TVRINews – Vancouver, Kanada 

Dijuluki Iceman karena ketenangannya di depan gawang, Jonathan David mencetak tiga gol ke gawang Qatar dan menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Jonathan David hanya membutuhkan satu pertandingan untuk menjadi salah satu bintang Piala Dunia 2026. Striker Kanada ini mencetak tiga gol untuk timnya dalam kemenangan telak 6-0 atas Qatar pada laga kedua Grup B yang berlangsung di BC Place Vancouver pada Jumat (19/06/2026) pagi WIB.

Hat-trick ke gawang Qatar membuat Iceman kini berbagi posisi puncak dalam daftar pencetak gol terbanyak turnamen, bersama Lionel Messi. Menariknya, megabintang dan kapten Argentina itu juga mencetak tiga gol hanya dalam satu laga di Grup J ketika menggilas Aljazair, 3-0, Rabu (17/06/2026) pagi WIB lalu. 

Enam Gol Kanada ke Gawang Qatar

Baru pada usia 26 tahun, striker Juventus FC ini mampu mencetak gol di Piala Dunia setelah gagal melakukannya dalam tiga kekalahan Kanada di Qatar 2022. Empat tahun kemudian, David muncul sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

David membuka skor pada menit ke-29, menambahkan satu gol lagi di waktu tambahan babak pertama, dan menyelesaikan malam yang sempurna pada menit ke-47 babak kedua. 

Selain membantu Kanada lebih dekat ke babak gugur untuk pertama kalinya – selalu tersingkir di fase grup pada 1986 dan 2022, David juga memimpin mereka menuju kemenangan bersejarah: sukses pertama bagi tim nasional pria Kanada di Piala Dunia.

Perjalanan David ke puncak sepak bola internasional tidak konvensional. Ia lahir di Brooklyn, AS, dari keluarga keturunan Haiti. 

Ia menghabiskan sebagian masa kecilnya di Port-au-Prince dan pindah ke Ottawa, Kanada, pada usia enam tahun. David baru mulai bermain sepak bola pada usia 10 tahun, didorong oleh ayahnya, setelah sebelumnya bermain sepak bola Amerika (American football).

Tidak seperti banyak talenta Amerika Utara, David tidak berasal dari MLS. Di usia belasan tahun, ia pindah ke Eropa untuk bergabung dengan tim junior KAA Gent di Belgia (dari Ottawa ISC), tempat ia melakukan debut profesionalnya pada 2018 dan mencetak gol di laga pertamanya. 

David kemudian pindah ke klub Prancis, LOSC Lille, yang dengannya ia memenangi Ligue 1 pada musim 2020-2021 dan mencetak 109 gol dalam 232 penampilan. Penampilannya membawanya ke Juventus, yang mengontraknya pada tahun 2025. 

Efisiensi adalah ciri khas Jonathan David. Mampu mencetak gol dengan kedua kaki, cerdas dalam menemukan ruang, dan tenang di bawah tekanan. Karena faktor terakhir itulah David mendapatkan julukan Iceman. 

Ketenangan itu kembali ditampilkan sepenuhnya oleh David saat melawan Qatar, dalam penampilan yang juga memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kanada dengan 42 gol. 

Setelah awal yang tenang di Piala Dunia, David meledak di saat yang tepat. Hat-trick David tidak hanya mendekatkan Kanada ke babak 32 besar tetapi juga menempatkannya sejajar dengan Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak.