Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat
Afrika Selatan belajar dari kesalahan di laga pertama. Hasil belajar lanjutan itu perlu diterapkan lagi di laga penentuan melawan Korea Selatan.
Satu angka penting diraih Afrika Selatan di laga kedua mereka di Grup A menghadapi Republik Ceko. Penalti Teboho Mokoena di menit ke-83 menyamakan skor setelah gol Michal Sadilek di menit keenam duel di Atlanta Stadium pada Kamis (18/6/2026).
Bagi Afsel, poin ini menjaga kesempatan untuk melangkah ke fase gugur. Bafana Bafana pun memperlihatkan peningkatan dari hasil di laga pembukaan turnamen melawan tuan rumah Meksiko. Laga itu berjalan dan berakhir buruk buat Afsel.
Imbasnya bahkan terasa sampai setelah laga usai. Bafana Bafana bahkan menjadi olok-olok termasuk dari orang Afrika lainnya, terutama sehubungan dengan kebijakan imigran di negara tersebut. Afrika Selatan disorot karena pengetatan aturan untuk kaum migran yang dianggap mengambil lapangan kerja warga Afsel.
"Kami mendukung Meksiko biar Afrika Selatan bisa pulang lebih cepat agar dapat mempertahankan pekerjaan mereka," tulis seorang pengguna platform media sosial X seperti dikutip dari BBC.
"Saya harap Afsel tak menyalahkan migran Afrika untuk kekalahan 0-2 dan dua kartu merah saat melawan Meksiko," tulis Ahmednasir Abdullahi, seorang pengacara Kenya, juga sinis.
Cara Saya
Skuad Afsel rasanya tidak terlalu memedulikan celoteh di medsos, apalagi yang tidak berkaitan langsung dengan sepak bola. Kalau tentang sepak bola pun kubu Bafana Bafana tidak berniat menggubrisnya secara terlalu serius.
"Saya sudah melatih selama 40 tahun dan tahu bahwa bagian dari pekerjaan saya adalah dikritik. Jadi saat ini saya dikritik, tapi mereka harus tahu, dan untuk mereka yang belum tahu, saya melakukannya dengan cara saya.
"Saya tak pernah menyimak sampah media sosial. Saya tak pernah mendengarkan orang yang merasa cukup penting untuk mengkritik tim. Kalau melihat lagi, saya pikir mereka seharusnya menutup mulut," ucap Hugo Broos, pelatih Afrika Selatan setelah kekalahan dari Meksiko seperti dikutip dari Al-Jazeera.
Pelatih asal Belgia itu menyatakan bahwa dirinya dan para pemain tahu apa yang salah saat melawan Meksiko. Pertaruhannya menjadi jelas saat menghadapi Ceko di laga kedua. "Situasi kami jernih. Kalau tidak menang, kami memainkan laga terakhir melawan Korea Selatan tanpa tujuan. Itu harus kami hindari/ Kami tahu apa yang keliru dan akan mencoba memperbaikinya," tutur Broos lagi.
Sayang Cuma 2 Gol
Tekad itu mendapatkan jawaban positif. Dari statistik laga kontra Ceko, skuad asuhan Broos menguasai pertandingan dengan 62 persen penguasaan bola.
Bafana Bafana melepaskan pula total 17 tembakan, empat di antaranya mengarah ke gawang lawan. Rep. Ceko membuat 14 tembakan, tiga buah mengarah ke sasaran. Afsel pun dinilai mempunyai harapan gol (xG) yang lebih tinggi, yakni 1,35, dibandingkan 1,02 yang dihasilkan Ceko.
"Saya merasa sangat bangga kepada tim saya. Inilah Bafana Bafana. Kami mencintai sepak bola indah, kami agreif, dan menciptakan peluang. Ya, kami melakukan kesalahan, tapi saya sangat bangga terhadap performa hari ini. Tim Ceko kuat dan sangat tinggi. Kami mengatasinya dengan sangat baik," kata Broos dikutip situs FIFA.
"Agak disayangkan bahwa skornya hanya 1-1, tapi kami tinggal harus menang atas Korea Selatan, yang merupakan tugas yang sangat berat. Kalau tampil dengan mentalitas yang sama, tugas ini tidak mustahil," Broos.