. Sedangkan simbol singa melambangkan kekuatan dan keberanian.
Skotlandia – Tartan Army
Tim Nasional Sepak Bola Skotlandia sebenarnya tidak memiliki julukan resmi yang digunakan secara luas untuk tim itu sendiri. Tetapi FIFA dan berbagai media mengakui para pendukung setia mereka sebagai Tartan Army. Meskipun tim itu sendiri hanya disebut sebagai Skotlandia, istilah Tartan Army kini identik dengan identitas tim nasional di panggung internasional.
Spanyol – La Roja
Julukan utama yang digunakan untuk tim nasional sepak bola Spanyol dalam konteks resmi FIFA, termasuk profil tim Piala Dunia dan media, adalah La Roja (si Merah). Julukan ini mengacu pada seragam merah tradisional tim juara Piala Dunia 2010 itu.
Meskipun populer selama beberapa dekade, julukan ini secara resmi diadopsi sebagai identitas resmi tim sekitar tahun 2004, yang dipelopori oleh mantan pelatih Luis Aragones untuk memberi Spanyol julukan khas yang mirip dengan Canarinha milik Brasil.
Swedia – Blagult
Blagult adalah bahasa Swedia untuk biru dan kuning. Julukan ini mengacu warna seragam tradisional Swedia, jersei kuning dan celana pendek biru, menyesuaikan warna bendera Swedia.
Swis – Nati
Julukan yang kerap dipakai FIFA, UEFA, dan media internasional untuk Timnas Swis adalah Nati, yang tidak lain kependekan dari Nationalmannschaft (Tim Nasional), yang diambil dari bahasa Jerman, salah satu bahasa resmi Swis.
Tanjung Hijau – Blue Sharks
Julukan resmi yang digunakan FIFA untuk tim nasional sepak bola Tanjung Hijau adalah Tubaroes Azuis (bahasa Portugal), yang diterjemahkan menjadi Blue Shark dalam bahasa Inggris.
Julukan Blue Sharks berasal dari warna jersei kandang mereka dan status negara tersebut sebagai kepulauan.
Tunisia – Eagles of Carthage
Julukan tersebut merujuk pada peradaban kuno Kartago dan elang, yang merupakan simbol Federasi Sepak Bola Tunisia. Timnas Tunisia ini secara resmi diakui dengan julukan ini dalam liputan Piala Dunia FIFA, termasuk untuk turnamen 2022 dan 2026.
Turki – Ay Yıldızlılar
Ay Yıldızlılar jika diterjemahkan berarti bulan sabut dan bintang-bintang, dua benda langit yang berada di bendera Turki.
Uruguai – La Celeste
Julukan yang sudah sangat lama melekat di Timnas Uruguai dan sering digunakan FIFA adalah La Celeste, yang berarti si Biru Langit. Nama julukan ini mengacu warna seragam utama Timnas Uruguai yang didominasi biru cerah (untuk jersei).
Timnas Uruguai juga memiliki julukan lain, Los Charruas. Kadang, terkait tim, khususnya media, menamai skuad juara Piala Dunia 1930 dan 1950 ini dengan La Garra Charrua (cakar charrua).
Charrua adalah suku asli dari wilayah Kerucut Selatan (Uruguai, Argentina, Brasil) yang dikenal sebagai pejuang pemburu-pengumpul semi-nomaden yang ganas.
Uzbekistan – White Wolves
Julukan utama untuk Tim Nasional Sepak Bola Uzbekistan yang sering digunakan FIFA, termasuk pratinjau Piala Dunia 2026 dan komunikasi resmi AFC/FIFA, adalah Serigala Putih.
Serigala dianggap sebagai simbol nasional di Uzbekistan, yang mewakili ketahanan dan semangat juang.
Yordania – Al Nashama
Al Nashama (The Chivalrous Ones/The Gallant Ones) dalam bahasa Indonesia berarti Para Kesatria atau Para Pemberani. Julukan ini diakui oleh FIFA Artinya adalah pria-pria yang kuat, mulia, dan pemberani, yang mewakili semangat juang tim.
Istilah ini banyak digunakan untuk menunjukkan keberanian dan tekad tim, terutama setelah kesuksesan mereka di turnamen besar.