FIFA menyiapkan dana 355 juta dolar AS yang dibagikan kepada klub-klub yang pemainnya tampil di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Zurich, Swis
Kenaikan hadiah Piala Dunia 2026 didorong oleh proyeksi pendapatan FIFA yang diperkirakan melampaui 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp176 triliun dalam siklus empat tahunan 2023–2026.
FIFA tengah berdiskusi dengan asosiasi sepak bola nasional untuk meningkatkan total hadiah bagi seluruh 48 tim peserta Piala Dunia 2026. Rencana ini menjadi bagian dari upaya federasi sepak bola dunia tersebut untuk memperluas kontribusi finansial kepada komunitas sepak bola global.
Dikutip dari Reuters, Senin (27/4/2026), Proposal kenaikan hadiah ini akan diajukan dalam rapat Dewan FIFA yang digelar pada Selasa besok waktu setempat menjelang Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada. Jika disetujui, maka nilai hadiah yang akan diterima oleh setiap tim peserta berpotensi meningkat signifikan dibanding edisi sebelumnya.
Pada Desember tahun lalu, FIFA telah mengumumkan bahwa total hadiah untuk turnamen tahun ini mencapai sekitar 655 juta dolar AS atau setara kurang lebih Rp10,5 triliun, meningkat sekitar 50 persen dibanding edisi sebelumnya. Selain itu, FIFA juga menyepakati kontribusi finansial total sebesar 727 juta dolar AS atau sekitar Rp11,7 triliun untuk penyelenggaraan turnamen tersebut.
Namun demikian, FIFA mengindikasikan bahwa angka tersebut masih berpotensi bertambah. Hal ini didorong oleh proyeksi pendapatan federasi yang diperkirakan melampaui 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp176 triliun dalam siklus empat tahunan 2023–2026.
“FIFA dapat mengonfirmasi bahwa saat ini sedang berlangsung diskusi dengan asosiasi di seluruh dunia untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia,” ujar juru bicara FIFA.
“Ini termasuk usulan peningkatan kontribusi finansial kepada semua tim yang lolos ke Piala Dunia 2026 dan peningkatan dana pengembangan yang tersedia bagi seluruh 211 asosiasi anggota.”
“Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi terobosan dalam hal kontribusi finansial terhadap komunitas sepak bola global, dan FIFA bangga berada dalam posisi keuangan terkuat sepanjang sejarah untuk mendukung perkembangan sepak bola melalui program FIFA Forward.”
Dalam skema awal yang diumumkan sebelumnya, porsi terbesar dari dana sebesar sekitar Rp10,5 triliun tersebut dialokasikan sebagai pembayaran berbasis performa kepada 48 negara peserta. Tim juara direncanakan menerima hadiah sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp800 miliar, sementara runner-up akan memperoleh sekitar 33 juta dolar AS atau Rp528 miliar.
Sementara itu, 16 tim yang tersingkir di fase grup tetap mendapatkan kompensasi sebesar 9 juta dolar AS atau sekitar Rp144 miliar. Selain itu, setiap negara peserta juga berhak atas dana tambahan sekitar 1,5 juta dolar AS atau setara Rp24 miliar untuk biaya persiapan.
Laporan tahunan FIFA 2025 juga mengungkapkan bahwa sekitar 93 persen dari total pendapatan yang dianggarkan telah berhasil diamankan hingga akhir 2025. Capaian ini sebagian besar didorong oleh kesuksesan penyelenggaraan edisi perdana Piala Dunia Antarklub dengan format 32 tim yang digelar di Amerika Serikat tahun lalu.
Adapun Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dan akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen ini juga akan menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 tim, menjadikannya yang terbesar dalam sejarah kompetisi.