TVRINews – Jakarta, Indonesia

Beberapa pemain hanya memenangi satu trofi sepanjang karier namun satu-satunya gelar itu sangat diidamkan semua pesepak bola, yakni Piala Dunia

Pernahkah terbayang seorang pesepak bola yang masuk tim nasional sebuah negara yang turun di Piala Dunia ternyata hanya mampu mengangkat satu trofi saja sepanjang kariernya? 

Namun yang menarik, satu trofi tersebut diinginkan seluruh pemain sepak bola di dunia, yakni Piala Dunia. 

Sejak Piala Dunia pertama digelar pada 1930 hingga yang terakhir pada 2022, FIFA mencatat sudah 471 pemain yang berhasil memenanginya. 

Dari kelompok ini, 450 pemain sekali memenanginya dan 20 orang dua kali meraih Piala Dunia. Hanya Pele (Brasil) orang terbanyak yang mampu memenangi Piala Dunia hingga tiga kali (1958, 1962, 1970).

Uniknya, ada beberapa pemain yang ternyata hanya mampu memenangi satu gelar namun trofi itu Piala Dunia. Berikut delapan pemain yang masuk kategori itu.

Ruben Moran
Uruguai 1950
; Total pertandingan karier (klub): Tidak diketahui

Ruben “El Tiza” Moran menjadi pemain pertama yang memenangi Piala Dunia sebagai remaja, mewakili Uruguai pada tahun 1950. Ia hanya bermain satu pertandingan di turnamen tersebut, tetapi itu adalah kemenangan bersejarah dan legendaris 2-1 atas Brasil – bukan final, karena format round-robin saat itu, tetapi pertandingan penentu.

Detail tentang Moran relatif sedikit. Tetapi penyerang sayap kiri kelahiran 6 Agustus 1930 itu pensiun empat tahun kemudian. Ia tidak memenangi apa pun selama masa singkatnya di Club Atletico Cerro yang berbasis di Montevideo, Uruguai.

Moran hanya dua kali turun ke lapangan dengan seragam La Celeste antara Mei 1950 sampai Maret 1953.

Toni Turek
Jerman Barat 1954
; Total pertandingan karier (klub): 223

Nama Anton “Toni” Turek mungkin asing bagi banyak orang, kecuali Anda seorang penggemar sejarah sepak bola. 

Jika termasuk penggila sepak bola seperti itu, Anda pasti akan mengenali Turek sebagai kiper Jerman Barat (menjadi Jerman setelah Piala Dunia 1990) ketika mereka menciptakan kejutan terbesar dengan mengalahkan Hungaria di laga final Piala Dunia 1954.

Ferenc Puskas mencetak gol melewati Turek hanya setelah enam menit. Beberapa saat kemudian, Mighty Magyars memimpin dua gol. 

Tetapi Turek tidak kebobolan lagi—termasuk menggagalkan tembakan jarak dekat Nandor Hidegkuti—melawan tim terbaik dunia era itu, saat Jerman Barat menciptakan comeback tiga gol yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya untuk menang 3-2 dan merebut Piala Dunia 1954.

Turek pernah membela tim-tim seperti Eintracht Frankfurt dan Fortuna Dusseldorf dalam karier klubnya, tetapi tidak ada yang pernah mendekati “The Miracle of Bern”.

Turek hanya 20 kali membela Timnas Jerman Barat antara November 1950 sampai Oktober 1954.

George Cohen
Inggris 1966
; Total pertandingan karier (klub): 459

Legenda Fulham FC, George Cohen, bermain penuh di setiap pertandingan untuk Inggris di Piala Dunia 1966. 

George Best mengklaim bahwa Cohen adalah bek kanan terbaik yang pernah dihadapi sepanjang karier dan tetap menjadi anutan bagi bek-bek kanan Inggris hingga saat ini.

Namun, setelah mengangkat trofi Jules Rimet di Piala Dunia 1966, Cohen—yang terkenal sebagai one man club alias tidak pernah membela klub lain kecuali Fulham—tidak pernah memenangi trofi.

Cohen tercatat 37 kali membela Timnas Inggris antara Mei 1964 sampai November 1967.

Jimmy Armfield
Inggris 1966
; Total pertandingan karier (klub): 569 

Jimmy Armfield menjadi salah satu pemain dalam skuad Alf Ramsey yang tidak dimainkan di Piala Dunia 1966. Ia menjadi cadangan bagi George Cohen di Timnas Inggris tetapi tidak pernah diturunkan ke lapangan pada turnamen musim panas di kandang sendiri itu.

Armfield juga merupakan pemain legendaris yang setia pada satu klub, setelah mencatatkan hampir 600 penampilan untuk Blackpool selama 17 tahun kariernya di klub tersebut. Namun ia baru bergabung dengan Blackpool setahun setelah klub tersebut meraih satu-satunya trofi utama mereka, Piala FA pada 1953.

Armfield kemudian hampir menyelesaikan prestasi ganda yang unik, seusai memimpin Leeds United ke final Piala Eropa (Liga Champions sejak 1992) pada tahun 1975 setelah menggantikan Brian Clough. 

Kekalahan dari FC Bayern Munchen yang diselimuti kontroversi wasit, menghentikan Armfield untuk menambahkan trofi paling bergengsi di sepak bola klub sebagai manajer, setelah memenangi trofi terbesar sebagai pemain.

Armfield tercatat 43 kali turun membela Timnas Inggris antara tahun 1959 sampai 1966.

Uwe Bein
Jerman Barat 1990
; Total pertandingan karier (klub): 509

Berada di bawah bayang-bayang pemain-pemain seperti Rudi Voller, Jurgen Klinsmann, dan Lothar Matheus, Uwe Bein adalah pemain cadangan yang sederhana namun bukan sekadar pemain yang duduk di bangku cadangan.

