Bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Tujuh momen tak terlupakan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia, dari gol pertama hingga gaya rambut zig-zag.
Cristiano Ronaldo akan tampil bersama Portugal di Piala Dunia 2026 yang akan bergulir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kapten dan mesin gol tim berjulukan Selecao das Quinas ini bakal mencatat rekor sebagai pemain yang akan tampil di enam edisi Piala Dunia.
Cristiano Ronaldo akan mencoba membawa Portugal meraih gelar Piala Dunia, gelar yang dalam kariernya belum pernah diraih. Pada Piala Dunia 2026 ini, Portugal berada di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.
Dalam kariernya di Piala Dunia, bintang berusia 41 tahun ini total telah bermain dalam 22 pertandingan dengan mencetak 8 gol sepanjang kariernya di turnamen ini sejak debutnya di Piala Dunia 2006 silam. Tentu saja, banyak momen menarik dari jejak Cristiano Ronaldo di Piala Dunia. Apa saja momen tersebut? Berikut ini, 7 momen menarik CR7 di ajang FIFA World Cup:
1. Gol Pertama di Piala Dunia
Gol pertama di Piala Dunia, yaitu Piala Dunia 2006 yang digelar di Jerman menjadi momen penting yang akan selalu berkesan dalam karier Cristiano Ronaldo. Gol tersebut tercipta dari penalti, di pertandingan kedua Timnas Portugal ke gawang Iran dalam laga fase Grup D, 17 Juni 2006 di Stadion Waldstadion, Frankfurt, Jerman.
Cristiano Ronaldo saat itu berusia 21 tahun. Kostum yang dikenakannya masih nomor punggung 17. Kapten Luis Figo yang saat itu mengenakan nomor 7 terjatuh di kotak penalti setelah dijatuhkan pemain Iran. Cristiano Ronaldo tampil sebagai eksekutor. Dia melepaskan tembakan ke sisi kiri dalam gawang Iran yang dijaga kiper Ebrahim Mirzapour. Gol di menit ke-80 tersebut merupakan gol kedua Portugal di laga ini dalam kemenangan 2-0.
2. Kedipan Mata Cristiano Ronaldo
Masih di Piala Dunia 2006, Cristiano Ronaldo memiliki dua peran dalam kemenangan Portugal atas Inggris dalam fase perempat final. Pertama, dia yang "berperan" membuat wasit mengeluarkan kartu merah untuk bintang muda Inggris saat itu, Wayne Rooney. Keduanya merupakan rekan satu klub, Manchester United. Momen itu terjadi pada 1 Juli 2006 di Stadion Veltins Arena.
Wayne Rooney melakukan pelanggaran terhadap bek Portugal, Ricardo Carvalho. Saat itulah, dalam protes pemain Portugal, Cristiano Ronaldo masuk meminta wasit memberikan kartu. Hingga kemudian, wasit melayangkan kartu merah kepada Wayne Rooney.
Yang menarik, kamera kemudian menangkap kedipan satu mata Cristiano Ronaldo dengan wajah yang puas, kedipan yang tampaknya ke arah rekan setimnya. Peristiwa tersebut kemudian membuatnya mendapatkan kritik dari fans Manchester United, termasuk setelah Piala Dunia 2026 itu berakhir.
Peran kedua sebagai pencetak gol dalam adu penalti di laga tersebut yang menentukan langkah ke Portugal ke semifinal. Cristiano Ronaldo pencetak gol terakhir yang membuat Portugal menang 3-1 dalam adu penalti tersebut.
3. "Gol Akrobatik" Vs Korea Utara
Laga menghadapi Korea Utara dalam fase grup Piala Dunia 2010 juga salah satu momen yang tidak akan terlupakan. Dalam laga di Stadion Cape Town, 21 Juni 2010, Cristiano Ronaldo mencetak satu gol dan memberikan satu asis dalam kemenangan 7-0 Portugal atas Korea Utara. Gol tersebut mengakhiri kebuntuannya di mana sebelumnya dia tidak pernah mencetak gol untuk Portugal dalam 16 bulan atau lebih dari dua tahun.
Gol tersebut merupakan gol keenam Portugal dalam kemenangan dengan tujuh gol itu. Diciptakan pada menit ke-87 setelah memanfaatkan asis Liedson. Sebelum gol tersebut, dia memberikan asis bagi terciptanya gol keempat Portugal yang diciptakan Tiago Mendes. Yang membuat gol ini tidak terlupakan karena tercipta di mana bola sempat memantul ke atas mengenai bagian belakang lehernya. Kemudian saat bola akan jatuh ke tanah dia melepaskan tembakan melewati kiper Korea Utara, Ri Myong-guk.
