Pemain Juventus, Weston McKennie. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – St. Louis, Amerika Serikat
Weston McKennie optimistis membawa tim nasional Amerika Serikat melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Menjelang digelarnya Piala Dunia 2026, tim nasional Amerika Serikat yang bertindak sebagai tuan rumah akan berkumpul di Los Angeles. Mereka menjalani rangkaian persiapan di bawah arahan pelatih Mauricio Pochettino, termasuk uji coba menghadapi Senegal dan Jerman.
Pochettino dapat mengukur sejauh mana kesiapan anak asuhnya untuk memulai pertandingan Grup D Piala Dunia melawan Paraguai, Australia, dan Turki. Tim berjuluk The Yanks wajib tampil maksimal dalam tiga laga tersebut agar dapat merebut tiket ke babak gugur.
Weston McKennie yang menjadi andalan di lini tengah AS sudah tidak sabar memulai perjalanan di Piala Dunia 2026. Ia percaya diri dapat memberikan penampilan terbaik untuk tim.
"Saya merasa baik dan percaya diri. Saya menjalani musim terbaik saya, dan tidak ada waktu yang lebih baik untuk melakukan itu selain menjelang Piala Dunia," kata McKennie, dikutip dari Miami Herald, Selasa (5/6/2026).
Performa McKennie bersama Juventus di musim ini terbilang konsisten. Ia tampil dalam 45 pertandingan di semua kompetisi dengan sumbangan sembilan gol dan delapan asis.
Harapan besar membawa AS bisa melaju sejauh mungkin ada di pundaknya. Apalagi, ia menjadi salah satu pemain dalam skuad sekarang yang sudah berpengalaman tampil di Piala Dunia 2022.
"Ini adalah sesuatu yang pasti membantu Anda secara mental, dan dapat membantu Anda mempersiapkan diri dengan cara yang berbeda," tutur gelandang berusia 27 tahun tersebut.
"Kali ini, dengan banyak pemain di tim yang sudah pernah ke Piala Dunia dan tahu arti setiap pertandingan serta apa yang dibutuhkan untuk memenangkannya, itu sangat berarti," ia menambahkan.
McKennie masih ingat betul bagaimana rasanya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2022 setelah kalah 1-3 dari Belanda. Ia akan menjadikan perasaan tak mengenakkan itu sebagai motivasi di edisi kali ini.
"Saya rasa ini hanya tentang mengetahui pengalaman seperti apa yang saya alami di pertandingan terakhir dan mungkin mengambil kembali perasaan saat kami tersingkir dan menggunakannya sebagai motivasi untuk sekarang," ujarnya.
Sejak debut bersama AS pada 2017, McKennie telah bermain di bawah arahan tiga pelatih berbeda, Gregg Berhalter, B.J. Callaghan, dan Pochettino. Setiap juru taktik tentunya memiliki karakter tersendiri yang membuat pemain wajib beradaptasi.
"Sebagai pemain, Anda akan mengalami perubahan pelatih, dan itu pasti terjadi sepanjang karier Anda. Anda belajar beradaptasi dengan cara baru, gaya baru, teknik baru, dan taktik baru," katanya.
McKennie mengaku sudah beradaptasi dengan kepemimpinan Pochettino. Taktik yang menginstruksikan para pemain untuk menekan lawan dengan intensitas tinggi sangat cocok dengan gaya bermainnya.
"Saya orang yang energik dan saya suka mengejar bola. Saya tidak suka menunggu bola. Mentalitas tekanan tinggi yang ia terapkan sangat cocok dengan saya," ujar McKennie.