Gelandang serang ini menjadi starter dalam empat dari tujuh pertandingan Jerman Barat di Italia ‘90, meskipun ia menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan dalam kemenangan final atas Argentina (1-0).

Bein dapat menganggap dirinya kurang beruntung karena karier klubnya yang solid tidak menghasilkan lebih banyak prestasi.

Ia adalah seorang pengatur serangan yang cukup baik untuk FC Koln, Hamburg SV, dan Eintracht Frankfurt pada era tahun 1980-an hingga 1990-an, masuk dalam Tim Terbaik Bundesliga empat kali dan memimpin daftar pemberi assist tiga kali.  

Bein tercatat 17 kali turun untuk Timnas Jerman Barat antara 1989 sampai 1993 dengan mencetak tiga gol.

Simone Barone
Italia 2006
; Total pertandingan karier (klub): 403

Bila berbicara tentang skuad Italia di Piala Dunia 2006, Simone Barone adalah gelandang fungsional dan cukup mudah dilupakan yang hanya beberapa kali tampil untuk Azzurri di pertengahan tahun 2000-an.

Barone bukanlah salah satu pahlawan Italia pada turnamen musim panas itu di Jerman. Namun Barone memungkinkan pelatih Italia saat itu Marcello Lippi untuk mengistirahatkan kaki Mauro Camoranesi di tahap awal. 

Barone menggantikan gelandang Juventus itu saat Italia meraih kemenangan yang relatif nyaman atas Republik Ceko dan Ukraina.

Karier klub Barone tidak ada yang istimewa. Tidak heran dia tidak pernah bersaing untuk meraih trofi, berpindah dari Chievo ke Parma ke Palermo ke Torino ke Cagliari. Karier pemain Serie A yang sesungguhnya.

Barone hanya 16 kali turun dengan seragam Timnas Italia antara Februari 2004 sampai November 2006 dengan mencetak satu gol. 

Christoph Kramer
Jerman 2014
; Total pertandingan karier (klub): 499

Apa yang dialami Christoph Kramer mungkin sangat jarang terjadi di pertandingan final Piala Dunia kapanpun. Pada pertandingan final Piala Dunia 2014 yang akhirnya dimenangi Jerman 1-0 atas Argentina, sang gelandang mengalami insiden berbahaya. 

“Saya tidak bisa mengingat banyak dari pertandingan itu. Saya tidak tahu apapun dari babak pertama. Belakangan saya berpikir bahwa saya langsung pergi setelah kejadian itu,” tutur sang gelandang. 

“Bagaimana saya sampai ke ruang ganti, saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa pun lagi. Dalam pikiran saya, pertandingan baru dimulai di babak kedua.”

Kramer memang luar biasa, melakukan debut kompetitifnya untuk Jerman justru di panggung terbesar, Piala Dunia. Di Brasil 2014, turun di tiga pertandingan termasuk final.

Menjelang final menghadapi Argentina, Kramer dimasukkan sebagai pengganti mendadak untuk Sami Khedira yang mengalami cedera betis saat pemanasan.

Celakanya, Kramer sempat mengalami kehilangan ingatan setelah benturan keras dengan bek Argentina, Ezequiel Garay, dan akhirnya digantikan oleh Andre Schurrle yang memberikan umpan untuk gol kemenangan Mario Gotze.

Kramer memulai kariernya di Bayer Leverkusen tetapi menghabiskan sebagian besar karier klubnya di Borussia Monchengladbach, yang belum memenangi apa pun sejak DFB Pokal pada tahun 1995.

Karier sepak bola Kramer terbilang tidak lama, antara 2007 sampai 2024. Ia tercatat 12 kali membela Timnas Jerman—termasuk lima menjadi starter—tanpa mencetak gol.

Ron-Robert Zieler
Jerman 2014
; Total pertandingan karier (klub): 434 

Christoph Kramer bukan satu-satunya pemain anggota skuad Jerman di Piala Dunia 2014 yang gagal juara di ajang lain, baik bersama klub maupun tim nasional.

Kiper ketiga Die Mannschaft, Ron-Robert Zieler, memang sudah diperkirakan tidak akan pernah bermain karena Manuel Neuer sedang berada di puncak performanya saat itu.

Ia menyaksikan setiap pertandingan dari bangku cadangan di Brasil, dengan lima caps di awal 2010-an yang datang secara sporadis, selalu dalam pertandingan persahabatan, ketika Joachim Loew melakukan rotasi. Jadi "juara Piala Dunia" agak teknis, tetapi medali Zieler sangat nyata.

Zieler menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Hannover dan Stuttgart di antara masa-masa duduk di bangku cadangan bersama Manchester United dan Leicester City. 

Di Leicester, Zieler baru bergabung pada musim 2016-2017 atau setelah klub tersebut secara mengejutkan memenangi trofi Liga Primer Inggris 2015-2016.

Saat menjadi pemain muda, Zieler menjadi cadangan yang tidak digunakan dalam pertandingan putaran ketiga Piala Liga dalam perjalanan Manchester United menuju kemenangan ajang itu pada musim 2008-2009.

Namun Zieler tidak masuk dalam skuad pertandingan lainnya dan akhirnya memiliki total nol penampilan untuk klub tersebut. Tidak mungkin itu dihitung.

Zieler mungkin masih bisa menambahkan trofi lain ke koleksinya. Dia berusia 37 tahun dan belum gantung sarung tangannya, meskipun meraih trofi tampaknya tidak mungkin mengingat dia kini adalah kiper veteran cadangan di FC Koln.

Total, Zieler sudah enam kali membela Timnas Jerman antara September 2011 sampai November 2015.