4. Berakhir dengan Gol Lawan Gana
Piala Dunia 2014 yang digelar di Jerman menjadi Piala Dunia mengecewakan dalam karier Cristiano Ronaldo. Di Piala Dunia ini, langkah Portugal hanya sampai fase grup. Piala Dunia ini juga ditandai dengan kritik terhadap dirinya yang tidak dapat memberikan peran bagi Timnas Portugal.
Portugal mengawali fase grup dengan kekalahan telak dari Jerman, 0-4. Lalu di laga kedua imbang 2-2, dengan satu gol di antaranya asis dari Cristiano Ronaldo. Dua laga awal tanpa kemenangan itu membuat Portugal tersingkir. Cristiano Ronaldo akhirnya mencetak gol di laga ketiga lawan Gana pada 26 Juni 2014, gol kedua timnya yang membuat Portugal akhirnya meraih kemenangan di Piala Dunia 2014 ini. Meski tersingkir, Cristiano Ronaldo menjawab kritik pers dan fans terhadap dirinya.
5. Gaya Rambut Zig-Zag
Masih di Piala Dunia 2014 pula, namun bukan di lapangan melainkan perannya di luar lapangan. Sebelum pertandingan Grup G melawan Amerika Serikat, Cristiano Ronaldo terlihat mengenakan gaya rambut yang menarik. Ia mencukur pola zig-zag di satu sisi kepalanya. Itu adalah bentuk penghormatan kepada seorang anak laki-laki dari Spanyol, Erik Ortiz Cruz.
Anak tersebut menderita gangguan neurologis (penyakit di bagian otak) dan membutuhkan operasi yang mahal. Keluarga di Spanyol tersebut menghubungi Cristiano Ronaldo dengan harapan ia dapat menyumbangkan jersei atau sepatu yang dapat dilelang keluarga tersebut untuk membantu membayar operasi.
Cristiano Ronaldo tidak hanya menawarkan barang kenangan yang pernah dipakainya dalam pertandingan kepada keluarga tersebut, melainkan ia membayar seluruh biaya operasi anak tersebut dan berjanji untuk menanggung biaya perawatan lanjutan tambahan yang dibutuhkan. Tindakan kebaikan Cristiano Ronaldo membuktikan bahwa ia bukan hanya pahlawan di lapangan, tetapi juga pahlawan di kehidupan nyata.
6. Hat-trick vs Spanyol
15 Juni 2018 di Stadion Fisht Olympic, Cristiano Ronaldo mencetak hat-trick di Piala Dunia yang digelar di Rusia ini. Momen tersebut terjadi dalam laga menghadapi Spanyol di pertandingan pertama fase grup. Cristiano Ronaldo mencetak gol tersebut pada menit ke-4, 44, dan menit ke-88. Laga tersebut menjadi pertandingan yang menampilkan berbalas gol. Cristiano Ronaldo menghindarkan timnya dari kekalahan lawan La Roja.
Gol pertamanya diciptakan lewat penalti, gol kedua dari asis Goncalo Guedes, dan gol ketiganya dari tendangan bebas. Dengan hat-trick di pertandingan ini, Cristiano Ronaldo mencatat rekor sebagai pemain tertua dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak tiga gol dalam satu laga. Ketika itu, usia Cristiano Ronaldo 33 tahun 130 hari, mematahkan rekor sebelumnya milik pemain Belanda, Rob Rensenbrink yang berusia 30 tahun, 335 hari.
7. Tandukan ke Gawang Maroko
Setelah Hat-trick ke gawang Spanyol, Cristiano Ronaldo mencetak gol di laga selanjutnya saat Portugal menghadapi Maroko. Dalam pertandingan 20 Juni 2018 itu, Cristiano Ronaldo mencetak gol dengan tandukan setelah memanfaatkan umpan silang rekan setimnya. Dia mencetak gol sambil menjatuhkan diri (diving) menyambut bola dengan tandukannya yang keras.
Gol Cristiano Ronaldo menjadi gol penentu kemenangan Portugal, 1-0 atas Maroko sekaligus membuat Maroko terlempar dari turnamen ini. Di sisi lain, gol itu merupakan gol ke-85 Cristiano Ronaldo di ajang internasional (timnas) sekaligus memecahkan rekor gol internasional terbanyak yang dicetak oleh pemain Eropa, legenda asal Hungaria, Ferenc Puskas.